Love In Silent

Love In Silent
Tak Cukup Sampai Disini


__ADS_3

"kenapa .. ?" ucap dongjun sedikit tertegun menatapku


"kamu tidak usah melakukan hal itu dongjun, percuma saja kamu melakukan hal yang akan menjadi sia sia belaka !"


"apa maksudmu hanya sia sia saja !?"


"karena yang memecat ku secara langsung adalah pak ceo dan bukan pak manajer, tapi pak ceo yang memecat ku secara langsung !"


"apa !! tapi bagaimana bisa ?"


"karena dia yang menginginkan aku keluar dari perusahaannya, itu adalah keputusan mutlak yang ia berikan, kamu tidak akan mungkin bisa menggugatnya lagi !"


***


hari ini dan siang ini aku berjalan keluar dari kantor dengan rasa sakit hati yang cukup mendalam, persoalan sakit hatiku ini bukan karena aku di pecat dari perusahaan mie daehyun ataupun karena pertengkaran hebat antara aku dengan mas hajun, rasa sakit hati ini justru muncul akibat dari perbuatan ku sendiri.


"sudah berapa kali kau menyeka air matamu nak ?" mendadak aku mendengar suara yang terdengar sangat familiar di telingaku, suara itu bahkan sangat aku rindukan di dalam hatiku, namun saat ku lihat di sekelilingku tak ada seorang pun yang mengajak ku berbicara atau menatap ke arahku.


"biarkan mengalir !" lagi lagi suara itu terdengar di telingaku, namun saat aku melihat ke semua penumpang bus lalu aku perhatikan satu persatu orang yang sedang duduk maupun berdiri, tetap tidak ada si pemilik suara itu. saat aku turun dari bus tiba tiba saja seorang anak remaja terburu buru dan menabrak tubuhku cukup keras, dan yang paling membuatku kesal dia tidak memperdulikan aku dan justru berlari begitu saja.


"anda tidak apa apa ?" ucap seorang wanita yang ada di belakangku


"iya aku baik baik saja, terima kasih !"


"sama sama, lain kali anda harus berhati hati saat turun dari bus !"


"iya saya pasti akan berhati hati lain kali !"


"iya baiklah, kalau begitu saya pergi !"


"sekali lagi terima kasih !"


beruntung ada nona itu yang memegangi lengan ku dengan kencang sehingga aku tidak jadi jatuh terjungkal dari atas bus.


sesampainya di rumah aku langsung memindahkan semua barang dan baju baju ku ke kamar lain, mungkin untuk sementara waktu aku tidak bisa satu kamar lagi dengan mas hajun, aku tahu apa yang sedang ia rasakan saat ini, dia pasti sangat membenci diriku yang telah membohonginya dan berpura pura bekerja di perusahaan lain, terlebih lagi gara gara foto itu dan kabar palsu mengenai foto itu pasti semakin membuatnya tidak sudi melihat wajahku lagi. dalam suasana keheningan sore itu seketika ponselku berdering dan memecah suasana sepi di dalam rumah.


"halo !"


"mira !"


"ada apa !?"

__ADS_1


"apa kau baik baik saja ?"


"aku baik baik saja !"


"kau dimana sekarang ?"


"aku di rumah !"


"kamu tidak melakukan hal hal yang .. "


"tenang saja, aku orang yang cukup kuat menghadapi hal seperti ini !"


"syukurlah kalau begitu, aku sempat khawatir kamu akan nekat melakukan sesuatu yang berbahaya !"


"hanya di pecat dari pekerjaan bukan persoalan yang terlalu membebani ku !"


"kamu berkata jujur kan mira !"


"iya "


"syukurlah, sekarang aku benar benar lega mendengarnya, mira aku ingin bicara denganmu !"


"iya katakan saja !"


"aku tidak bisa .. "


"temui aku di namsan tower sekarang, aku akan menunggumu sampai kau datang !" tuut.. dongjun langsung mematikan panggilannya begitu saja.


"padahal aku tidak bisa .. kenapa dia selalu saja memaksa jika ingin bertemu denganku.. !"


terpaksa aku pun langsung keluar dari rumah untuk menuju lokasi yang ia bicarakan tadi. Waktu yang aku butuhkan untuk sampai di namsan tower tidaklah lama, cukup dengan kendaraan umum aku hanya butuh 15 menit untuk sampai di lokasi. namun aku sengaja duduk dan merenung di halte bus sampai waktu yang aku inginkan. Begitu sampai di sana aku kembali mengecek pesan dari dongjun dan melihat posisinya saat ini dalam kiriman foto terakhirnya.


"mira !" teriak dongjun sambil melambaikan tangannya


"oh itu dia !"


"akhirnya kamu datang juga, aku sempat berpikiran kamu tidak lagi mau menemui aku !"


"sejujurnya aku memang, sedang ingin menjaga jarak dengan siapa pun saat ini, termasuk kamu !" gumam ku dalam hati


"sebenarnya apa yang mau kamu bicarakan denganku ?" ucapku to the poin

__ADS_1


"aku khawatir denganmu mira !"


"aku baik baik saja, kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku dongjun !"


"tapi bagaimana dengan penghasilan mu nanti, setelah kamu di pecat hari ini ?"


"aku bisa mencari pekerjaan lainnya kok, kamu tenang saja !"


"aku akan bantu mencarikan pekerjaan lagi untukmu !"


"tidak perlu .. aku bisa mencarinya sendiri !"


"mira aku ingin membantu kamu !"


"aku bisa dengan usahaku sendiri, kamu sudah terlalu banyak membantuku dongjun, dan aku tidak mau memiliki hutang budi lagi dengan mu !"


"hutang budi ?! .. jadi selama ini kamu menganggapnya sebagai hutang budi ?!" sepertinya kali ini aku berhasil membuat dongjun sedikit marah, tidak ada pilihan lain selain membuatnya merasa benci denganku dengan cara seperti ini, karena aku memang menginginkan dia menjauhiku dengan nalurinya sendiri.


"kenapa ! kenapa kamu selalu menolak maksud baikku mira !"


"karena aku tidak suka !"


"apa ?!!"


"aku tidak suka dengan sikap mu yang terus terusan berbuat baik kepadaku .. aku sudah muak !"


"tunggu .. mira .. kamu mau kemana ?"


"aku mau pulang !"


"tapi aku belum selesai bicara mira !"


"tidak ada yang perlu di bicarakan lagi dongjun, hubungan kita cukup sampai disini, aku tidak mau bertemu denganmu lagi !"


lantas aku pun pergi meninggalkan Dongjun di namsan tower dengan perasaan hancur, sejujurnya aku tidak ingin mengakhirinya dengan cara seperti ini, namun dia selalu saja berbuat baik meski aku sudah menyakitinya berulang ulang kali.


"maafkan aku dongjun, semoga kamu bisa menemukan wanita yang jauh lebih baik dariku !" rasanya aku tak sanggup untuk melihat ke arah belakang dan menatap wajah dongjun saat ini, meski saat ini aku ingin tahu seperti apa reaksinya.


"mengapa begitu sulit untuk meyakinkan hatimu agar kau sudi terus berada di sampingku dan menatapku dengan penuh cinta di matamu .. meski kau kini pergi sedikitpun aku tidak, akan melepaskan mu .. tinggu aku mira .. aku pasti akan segera mendapatkan hatimu lagi, karena hubungan kita tidak akan cukup jika sampai disini saja !" ucap dongjun sambil menatap miranda yang perlahan menghilang dari pandangan matanya.


***

__ADS_1


sepulang dari namsan tower aku lalu duduk diam dan merenung dihalaman rumahku, sampai saat ini mas hajun belum juga terlihat pulang ke rumah, padahal biasanya dia pasti sudah pulang ke rumah sebelum waktu maghrib tiba, mungkin setelah kejadian tadi siang akhirnya dia malas pulang ke rumah dan bertemu denganku, rasanya sangat mustahil jika aku menghubunginya setelah pertengkaran kita tadi, namun menghubungi sekertaris kang juga tidak ada balasan sedikitpun.


__ADS_2