Love In Silent

Love In Silent
Bunyi dalam sunyi


__ADS_3

Kita terdiam cukup lama menghitung momentum yang menyandera kebisuan suasana saat itu.


Tatapan mata kita saling menerjemahkan satu sama lain tanpa ada dusta dan tanpa ada penolakan, kata kata yang tersusun di lidahku seakan akan terbang seperti dandelion yang tertiup oleh angin begitu ringan dan sangat luas menyebar membumbung ke udara.


Entah mengapa kali ini mendadak aku mengatakannya tanpa ada beban ketakutan pada apa yang menungguku di esok hari.


Sebuah untaian kata yang paling tulus yang aku dengar darinya seolah mampu membuat hati ini goyah dalam hitungan detik, namun semua itu juga kembali normal dalam sesaat.


Nampaknya aku duduk namun seolah aku sedang berlarian mengejar sesuatu yang tak pasti, sedangkan ada seseorang yang menungguku di satu tempat, namun aku tak ingin menghiraukannya atau menatap ke arahnya, dunia ini terasa begitu kejam dan masih begitu sangat kejam, dia terus menghukum diriku dengan cinta yang masih saja terasa sangat menyesakkan.


"Sepertinya kamu sudah tahu jawaban yang akan aku beri !"


"Masih sama seperti sebelumnya kan ?"


"Maaf yus !"


"Iya nggak apa apa kok !"


Dengan perasaan yang tidak enak hati akupun pergi meninggalkan yusuf beserta hatinya yang remuk dan mungkin telah terbelah karena beberapa tutur kataku yang sebenarnya tak ingin dia dengar.


***

__ADS_1


Ketika malam dan udara dingin telah menyelimutiku tak sengaja aku melihat ada sepucuk surat dari nama yang selalu dirindu, ketika hati mulai bimbang mengapa tuhan semakin menambahnya dengan kebimbangan yang lain, kiranya kesulitan apa lagi yang harus aku jalani untuk kedepannya, ketika aku membuka surel itu bibirku langsung bergetar dan jantungku langsung berdegup kencang, aku tak tahu perasaan manakah yang lebih dominan aku rasakan saat ini, begitu sulit untuk mengartikannya meskipun itu adanya di dalam hatiku sendiri.


From Hajunlee


To Miranda


Sebelum waktu itu aku melepaskan kamu, aku tidak tahu kalau dunia yang aku tempati ini ternyata terasa sangat sunyi dan menyesakkan.


Bunga bunga yang bermekaran lalu kemudian layu dan jatuh ke tanah, mungkin musim itu tak akan pernah datang lagi di hidupku.


Semua ini adalah sebuah anugrah yang telah aku sia siakan dari pertemuan kita yang singkat itu.


Ketika kamu menangis bagai hujan yang besar dan begitu deras .. aku tahu itu .. namun aku memilih untuk selalu mengabaikan mu dan berpura pura tidak mendengarnya, aku ingin bahagia suatu saat nanti jika takdir menghendaki kita untuk bertemu lagi meski hanya satu detik, tapi angan anganku itu selalu membuatku menangis karena teringat dirimu.


Karena jika itu menjadi kenyataan pasti akan terasa menyakitkan bukan ?


kali ini aku ingin datang padamu, aku ingin mengatakan satu kata dengan tulus dari lubuk hatiku, yaitu kata maaf, entah kamu mau menerimanya ataupun tidak aku tidak peduli lagi, karena aku hanya ingin bilang maaf kepadamu dengan tulus, meski aku tahu satu kata maaf tidak akan mampu menebus semua kesalahan yang pernah aku buat kepadamu waktu itu.


Kelak kita akan bertemu kembali dan itu akan menjadi hari terindah untukku.


Aku akan datang padamu

__ADS_1


"Hajun lee"


Jari jemariku seketika saja terasa mengeras bagaikan batu, aku tak mampu menggerakkannya sedikitpun untuk membalas surat itu, air mataku meleleh begitu saja dengan tanpa aku sadari, seolah ada sesuatu yang mendadak membuat perasaan kita kembali menyatu layaknya sebuah tautan yang terjalin dengan elok meskipun sudah ada begitu banyak sayatan serta goresan dalam yang membuatnya hampir terputus.


Lama sekali aku termenung untuk memikirkan jawaban apa yang harus aku beri, tidak mudah bagiku untuk bisa berpura pura baik baik saja ketika aku tengah sendirian, karena rasaku sempat terdiam cukup lama dan sedikitpun aku tidak ingin ada pergerakan yang begitu dominan di dalam hatiku. Aku sempat menutup rapat hati ini dan tidak berniat untuk membukanya lagi, apapun perihal tentang cinta tidak akan pernah kubiarkan untuk masuk dengan mudah. Namun suatu saat nanti seorang penyusup yang baik pasti akan hadir untuk membenahi setiap luka yang tercipta di masa silam.


Dalam cerita singkat kita, aku menuliskan namamu dengan tulisan yang besar dan tebal, seolah itu adalah sesuatu yang penting, namun sedihnya kamu justru menuliskan namaku dengan huruf miring, seakan aku ini bukanlah apa apa dan terasa begitu asing bagimu.


Aku dan kamu tidak akan pernah tahu keadaan seperti apa yang akan di tempuh dalam hari hari ke depan. Kita juga tidak pernah tahu pertemuan seperti apa yang akan membuat kita bahagia atau justru malah sebaliknya.


Detik detik yang selalu berjalan adalah diibaratkan sebuah parade dalam mensyukuri nikmat tuhan, karena pada hakikatnya menempuh kehidupan dengan sabar adalah anugerah terbesar yang sudah aku terima. Keadaan juga memiliki pasang surutnya kebahagiaan dan kesedian yang akan senantiasa berputar pada porosnya tawa dan tangis bagaikan sebuah dinamika grafik yang terkadang merosot ataupun melejit ke atas dan akan terus memonitori kehidupan ini.


Ada bunyi di dalam sunyi .. Ketika mulut ini terdiam dan membeku, hati ini justru terasa berisik dengan berbagai macam ocehan yang terus berbunyi bahkan di saat mata ini hampir terpejam. Kata kata yang hanya tersimpan semakin lama semakin menumpuk dan menciptakan kebisingan serta kegaduhan di tengah keheningan suasana hari hariku.


Kalau saja aku mampu, tentu sudah kubalikkan waktu agar saat itu tidak jadi mengenalmu, kalau saja aku mampu, sudah ku arungi hari hari tanpa sedikitpun memikirkan kamu, kalau saja aku mampu, sudah kutarik jiwaku yang berhasrat ingin berada di sebelahmu, kalau saja aku mampu, sudah kuminta hatiku untuk berhenti terus merasakanmu.


Bila bertemu dan berpisah di ibaratkan seperti matahari yang terbit lalu tenggelam, maka aku ingin menerima fajar dan senja yang membuka serta menutup hari. Aku juga ingin menjadi seperti langit yang selalu tabah menerima datangnya siang dan malam.


Ibarat kata jika duka begitu sudah kental maka luka tak akan lagi terasa, ketika duka sudah menjadi kebiasaan maka hati akan menjadi kebal


Disinilah ternyata selama ini aku terperangkap

__ADS_1


Karena aku dan kamu kita bukanlah satu lagi, mungkin dua, mungkin juga sejuta rasa dan logika, bergumul bak bersengketa tak jua bersepakat serta merta, aku adalah imajinasi sedangkan kamu adalah ilmu pasti.


Pada akhirnya aku tidak membalas surat itu .. Aku hanya terus menatapnya seperti orang bodoh ..


__ADS_2