
Di saat mr.R hendak meninggalkan miranda yang masih belum sadarkan diri sesekali dongjun memperhatikan gerak gerik lelaki itu yang terus memperhatikan wajah miranda dengan tatapan penuh rasa bersalah. dari sudut pandang dongjun dia bisa menyimpulkan kalau lelaki itu pasti memiliki hubungan yang cukup erat dengan miranda, namun dia belum bisa memastikan hubungan apakah itu.
"siapa sebenarnya orang itu, dan hubungan seperti apa yang sedang mereka berdua jalani serta mereka sembunyikan sekarang ?"
meskipun dongjun sudah menangkap semua pembicaraan yang telah mereka katakan, namun sampai sejauh ini dongjun masih belum bisa menyimpulkan secara pasti seperti apa sebenarnya hubungan mereka berdua ini.
"sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan dari ku miranda, kenapa kamu tega membohongi aku selama ini, dan kalau lelaki itu tidak menghamili kamu, lalu siapa ayah dari bayi yang ada di perut kamu saat ini ?" ucap dongjun makin penasaran
***
matahari telah tergelincir dan hampir tenggelam ke sisi barat, saat ini perlahan kesadaran miranda mulai pulih kembali, perlahan lahan dia mulai membuka kelopak matanya lebar lebar dan ketika kesadarannya telah pulih sepenuhnya, miranda l baru menyadari kalau ternyata dia sudah berada di tempat tidur pasien khas rumah sakit, lalu tak lama kemudian seorang perawat pun datang menghampirinya.
"pasien atas nama miranda sudah bisa pulang setelah 30 menit lagi !" ucapnya sambil melepas infus yang masih menempel di tangannya.
"Apa kondisi janin di perut saya baik baik saja suster !"
"Janin anda tidak apa apa, beruntung teman anda segera membawa anda kesini untuk segera mendapatkan pertolongan !"
"Teman ?" Ucap miranda agak bingung
"suster .. !" Panggil miranda
"Ya ?, ada yang bisa saya bantu ?"
"saya ingin bertemu dengan seseorang yang membawa saya kesini !, apakah dia masih ada di sini ?"
"siapa ?"
"orang yang membawa saya ke sini ?"
"tidak, maksud saya siapa namanya ?"
"saya tidak tahu !"
"apa anda tidak mengenal orang itu ?"
"iya, saya tidak mengenalnya !"
"tapi,sepertinya dia sudah sangat mengenal anda !"
"ya ?"
"tunggu sebentar, saya akan panggilkan teman anda ke sini !"ucapnya sambil pergi meninggalkan ruangan
"ah iya terima kasih !"
"aku yakin sekali pasti laki laki itu yang membawaku ke rumah sakit ini !" gumam miranda lirih, tak lama kemudian beberapa seseorang tiba tiba masuk dan mendekati miranda, namun sayangnya orang itu bukanlah laki laki yang miranda maksud sebelumnya.
"mira !"
__ADS_1
"dongjun ?!" Sontak saja Miranda sangat terkejut begitu melihat dongjun yang secara tiba tiba ada di rumah sakit ini.
"akhirnya kamu sadar juga !, apa kepalamu masih terasa sakit ?"
"a .. aku baik baik saja !"jawab miranda sedikit gugup dan juga agak bingung dengan kemunculan dongjun yang secara tiba tiba.
"tadi aku sudah bertanya dengan dokter yang menangani kamu dan ternyata kamu sudah boleh pulang sekarang !"
"dongjun ..!"
"iya ? ada apa ?"
"apa kamu yang membawa ku ke rumah sakit ?"ucapnya bertanya karena rasa penasaran yang cukup kuat, namun dongjun terlihat terdiam untuk beberapa saat dengan raut wajah yang sedikit mencurigakan.
"iya .. aku yang membawamu ke sini !"ucapnya sedikit ragu ragu
"bagaimana kamu bisa menemukan aku ?"
"maksud mu ?"
"maksudku bagaimana kamu bisa .. "
"karena aku melihat kamu jatuh pingsan di jalan yang tak sengaja aku lewati !" Jawabnya dengan tegas
"benarkah ? apa kamu melihat .. "
"apa !"
"laki laki itu pergi begitu saja ketika ada seorang wanita yang jatuh pingsan di hadapannya !"
"laki laki ? apa kamu melihat semuanya ?"tanya miranda dengan raut wajah yang memancarkan kecemasan
"melihat apa ?" ucap dongjun berkata seolah pura pura tidak tahu
"apa yang kamu lihat ?" Tanya miranda ketakutan
"hanya itu !"
"hanya itu bagaimana ?"
"iya hanya itu, aku hanya melihat kamu jatuh pingsan lalu laki laki itu pergi begitu saja, seperti yang sudah aku katakan tadi !"
"seperti itu saja ?"
"lalu kamu inginnya yang seperti apa ?"
"bukan begitu .. maksudku .. apa kamu melihat kejadian sebelumnya ?"
"kejadian sebelum kamu pingsan ?"
__ADS_1
"iya, apa kamu melihatnya ?"
"tidak "
"huh syukurlah !" gumam miranda lirih
"kenapa ? apa ada sesuatu yang sedang kamu sembunyikan dariku ?" ucap dongjun mulai curiga
"tidak, tidak ada !" seketika miranda langsung gelagapan dan berusaha untuk menutup nutupinya dari dongjun
"Jadi kamu masih saja terus berbohong padaku miranda, aku sengaja berpura pura tidak melihat agar aku bisa tahu sampai mana kebohongan mu itu akan terus berlanjut !" Gumam dongjun dalam hatinya
"ayo kita pulang !" Ajak dongjun
"pulang .. "ucap miranda agak loading
"kamu mau di sini sampai akhir tahun ?"
"ah iya pulang, kita harus pulang sekarang !"
"apakah pertanyaan dariku yang singkat itu telah membuatmu ketakutan miranda ?, seberapa pentingnya laki laki itu di hati kamu, sampai sampai kamu tega mengesampingkan aku dan juga perasaanku yang sudah lebih dahulu hadir di hidup kamu jauh sebelum lelaki br**sek itu datang ke hidupmu !" gumam Dongjun di dalam hatinya
***
akhirnya mereka berdua pulang dari rumah sakit dengan perasaan yang sama sama bercampur aduk tak tahu harus bagaimana, di hati miranda dia masih merasa penasaran tentang bagaimana dan dimana lelaki yang sedang ia cari itu berada, sedangkan di sisi lain dongjun merasa patah hati sekaligus penasaran dengan peristiwa yang baru saja ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri. hingga sampailah mereka berdua pada sebuah gang yang akhirnya memisahkan perjumpaan di antara keduanya. seketika miranda mendadak menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan ke arah dongjun yang saat itu tengah berjalan mengikutinya dari belakang, sontak dongjun sempat terkejut dan ia pun menghentikan langkahnya seraya menatap bingung pada miranda.
"ada apa ?" tanya dongjun kebingungan
"kita sudah sampai !" ucap miranda
"sudah sampai ? lalu dimana rumah kamu ?" tanya dongjun sambil mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah sekelilingnya
"rumahku ada di sebelah sana !"
"itu artinya kita belum sampai !" ujar dongjun kembali melangkah maju, namun dengan cepat miranda mencegah langkah dongjun dan menghentikan dia untuk mencari keberadaan rumahnya.
"rumahku sudah dekat, dan kamu hanya perlu mengantarku sampai di sini saja !"
"loh kenapa tidak sekalian saja sampai di depan rumahmu ?" ucap dongjun bersi keras
"tidak apa apa, dari sini jaraknya tidak jauh kok untuk sampai ke rumahku !"
"justru itu .. karena dekat aku ingin mengantarmu sampai ke depan rumah !"ucap dongjun ngotot.
"dongjun !!" teriak miranda sambil memegang erat tangan dongjun dengan tatapan yang tidak seperti biasanya, seketika dongjun tertegun dan mematung saat melihat reaksi yang di tunjukkan miranda terlihat agak berlebihan menurutnya.
"baiklah aku akan mengantar mu sampai di sini saja !" ucapnya langsung tersadar
"terima kasih !" jawab miranda seraya meninggalkan dongjun, perasaan dongjun semakin tersakiti ketika perlakuan miranda yang terlihat jelas kalau dia benar benar ingin menjauh darinya.
__ADS_1