
Ayana keluar dari toilet, matanya sembab serta hidung memerah, walaupun sudah dibasuh tetap saja wajahnya terlihat berantakan. Ayana tidak ingat kenapa bisa sampai naik ke atap, dia hanya ingat berlari menumpahkan luka hati agar tak ada yang melihatnya, tetapi tidak disangka dia berlari sampai sejauh itu.
Ayana bermaksud turun ke lantai dua setelah sebelumnya melewati lantai tiga, sekolah ini memang memiliki empat lantai dan yang paling atas adalah atap. Dia yang banyak memikirkan sesuatu tidak menyadari satu anak tangga terlewati karena langkahnya terlalu lebar.
Gadis itu merasakan sakit di kaki, tubuhnya limbung dan akan terjatuh. Ayana memejamkan mata karena takut, kali ini dia tidak bisa berbuat apapun dan pasrah jika tubuhnya akan menghantam lantai.
Sebuah tangan menarik tubuh Ayana membuat kaki gadis itu berputar dan terkilir, dia menanbrak tubuh orang yang menolongnya, secara refleks kedua tangan Ayana memeluk leher orang itu, dia merasakan pelukan erat di pinggang.
Untuk beberapa menit mereka tetap di posisi tersebut, Ayana mencium aroma maskulin dari tubuh orang itu, dia tersadar dan perlahan menjauhkan tubuhnya.
Mata Ayana membulat, Sky berada di depannya begitu dekat dan intim. Pemuda itu menatap lekat, sang suami telah menolong dia saat akan terjatuh.
Pelukan Sky di pinggang terlepas, Ayana juga akan melepas kedua tangan yang berada di leher Sky, tetapi pemuda itu mencegahnya dan tangan mulus gadis itu kembali melingkar di sana. Sky juga kembali memeluk pinggang Ayana.
Ayana meneteskan air mata karena teringat kejadian Flora yang memeluk Sky. Pemuda itu mengusap air matanya dengan pelan.
Sky mendekatkan wajah, hidung mereka bersentuhan, napasnya yang tenang beradu dengan napas Ayana yang memburu, sampai tidak ada jarak lagi bibir mereka bersentuhan dengan lembut. Ayana terkejut, tetapi tidak lama gadis itu memejamkan matanya.
Ciuman itu begitu hangat dan menggairahkan, Sky semakin memperdalam saat Ayana membalas, dia tidak ingin berhenti dan terus memejamkan mata menikmati lembut dan manisnya bibir Ayana.
Mereka tidak sadar berada di mana sekarang, bisa saja ada orang yang melihat atau lebih parahnya guru yang menangkap basah kelakuan dua muridnya.
Sensasi mulas terasa di perut Sky, dia begitu menikmati karena rasanya begitu menyenangkan. Sudah lama dia ingin melakukan hal ini. Sedangkan Ayana justru merasa seluruh pori-pori di permukaan kulitnya meremang, perlakuan Sky membuatnya merinding dan juga ... bahagia.
Sudah lebih dari lima menit mereka berpagutan, mereka berhenti saat mulai merasa sesak karena udara yang mereka hirup mulai habis. Sky melepaskan bibirnya, tanpa disadari lonceng sudah berbunyi dan mereka masih saling menatap.
Semua siswa keluar untuk beristirahat, suara langkah banyak orang membuat mereka tersadar. Ayana melepaskan pelukan, dia mundur dua langkah, Sky merasa tidak rela dia masih ingin melakukannya lagi.
Sky menarik pergelangan tangan Ayana untuk mengikutinya. Ayana pasrah dan dia ikuti langkah sang suami yang ingin membawanya pergi sebelum koridor sekolah dipenuhi para siswa.
"Sky!! Ayanaaa!!"
Suara seorang gadis menghentikan langkah mereka, Sky mengumpat dalam hati, siapa orang yang sudah mengganggunya? Sedangkan Ayana gadis itu terkejut setengah mati.
"Sky? Ayana? Kalian dari mana saja? Kami mencari sejak tadi." Flora, Aino dan Ling menghampiri mereka, Sky dan Ayana hanya saling menatap.
"A-aku tadi dari toilet dan mau jatuh, tetapi Sky menolongku." Ayana menjawab dengan gugup, Sky kesal sendiri, di saat seperti ini dirinya tidak bisa berkata apapun.
__ADS_1
"Lalu, apa kakimu apa baik-baik saja? Tadi kulihat cara jalanmu tidak seperti biasa." Ayana mengernyit, karena dia tidak merasakan sakit apapun, sedangkan Sky baru teringat Ayana pasti terkilir 'dasar bodoh', pemuda itu merutuki dirinya karena tidak memperhatikan hal itu.
"Sebaiknya aku periksa kakimu dulu." Ling tiba-tiba berjongkok dan menurunkan kaos kaki Ayana.
"Ya ampun, kakimu bengkak dan membiru, sebaiknya kau cepat ke UKS!" saran Ling pada Ayana
"Eh ...? Apa benar kakiku bengkak? UKS ada di lantai bawah, tetapi tidak apa aku masih bisa berjalan, ayo!!" Ayana mengajak ketiga temannya untuk berjalan, tetapi tiba-tiba saja dia memekik, tubuhnya melayang, saat dia sadar ternyata dia di gendong Sky, gadis itu malu karena jadi tontonan siswa lain, sedangkan ketiga temannya tertawa, walaupun sebenarnya ada sedikit rasa cemburu bagi Flora.
Ayana dan temannya masih berada di UKS, kakinya sudah diobati tapi justru sakitnya mulai terasa, Sky sudah tidak ada, pemuda itu langsung pergi setelah mengantarnya ke UKS.
...
Lonceng kembali berbunyi, Ayana di tinggalkan karena kakinya masih terasa sakit. Hari ini dia tidak mengikuti satu pun mata pelajaran, penyebabnya tidak lain adalah suaminya sendiri, pertama pemuda itu membuatnya menangis, lalu pemuda itu memberinya kejutan lewat ciuman.
Mengingat hal itu wajah Ayana memanas, rona merah menyebar di pipinya, gadis itu menutup wajah dengan kedua telapak tangan, merasa malu sendiri, bahkan kalau dipikirkan dia kesulitan mengimbangi ciuman Sky yang begitu menggebu, tanpa disadari senyum cantik terlukis di bibirnya.
Brak ... Ayana terlonjak, pintu seketika terbuka lebar, seorang pemuda berambut merah tampak khawatir dan segera menghampiri satu-satunya orang yang ada di sana.
"Ayana! Apa yang terjadi, apa kau baik-baik saja?" Nara tampak panik, pemuda itu mencengkram bahu Ayana, gadis itu tengah duduk di tepi ranjang UKS.
"Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir, lagi pula dari mana kau tahu?" tanya Ayana.
"Kenapa tertawa?" tanya Nara dengan nada kesal.
"Tidak, aku hanya merasa kau lucu saja," jawab Ayana sedikit tertawa.
"Hhhh ... akan lebih lucu lagi kalau kau tidak mengakhiri hubungan kita, aku sangat menyayangimu Ayana." Nara menghela napas dan mulai berkata serius.
"Aku ingin selalu melihat senyummu," ucap Nara tulus.
"Nara sud- ...." Ayana mencoba berkata.
"Ya ... ya ... aku tahu, jangan dibahas lagi, 'kan?" ucap Nara memotong perkataan Ayana.
"Bagaimana pernikahanmu? Apa kau bahagia?" tanya Nara, gadis itu membulatkan matanya, bagaimana pemuda itu bisa tahu tentang pernikahanya?
"Kenapa kau terkejut? Aku tahu dari seseorang, jangan khawatir aku tidak mengatakan pada siapapun." Ayana merasa takut, apa mungkin Nara juga tahu siapa orang yang menikah dengannya?
__ADS_1
"Sky Violet. Benar, 'kan?" Pertanyaan Nara terdengar menyeramkan di telinga Ayana, gadis itu tidak bisa menjawab.
"Violet buangan, eh?" Nara menyeringai saat mengatakanya.
"A-apa maksud perkataanmu, Nara?" Ayana tidak mengerti kenapa Nara tega mengatakan hal itu.
"Kau tidak tahu tentangnya, ya? Kasihan sekali," ucap Nara mengejek.
"Dengar Ayana! Kau tidak bisa berharap apa-apa darinya, kembalilah padaku, hm!?"
"Lagipula, sekarang dia pacaran dengan sahabatmu, apa kau tega merebut kebahagian sahabatmu?" tanya Nara, suaranya masih terdengar merendahkan.
"Dia suamiku, aku lebih berhak dari siapapun karena aku adalah istrinya," tegas Ayana, nada suaranya terdengar begitu berani.
"Ohh ... jadi kau baru saja mengakui kalau kau menyukai si bisu itu?"
Ayana mulai jengah, sikap Nara begitu menyebalkan, dia mencoba berdiri walaupun kakinya terasa begitu sakit.
"Sebaiknya kau segera pergi, jangan mencampuri semua urusanku!!" ucap Ayana tegas, Nara tersenyum mendengarnya.
"Baiklah aku hanya berharap kau tidak menyukainya dan aku akan mendapatkanmu kembali." Dengan percaya diri Nara berucap, kemudian pergi setelah melambaikan tangannya.
Ayana terduduk kembali, pikirannya kacau semua ucapan Nara masih terngiang.
'Violet buangan?'
'Apa maksudnya? Aku harus mencari tahu tentang Sky.'
Ayana berguman dalam dirinya, dia harus mencari tahu tentang kehidupan sang suami, sejujurnya dia merasa takut dengan apa yang dikatakan Nara, ada apa sebenarnya?
Ayana peduli, dia mengkhawatirkan Sky, walaupun dia sendiri tidak tahu bagaimana perasaan pemuda itu pada dirinya. Ayana berjanji akan lebih berusaha untuk memenangkan cinta suaminya, karena dia sendiri sudah jatuh cinta pada pemuda itu.
Sky dan Nara bermusuhan, apa itu karena dirinya? Ayana merasa harus mencari tahu, termasuk mencari tahu alasan kenapa Sky menciumnya tadi, apa semua karena permusuhanya dengan Nara? Dengan segera dia meninggalkan UKS dengan langkah tertatih.
To be continue
See you next chapter
__ADS_1
Kunjungi juga akun ku dan baca semua karyaku, ok???