
hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga tak terasa aku sudah terbiasa menjalani hari hari ku tanpa nenek, juna dan juga jenni.
namun sekian lama itu aku merasa tak pernah bertemu dengan profesor hajun lagi, di satu sisi aku merasa bebas karena tak pernah bertemu dengannya lagi, namun di sisi lain ada yang kurang dan selalu mengganjal di hatiku apakah perasaan ini yang di namakan rindu.
Hembusan angin menerpa dan menggoyangkan bayangan bulan di dalam air
Siapa yang bersembunyi dalam kenangan dan tak ingin pergi lebih dulu.
Sulitnya meraih mimpi di malam yang berkabut,
Ada awal dan juga ada akhir sebelum terbangun dari mimpi itu, bagai terbangun dari musim dingin dan ingin segera bertemu denganmu.
sulitnya menahan rindu, ketika rindu ini tak tahu sampai di hatinya atau hanya dirasa oleh ku saja.
meskipun aku berdiam di sini, tapi hatiku entah dimana ?, karena engkau begitu jauh dariku .. dan tak pernah terlihat oleh pandanganku.
aku ingin pergi ke sana layaknya seperti angin, tapi aku tak tahu apa yang ada di hatinya.
memperjuangkan mu sedikitpun tidak pernah aku rencanakan, mengharapkan mu tidak pernah menjadi perihal yang aku inginkan, dan mencintaimu tak pernah menjadi sebuah kenyataan bagi ku.
tapi waktu berkata lain, aku tidak pernah menyangka kalau waktu telah membawa hatiku untuk menanamkan perasaan kepadamu, yang akhirnya meninggalkan sejuta harapan palsu, dan kini hanya tinggal sepenggal kisah yang menyengsarakan aku.
***
udara di pagi hari masih terasa sedikit sejuk di kulit, di pagi yang berkabut ini aku tengah bejalan di sebuah ladang yang sangat lapang, di tepi jalan yang masih sepi, aku berjalan menyusuri jalanan sambil menikmati suasana indah di pagi hari.
selang tak lama kemudian, datanglah sebuah mobil yang terlihat tak asing bagi ku, saat pintu mobil terbuka terlihat sebuah kaki yang jenjang bersepatu pantofel keluar dari dalam mobil, tak ingin tahu aku pun hanya acuh dan kembali menikmati pemandangan di depan mataku.
"mira !! "
sesaat aku terdiam sejenak dan aku sangat terkejut ketika melihat profesor hajun datang menghampiri ku.
"pro.. fesor !! "
"mira bisakah kau ikut dengan ku ? ada yang ingin aku sampaikan !"
"ada apa ini ?" ucap ku bertanya tanya dalam hati
bagaikan doa yang dibayar kontan oleh tuhan, mendadak dia datang dan sengaja menemui aku disini.
"mira ?? "
"iya ! " jawab ku lalu aku pun segera mengikutinya
aku pun berjalan mengikutinya lalu kami berhenti di sebuah tepi ladang dan kami duduk di sebuah bangku panjang yang terbuat dari kayu.
"duduk lah !! "
aku pun mengikutinya dan langsung duduk, kemudian menyusul profesor yang juga ikut duduk di samping ku, lalu seketika dia menatap ku dengan tatapan wajah yang sangat serius.
"katakan saja, apa yang ingin profesor ingin katakan !"
"sesuatu yang ingin aku bicarakan itu. .. teman !"
"teman ?"
__ADS_1
"iya !! "
seketika aku mengernyitkan kedua alisku
"begini ! belum lama ini saya punya teman, dan teman saya itu jatuh cinta dengan wanita muslim, sedangkan teman saya itu seorang non muslim, kalau kamu jadi teman saya, apa yang akan kamu putuskan ?!"
"kalau saya jadi teman anda ... emm saya akan coba pikir pikir dulu !"
"pikir pikir apa maksudnya ?"
"saya takut jawaban saya akan sedikit menyinggung !" ucap ku
"tak apa katakan saja !"
"kalau saya jadi dia ... saya akan menikahinya, itu saya lakukan, kalau saya benar benar menyukainya !"
"apakah semudah itu ?" tanya profesor
"tentu tidak ! mungkin aku akan berpindah agama jika aku sudah mantap dengan hati saya, dan ini lah yang terbaik untuk saya !!"
sesaat wajah profesor sedikit terlihat berbinar begitu mendengarkan pendapatku. sejujurnya aku penasaran siapa teman profesor yang ia maksud, mengapa dia sampai menyempatkan waktunya hanya untuk bertanya kepadaku mengenai hal ini.
"satu lagi ! "ucap profesor
" apa ?"
"seandainya kamu jadi wanita itu, apa yang akan kamu lakukan, ketika kamu tahu, lelaki yang menyukaimu telah menjadi mualaf demi hidup bersama mu ?!"
"emm ... mungkin aku akan menerimanya !"
"iya ! tapi dengan satu syarat !'
"syaratnya ?"
"syaratnya dia mualaf bukan karena si wanita itu, melainkan karena lelaki itu memang benar benar ingin memeluk islam dari hatinya sendiri dan bukan karena orang lain !"
sesaat profesor hajun terdiam dan merenung saat mendengar perkataan ku.
"apa ada yang salah ?! " tanya ku
"tidak ?! ucapan mu benar mira ?!" ucap profesor dengan ekspresi wajah yang sangat serius
"sebenarnya teman profesor yang kita bicarakan itu siapa ?! "
"mira .. kalau seandainya saya berkata jujur apa kamu akan kecewa atau marah pada saya ?"
"kenapa saya harus marah ?, bukankah profesor berkata jujur, justru itu adalah hal baik bukan ?!"
"iya, sebelum itu, aku ingin bertanya lagi kepada mu !"
"boleh ! tentang hal apa ?"
"selama ini hubungan kita kamu anggap apa ?"
"kenapa tiba tiba anda menanyakan hal itu ?"
__ADS_1
"aku hanya ingin tahu saja !"
"bukankah anda pernah bilang waktu itu ke saya, kalau hubungan kita ini hanya sebagai seorang murid dan guru !"
"iya tapi bukan itu yang aku maksud ?"
"lantas ? apa sekarang bisa diartikan sebagai teman ?"
"apakah kamu pernah menganggapnya lebih dari itu ?"
aku terdiam untuk beberapa saat, kembali mengolah hati ku agar aku tidak langsung terpengaruh oleh ucapannya.
"pernah !! tapi bukankah profesor yang menghalanginya sendiri ?! "
"i..itu ...! "
"anda tidak perlu khawatir akan hal itu, karena sedikit demi sedikit saya sudah menghilangkan perasaan itu di hati saya ! " ujar ku berbohong kepadanya.
meski untuk saat ini .. aku masih belum bisa menghilangkannya sedikitpun di hatiku, tapi aku tahu kalau ini adalah jawaban yang tepat untuknya.
tak sengaja aku melihat ada rasa kekecewaan yang mendalam, terpancar dari kedua matanya, dan aku pun jadi merasa tidak enak hati dengannya karena telah mengatakan hal itu.
"maaf kalau ucapan saya menyinggung prof !"
"tidak, ucapan kamu memang benar, aku yang salah ! "
"ha ! maksudnya apa ?, apa dia sedang menyesali ucapannya waktu itu ?!"gumam ku dalam hati
"aku menyesalinya ?! "
"ha ?! " ucap ku terkejut
"apa profesor bisa mendengar ucapan ku dalam hati ?! " gumam ku lagi
"seharusnya aku tidak bicara seperti itu, kalau pada akhirnya ucapan ku sendirilah yang membunuhku !! "ujarnya
suasana hatinya benar benar telah menghancurkan keindahan alam yang tengah aku nikmati kali ini, aku jadi tidak bisa menikmatinya, karena kedatangannya yang merusak suasana hatiku juga.
"sepertinya aku harus pergi sekarang prof ! kalau sudah tidak ada lagi yang ingin anda bicarakan, saya permisi ! "
"jangan pergi dulu !! " ucap nya sambil menggenggam tanganku dengan erat
"ada satu hal lagi yang ingin aku utarakan kepadamu !"
"ya ?"
"aku ingin meminta maaf kepadamu mengenai kejadian di korea waktu itu ..!! "
"minta maaf ? untuk ?"
"laki laki yang menikahi mu waktu itu .. dia.. adalah .. paman ku sendiri ?!"
"apa !"
"maafkan aku .. karena aku baru bisa menyampaikan hal itu kepadamu, selama ini aku menghilang dari pandangan mu, karena aku sedang meredam amarah keluarga ku, dan mengurus segala kerugian yang kami alami akibat ulah paman ku !!"
__ADS_1
jadi selama ini apakah profesor tahu segalanya, tapi dia sengaja menutupinya dari ku, ataukah dia memang tidak tahu tentang yang aku alami waktu itu.