Love In Silent

Love In Silent
Perkenalan kedua


__ADS_3

saat melihat penampilannya yang berantakan seketika hajun langsung mengernyitkan kedua alisnya, menatap aneh ke arah min sera dengan pandangan penuh curiga.


"emm siapa sih malam malam berisik banget !" ucap min sera masih belum menyadari kalau hajun sudah berdiri tegap dihadapannya.


"ini aku !"ucap hajun


"eh sayang .. kamu kok udah pulang ?!" ucap min sera gelagapan


"kenapa ? kamu enggak suka kalau aku pulang sekarang ?!"


"bukan seperti itu sayang .. a..aku cuma kaget aja kok !"


"kaget ? kamu itu aneh !"


"eh sayang kamu mau apa ?!" teriak min sera spontan saat hajun hendak masuk ke kamarnya


"mau tidur lah !"


"eh sayang hari ini kita tidur di kamar bawah saja ya !" ucap min sera seraya menghadang hajun di ambang pintu kamar.


"memang apa bedanya kalau kita tidur di sini dengan di kamar bawah !?"


"itu .. sayang .. aku lupa belum merapihkan kamar ini, tadi aku habis kerja capek banget jadi, aku langsung ketiduran gitu aja !"


"hah .. yasudah !"


akhirnya hajun menuruti kata kata min sera begitu dia memintanya, entah apa yang membuat hajun begitu mudah luluh saat di hadapan min sera, ketika hari pernikahan mereka batal dan gagal total jelas jelas waktu itu hajun sudah marah besar kepada min sera, bahkan dia sudah terang terangan menolak ajakan menikah dengan min sera namun ujung ujungnya hajun juga luluh padanya, disaat min sera datang ke rumah hajun dan membujuknya dengan dalih membawa orang tuanya untuk menjalin kekeluargaan kepadanya sambil memintanya untuk terus menjalin hubungan dengan min sera.


sikap yang di tunjukkan hajun sudah sangat membuat dongjun cukup geram dan tidak bisa berfikir jernih lagi, dia ingin mengakhiri sandiwara yang memuakkan ini dengan membongkar semua kebusukan min sera, namun hingga saat ini usahanya masih belum juga membuahkan hasil, yang memuaskan.

__ADS_1


"benar apa kata miranda waktu itu kalau untuk membuat hajun bisa percaya kepadanya lagi bagaikan menebusnya dengan nyawanya sendiri !" gumam dongjun


hari hati yang ia lakukan hanyalah berkerja di kantor sambil terus memantau serta mengamati setiap percakapan yang terdengar dari alat penyadap yang ia pasang di beberapa tempat tertentu, tentu saja pekerjaan itu ia lakukan bersama rekannya jack.


akhir akhir ini dia sudah mulai stres dan seolah hilang harapan untuk bisa menolong miranda untuk mengembalikan nama baiknya, dan di saat ia hampir menyerah tiba tiba saja dongjun bertemu dengan Mr. R di tengah jalan tanpa di sengaja sedikitpun, karena ini adalah sebuah kesempatan yang sangat langka dan jarang ia temui akhirnya dongjun nekat mengikuti kemana perginya lelaki itu pergi. hingga akhirnya langkah itu menuntunnya sampai pada suatu tempat yang bisa di bilang adalah tempat para lelaki nakal bertemu dan berkumpul menjadi satu.


"ck sial kenapa dia masuk kesana sih ?!"ucap dongjun sambil berdecak kesal, dengan sangat terpaksa dongjun mulai melepas jas kerjanya dan dasi serta tas laptop yang ia bawa lalu ia sembunyikan di tempat tertentu, dengan membuka sedikit kancing baju dan mengacak acak rambutnya agar sedikit berantakan ia pun langsung masuk ketempat itu, saat ia masuk ke sana betapa terkejutnya ketika dia melihat ada beberapa lelaki yang sedang duduk mengelilingi satu wanita sambil melayaninya.


"sial kenapa aku bisa masuk ke tempat seperti ini !" ucapnya tak menyangka dan sedikit merasa takut pula, agar tak di curigai orang lain dongjun berpura pura memesan minuman di tender bar dan meminumnya dengan santai dan mencoba untuk tenang, berharap tidak ada lelaki yang aneh mendadak mendekatinya.


"hey kau yang di sana !" teriak seseorang


"aku !?"


"iya kau ! cepat kesini !" ujar seorang lelaki berbadan kekar memanggil Dongjun agar mau mendekatinya, seketika dongjun langsung merasa nervous dan bergetar karena takut hendak di apa apakan, dengan sangat terpaksa diapun mau mendekat hanya karena diantara lelaki itu ada pula Mr. R yang bergabung dalam gerombolan orang orang itu.


"hei kau orang baru ya ?!"ucapnya sambil menepuk keras pundak dongjun


"bagus, duduk diam disini bersama kami !"


"eh .. maaf tapi sepertinya saya haris segera pergi karena.. "


"duduk saja !" ucapnya sambil mencengkram paha dongjun dengan kuat, seketika dongjun hanya bisa nyengir kesakitan karena saking kerasnya tangan tersebut.


"ah hh.. iya baiklah !"


"tunggu sampai nyonya besar kita sampai disini !"


"nyonya ?"

__ADS_1


"iya .. nyonya cantik yang akan kita layani malam ini, nanti aku akan kasih sedikit bagian kecil untukmu !"


"apa apan ini maksudnya, jadi selama ini Mr. R bekerja di tempat seperti ini !" batin dongjun dalam hati, dan setelah menunggu cukup lama sebuah hal tak terduga pun terjadi.


"hei cantik kemari !!" ujar salah seorang lelaki yang memiliki postur tubuh tak kalah seksi dari dongjun


"lihatlah itu adalah wanita yang akan kita layani makam ini, kau juga harus bersenang senang bocah !" ucapnya seraya menepuk pundak dongjun.


"min sera !!" ucap dongjun terkejut sontak saja pandangan matanya terbelalak begitu melihat tubuh seksi min sera yang terlihat menggoda dengan pakaiannya yang sangat terbuka, dan tanpa disadari dongjun sampai menelan ludah dan tak berkedip sama sekali, tentu saja ekspresinya itu mengundang emosi bagi Mr. R yang sedari tadi masih memperhatikan dongjun dengan seksama.


"hai baby !" ujar min sera seraya duduk diantara mereka semua, dengan sigap dongjun langsung mengaktifkan kamera kecil yang menempel di antara kancing bajunya, dengan lagaknya yang seolah merasa gerah dia memegang kancing bajunya dan menekan tombol power pada kamera tersebut. Awalnya dongjun sempat panik karena dia khawatir min sera akan mengenali wajahnya, namun sepertinya dia belum mengenali wajah Dongjun meski mereka berdua pernah bertemu satu kali saat dongjun mengantar miranda pulang ke rumah hajun waktu itu.


"siapa dia ?!" tanya min sera saat melihat dongjun yang hanya berdiam diri, semua orang langsung memalingkan pandangan mereka ke arah dongjun, namun saat iyu dongjun tak menyadarinya dan malah fokus menatap layar ponselnya.


"hei kau !"panggil min sera


"ya ?"


"aku belum pernah melihat kamu sebelumnya, apa kau anak baru ?"


"kau belum pernah melihatku ?"


"iya !"


"bagus ternyata penglihatannya memang kurang jelih, hanya merobak rambutku saja sudah bisa membuat dia pangling dan bahkan tidak, mengenalikusama sekali !"batin dongjun dalam hati


"perkenalkan saya dojin !" ucapnya ngasal memperkenalkan namanya, seketika saja tangan dongjun di sambut hangat oleh sentuhan tangan min sera yang sempat membuat dongjun merasa geli.


"min sera !" ucapnya seraya menatap dongjun dengan tatapan yang menggoda

__ADS_1


setelah perkenalan yang sangat memacu jantung itu berlalu, kini dongjun hanya fokus mengambil rekaman min sera yang tengah mabuk diantara sekian banyaknya lelaki yang duduk di sampingnya.


__ADS_2