Love In Silent

Love In Silent
Mengulang Rasa


__ADS_3

saat aku intip ternyata nenek tengah menemani pak tarman memotong tanaman hias miliknya, do halaman rumah.


"kalau tidak sedang ngobrol dengan siapa siapa, kenapa tidak masuk nak ?!!"


"iya sebentar lagi nek !!"teriakku dari balik gerbang


"oh jadi gini kebiasaan kamu kalau di rumah orang tua !!"


"kebiasaan apa ?"


"kebiasaan suka bohongin orang tua !!"


"enggak ada ya !!. ini baru yang pertama kalinya !!"


"oh ya ??"


"iya lah !!"


seketika itu profesor Hajun tersenyum tipis saat melihat tingkah ku.


"kenapa senyum senyum ?!"ucap ku sedikit sinis


"lucu saja !!"


"apaan sih !!, mending profesor pulang saja sana !!, sebelum nenek saya curiga sama saya !!"


"siapa yang curiga sama kamu nak ??!"saut nenek sambil membuka gerbang


"aduh..!! eh ne..nek !!"


"yah ketahuan kan !!" gumam ku lirih


"siapa ini ??"tanya nenek kepada ku


seketika aku jadi gelagapan karena bingung harus menjawabnya bagaimana.


"selamat siang nek !!, perkenalkan saya pacar baru miranda !! "ucap profesor hajun dengan pedenya


"pacar ??!! " ucap ku bersamaan dengan nenek


sontak bukan hanya nenek yang terkejut, melainkan aku juga tak kalah terkejutnya dengan nenek.


"kamu baru satu bulan di kampung nenek, sudah dapat layangan saja nak !! " ucap nenek sambil tersenyum

__ADS_1


"hah layangan ?? " ucap ku bingung


"iya itu yang jaman sekarang di bawa pulang ke rumah terus di kenalkan sama orang tua !! "ujar nenek berusaha menjelaskan


"pasangan maksud nenek ?? " saut profesor hajun sambil tersenyum


"nah iya itu maksud nenek, pasangan !!, yah maklum sudah tua jadi kalau bicara suka keliru keliru, maaf ya nak tampan !! " jawab nenek


"iya nek enggak apa apa, saya memaklumi kok !!"


"hah nak tampan !! " ucap ku sampai terheran heran dan sangat tidak percaya kata kata itu keluar dari mulut nenek


entah apa yang merasuki nenek, mendadak nenek jadi sangat baik dan ramah sekali pada profesor hajun, aku sendiri sampai terheran heran melihat cara bicara nenek. sementara itu profesor hajun juga malah sebahagia itu saat berbicara dengan nenek.


"sudah lama berdiri di sini nak ?? "


"enggak .. " belum selesai aku bicara profesor langsung menyerobot bicara dan langsung memotong pembicaraan ku


"iya nek !!, kaki saya sampai pegal berdiri di sini !!" ucap profesor hajun sambil melirik ke arah ku.


"kamu itu bagaimana sih mira !!, bawa pacar ke rumah kok nggak di bawa masuk ke dalam, kalau dilihat tetangga kan enggak baik !! "ucap nenek memarahi ku


"tapi nek dia itu bukan pacar sa.... ya... !! " jelas ku


"ya tuhan ... !! "


sesampainya di dalam aku hanya di cuekin oleh nenek, nenek justru sibuk mengobrol dengan profesor hajun di ruang tamu, tanpa melirik sedikitpun ke arah ku yang masih duduk di teras sambil memandanginya.


"idih idih siapa itu neng ?! pacar eneng ya ?!" ucap pak tarman lalu duduk di sebelah ku


aku hanya membalas ucapannya dengan menghela nafas panjang


"weleh weleh .. !! ganteng banget non, udah kaya artis korea !!"celetuk pak tarman lagi


"bukan pak !! "


"iya neng ganteng banget ..!! pak tarman saja yang sama sama cowok suka lihatnya neng, udah gitu putih, ganteng, tinggi, aduh bawa mobil apik tenan, pastinya orang kaya itu neng, cocok banget buat di jadiin calon mantu !! haduh ngelus dada saya lihatnya neng " celoteh pak tarman


*apik tenan : bagus banget


*ngelus dada :mengusap dada atau bisa di artikan takjub


"hah susah deh kalo bahas yang kaya ginian !! pak tarman nggak akan tahu !!"

__ADS_1


"tau neng, pak tarman tahu kalau si eneng pasti sedang katresnan tenan sama orang itu !, tenang neng, tenang pak tarman dukung 100% buat hubungan si eneng !! nanti kalau nenek nolak nih, pak tarman bakal maju duluan neng buat belain si eneng !!"ucapnya menggebu ngebu


*katresnan tenan : cinta banget atau bucin


"iya terserah pak tarman saja deh !! "


karena jenuh mendengarkan ucapan pak tarman akhirnya aku pergi dan meninggalkan pak tarman yang sedang asik mengoceh.


"eh neng mau kemana ?, saya kan belum selesai ngomongnya !! "


"mau ke kamar pak ! mendadak saya ngantuk !! "


"lah itu pacarnya gimana ??! "


"biarin aja lagi asik ngobrol sama nenek ?! "


"kamu itu neng saja ada ada !, eh salah maksudnya ada ada saja ! "


aku sampai tidak menyangka kalau pertemuan kami akan seperti ini, sebenarnya aku juga sangat penasaran dengan pembicaraan nenek dengan profesor hajun, sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan, sampai sampai nenek mendadak lupa dengan keberadaan cucunya sendiri.


karena terlalu lama menunggu nenek mengobrol, akhirnya aku sampai ketiduran di dalam kamar, lalu begitu aku terbangun, hari sudah sore dan hampir gelap, nampaknya profesor hajun juga sudah pergi dari rumah ini.


malam ini aku terdiam di dalam kamar, tak ada yang aku lakukan, hanya tidur sembari menatap langit langit di atas kamar ku.


aku masih mencoba berfikir dan terus berfikir akankah itu dirinya ?! apakah itu sungguh dia yang datang siang tadi ?!, apakah saat itu aku masih tertidur dan bermimpi yang amat panjang. aku bahkan tak percaya dengan semua ucapannya, seakan akan dia baru saja melamar ku langsung di depan nenek, dengan mudahnya dia mengatakan kalau dia adalah pasanganku, meski aku sadar jika takdir di antara kita tak berjalan beriringan, melainkan saling bertolak belakang.


jikalau takdir menginginkan kita harus bersama, di antara kita harus ada yang berani berkorban itulah resikonya. namun aku tak ingin mengorbankan segalanya hanya demi dia yang tak tahu arah kemana tujuannya.


kurasa musim semi tak akan pernah datang di dalam hidupku, meski dia datang, namun musim dingin telah membekukan hatiku terlebih dahulu.


bagiku dia adalah sebuah angin, yang ketika semakin aku berusaha untuk mengejar, dia akan pergi semakin jauh lalu menghilang, namun jika aku hanya diam dan tak melakukan apa apa dia justru datang dan menyejukkan ku.


diriku ini masih saja terus memikirkan alasan.


ya ! sebuah alasan mengapa aku tak bisa melepaskannya ataupun menggenggamnya.


entah mengapa aku tak bisa meninggalkan dia dan tak bisa pula menghapusnya dari dalam hatiku.


bahkan di setiap hari, meski di saat mentari bersinar sepanjang hari aku masih tetap berdiri tegak di tempat yang sama sambil menantikannya meski aku tahu itu semua akan sia sia.


meski aku tak pernah terlihat mempesona dimatanya, aku tak peduli seperti apapun yang aku jalani, aku tetap merindukannya.


setiap tetes air mataku, setiap kepingan perasaanku, mengapa tak ada sedikitpun tempat untuk menyembunyikannya dari hadapannya, semua terlihat sangat jelas di mataku.

__ADS_1


meski aku terus berusaha melepas semua perasaan yang ada di hatiku, namun air mata ku seolah olah membawaku kembali kepadanya.


__ADS_2