Love In Silent

Love In Silent
kendala


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan makan malam, kami pun sekedar bersantai di ruang tengah sambil menonton televisi lalu duduk mesra di sofa, mumpung suasana hati mas hajun sepertinya sedang baik, aku pun mencoba untuk memberanikan diri memulai untuk bertanya mengenai hal hal seputar pekerjaan.


“mas !”


“hmm “saut mas hajun sambil menonton televisi dan mengelus lembut rambutku


“mas ada yang mau aku tanyain ke kamu !”


“ya, apa ?”


“kalau semisal aku mau kerja, boleh enggak mas ?”


“boleh !”


“serius ?”


“iya !, memangnya kamu mau kerja apa ?”


“kalau aku mau masuk kerja di perusahaan kamu aja gimana ?”


“perusahaan aku ?”seketika raut wajah mas hajun langsung berubah


“iya !”


“hmm.. kalau bisa jangan di perusahaan aku dong sayang !”


“loh memangnya kenapa ?”


“karena saat ini perusahaan aku sedang enggak begitu baik performanya, jadi lebih baik kamu kerja di tempat lain saja !”


“loh terus apa hubungannya sama aku mas ?”


"ya ada dong sayang !"


"iya apa ?"


"pokoknya ada, dan menurut aku kamu juga enggak cocok kerja di perusahaan aku !"


"kamu ngremehin aku mas ?"


"enggak .. aku enggak meremehkan kamu kok sayang, aku cuma sedang mencocokkan situasi perusahaan aku saat ini dengan kamu !"


"oh jadi kamu menganggap kalau aku ini tidak ada kemampuan untuk bergabung di perusahaan kamu mas !"


“ck.. kalau kamu maksa mau kerja di perusahaan aku, mendingan kamu enggak usah kerja dan di rumah saja !"ucap mas hajun seketika dengan nada yang sangat ketus


seketika aku langsung terdiam mematung, entah mengapa aku mulai merasa ada sesuatu yang mengganjal dari jawaban yang mas hajun lontarkan padaku saat ini, entah apa dan mengapa, aku merasa ada sesuatu yang ia sedang sembunyikan dariku, dan kini rasanya aku makin penasaran dengan jawaban itu, aku makin ingin nekat untuk masuk ke dalam perusahaan itu tanpa sepengetahuan dari suamiku sendiri.


“mas .. aku sudah sekolah sampai setinggi ini dan dengan perjuangan yang enggak main main demi mendapatkan gelar yang aku idam idamkan, lalu setelah aku mendapatkannya kamu justru melarang ku bekerja, apa kamu enggak prihatin sama aku mas ?”


"sayang aku tidak pernah melarang kamu untuk kerja, justru aku lebih membebaskan kamu dalam mengambil keputusan yang kamu mau !"

__ADS_1


"mas kamu enggak melarang apapun keputusan aku, tapi kamu melarang aku bekerja di perusahan kamu, itu kan aneh mas !"


"sayang bukan itu maksud aku !"


"terus maksud kamu apa mas ?"


"aku cuma tidak ingin membebani kamu saja sayang !"


"loh justru itu mas, dengan aku bekerja di perusahaan kamu, aku jadi tahu kalau sewaktu waktu kamu sedang merasa kesulitan, lalu aku akan lebih leluasa untuk membantu kamu !"


"enggak, itu enggak perlu sayang !"


"mas apa salahnya sih kalau aku ingin kerja di sana ?, apa kamu enggak ingin aku bekerja di perusahaan kamu, atau jangan jangan .. !"


“sayang kamu jangan berpikiran yang aneh aneh dong, aku melarang kamu bekerja di perusahaan aku karena niat aku baik kok sama kamu, lagiankan masih ada aku yang bisa nyari duit buat kamu !”


“terus ngapain mas tadi bilang ngizinin aku buat kerja tapi ..”


“ssssttt .. udah malem sayang aku ngantuk !”ucap mas hajun sambil beranjak meninggalkan aku sendirian di ruang tv


“kenapa kamu bilang seperti itu mas dan membuat hati ku tidak tenang dalam sekejap mata !”gumam ku


***


Pepohonan mulai tampak menghijau, dedaunan berwarna hijau muda terlihat mulai bermunculan dan tumbuh dengan lebatnya, kuncup kuncup bunga juga mulai bermekaran lagi.


“haah .. bulan ini sudah memasuki musim semi rupanya !”celetuk dongjun


"kau tidak lihat itu !" ucap dongjun sambil menatap ke jendela dan menatap pepohonan di bawah gedung


"wah cantiknya !"


"cantik bukan !"


"iya, sangat cantik ?"


"tentu saja, musim semi memang sangat menakjubkan !"


"iya kamu benar, aku sampai lupa dan tidak sempat melihat kalau ternyata sana sini bunga sudah mulai bermekaran !"


"hei apa kamu sesibuk itu, sampai harus mengatakan sesuatu yang membuat ku ingin tertawa !"


"hei asal kamu tahu aku ini sangat sibuk meski aku hanya seorang pengangguran !"


"benarkah ?, memangnya kamu sibuk apa !"


"Asalkan kamu tahu pekerjaan sebagai ibu ..ru ..!"


"apa ibu ?, kamu seorang ibu ?"


"tidak, itu maksud ku pekerjaan ku membersihkan rumah setiap hari sudah seperti seorang ibu !"

__ADS_1


"ah begitu rupanya, aku kira kau benar benar seorang ibu !"


"kalau kamu ?"ucap ku berusaha mengalihkan pembicaraan


"aku ? kenapa ?"


"apa kamu sudah ada wacana kencan di musim semi kali ini ?” ucapku sedikit menggodanya


“kenapa ?"


"apa ?"


"kenapa kamu tiba tiba menanyakan hal itu padaku ?"


"hanya ingin tahu !"


"sepertinya aku belum menyiapkan wacana apapun !”timpal dongjun


“kenapa ?”


“karena sepertinya di musim semi yang indah ini tim kita dapat masalah besar !”ucap dongjun sambil meletakkan sebuah dokumen di atas meja kerjaku


“apa maksud kamu ?”ucap ku seraya melepas jaket


“hah maaf mira, kali ini laporan dari tim kita terpaksa harus di kembalikan dan merevisi ulang ide baru lagi ?”


“loh kenapa ?”


“ketua cha marah besar karena bahan dokumen rapat yang kamu usulkan hampir sama dengan milik ji hye !”ucap dongjun sambil mendesis


“dokumen meeting yang aku buat sama dengan milik ji hye ?”ucap ku tidak percaya


“iya .. dan kemarin ketua cha sempat berpesan kepadaku kalau hari ini kamu harus bertemu dengannya dan membahas dokumen ini !"


"pagi ini ?"


"iya !"


“tapi bagaimana bisa laporan yang aku buat bisa sama dengan milik je hye, aku bahkan sudah merahasiakan ide laporan itu dan menyimpannya dengan sangat rapih agar tidak dicuri siapapun !”


“entahlah .. yang jelas laporan dari tim ji hye lebih mendetail dan sangat rapih susuannya !”ucap dongjun


“tapi bagaiman bisa ?”


“maaf mira bukannya aku bermaksud hendak menyalahkan kamu, kita itu satu tim dan aku juga merasa bersalah akan kejadian yang terus terulang pada tim kita !”ucap dongjun


Aku menghela nafas cukup panjang dan mencoba terus bersabar dengan cobaan yang aku terima, entah mengapa semenjak dua bulan awal saat aku di terima di perusahaan suami ku selalu saja ada seseorang yang sengaja melakukan ini padaku, bahkan saat masa training aku juga sempat mendapat kesulitan karena beberapa orang yang tidak suka denganku, beruntung ada dongjun yang selalu menyemangati ku di kala aku mulai depresi dengan berbagai macam kesalahan kesalahan kecil yang sering menyudut kepadaku, meskipun kesalahan itu bukan aku yang melakukannya.


“kamu enggak usah khawatir aku akan temani kamu masuk ke ruangan pak ketua cha !”


“eeh tapi !”

__ADS_1


“aku kan ketua tim kamu, justru akulah yang bertanggung jawab dengan kesalahan tim kita, termasuk juga tentang laporan itu !”ucap Dongjun berusaha menangkan pikiranku.


__ADS_2