Love In Silent

Love In Silent
Ketok Palu


__ADS_3

ketika waktu subuh tiba miranda segera terbangun dari tidurnya, dia tidak menyadari keberadaan dongjun saat itu, namun saat miranda keluar dari, kamar saat itu juga dia baru menyadari, kalau dongjun tidur di sofa sejak tadi.


"dongjun !" panggil miranda


"hmm !"


"kenapa kamu tidur disini ?!"


"karena kamu mengganggu tidurku !" ucapnya bergumam


"apa ? memangnya aku mengganggumu saat tidur ?"


"grookk !!!" seketika dongjun langsung mendengkur cukup keras


"dasar !"


ketika sang mentari mulai malu malu menampakkan cahayanya miranda segera menggeledah isi lemari pendingin di rumah dongjun.


"hanya ada ini ??"ujar miranda saat melihat lemari pendingin yang hanya berisikan air mineral dan satu bungkus nori


"apa dia seekor duyung ? setiap hari hanya mengonsumsi air dan rumput laut kering !" ujar miranda kesal


"lebih baik aku pergi ke supermarket untuk beli bahan makanan, masa bodoh kalau dia mencari aku nanti, lagi pula aku juga tidak akan lama kok !"


akhirnya miranda pergi ke supermarket terdekat lalu membeli beberapa bahan makanan untuk ia masak pagi ini, lalu saat dia ingin membayar barang belanjaannya tak sengaja miranda melihat ada sebuah selembar kertas bertuliskan lowongan pekerjaan di dekat kasir.


"ehem .. permisi !" ucap miranda


"apa lowongan ini masih berlaku ?!" tanya miranda pada petugas kasir


"masih, jika anda berminat silahkan tinggalkan berkas lamaran anda di sini sebelum toko ini tutup !" ucapnya sambil menghitung belanjaan miranda


"oh baiklah !"


"totalnya 36 ribu won !"


"ah iya !"


"silahkan ini belanjaannya, dan ini kembaliannya !"


"terima kasih !"


"sama sama !"

__ADS_1


sepulangnya dari supermarket terdekat miranda langsung memasak bahan makanan yang dia beli tadi, sementara miranda masih memasak dongjun masih tertidur pulas di sofa dengan posisi yang masih sama seperti sebelum miranda pergi tadi. saat miranda memasak di dapur bau masakan yang menggoda mulai mengusik hidung dongjun kala itu, hidungnya mulai mengendus bau masakan yang berterbangan di ruangan perlahan lahan matanya juga ikut terbuka lalu dongjun duduk sambil melihat ke arah dapur.


"baunya enak ?"gumam Dongjun seketika itu perutnya berbunyi cukup keras.


"kamu baru bangun !?" ucap miranda sambil membawa masakannya ke meja makan


"kamu masak di pagi buta seperti ini ?"


"pagi buta ? kamu tidak lihat langit sudah terang benderang seperti ini ?"


"oh begitu ya ? rasanya aku baru tidur 2 jam yang lalu !"


"memangnya semalam kamu tidak tidur ?"


"iya memangnya kenapa ?"


"kamu pasti sengaja begadang kan !?"


"begadang !! aku tidak bisa tidur itu karena kamu tahu tidak !"


"karena aku ?"


"hah ?!!"


"eh itu kamu itu semalam .. mengigau iya itu, semalam kamu mengigau keras sekali sampai aku tidak bisa tidur karena kamu berisik sekali !"


"tapi sepertinya aku jarang sekali mengigau !" ucap miranda bingung


"ya mana aku tahu !" ucap dongjun sambil buru buru pergi ke kamar mandi.


dan sampai saat itu miranda tidak pernah tahu apa yang terjadi pada malam itu.


***


tak terasa miranda sudah menghabiskan kesehariannya du rumah dongjun selama satu minggu lamanya, dan kini tibalah waktu yang sangat ia tunggu tunggu pun telah tiba, tepatnya hari ini miranda akan menghadapi sidang perceraiannya dengan hajun di temani oleh Dongjun.


"kamu sudah siap mira ?"ucap dongjun bertanya saat melihat raut wajah Miranda yang mulai nampak cemas dan khawatir, kemudian miranda mengangguk sambil menatap wajah dongjun.


"baiklah kamu akhiri semua masa lalu mu hari ini !" ucap dongjun seraya mengandeng tangan miranda menuju gedung kejaksaan untuk menghadiri persidangan.


sesampainya di dalam ia melihat hajun sudah hadir dan duduk disana dan dibelakangnya juga ada min sera yang ikut serta hadir ke sidang perceraian kami.


"kamu sudah datang lebih dulu mas !"

__ADS_1


"hmm !" ucapnya sangat ketus


"aku tidak menyangka kamu masih tetap egois ya mas !" ucap miranda lagi, dongjun terlihat, acuh dan tidak menggubris ucapan miranda. beberapa saat kemudian sidang pun di mulai dan berlangsung cukup lama, satu sama lain diantara mereka saling membantah atas tuduhan mereka masing masih, hingga akhirnya sang hakim memutuskan perceraian antara hajun dan miranda telah resmi di setujui oleh kejaksaan. di satu satu sisi hajun terlihat sangat bahagia dengan canda tawa bersama rekan kerjanya serta saat bersama dengan min sera begitu persidangan telah usai, namun disisi lain miranda nampak sangat murung dan terlihat sangat menyesal akan perceraiannya itu. Hari itu juga miranda pulang ke rumah hajun membawa beberapa barang yang masih tersisa di sana. air matanya terus menetes tanpa henti ketika di saat terakhirnya di rumah itu ia melihat vas foto pengantin di kala itu.


"sedang apa kamu berlama lama di sini ?!" ucap hajun


"iya .. saya akan segera keluar !" ucap miranda sambil mengusap air matanya.


"ini !!"ucap hajun seraya menyodorkan sebuah amplop coklat kepada miranda


"apa ini ?!"


"sejumlah uang untukmu !" untuk sesaat miranda terdiam dan bingung harus menerimanya atau tidak.


"udah enggak usah banyak mikir !! ambil uang ini dan segera angkat kaki daei rumahku !"


seketika miranda tidak bisa menahan derai air matanya, ia kembali menitikkan air mata sambil menerima uang pemberian dari mantan suaminya.


"ada satu dokumen yang sengaja aku tinggalkan di dalam lemari pakaianku mas !"


"untuk apa kamu tinggalkan di sana ?!"


"dokumen itu akan membuatmu tahu siapa yang sebenarnya salah selama ini !" seketika hajun langsing mengernyitkan alisnya sambil menatap miranda keheranan.


"seandainya waktu telah lama berlalu dan kita sudah sling melupakan .. tolong hiduplah lebih bahagia lagi daripada saat bersamaku !" ucap miranda menitipkan pesan terakhirnya, setelah itu dia langsung bergegas pergi dari rumah itu, saat miranda mulai tak terlihat di ujung jalan, hajun kembali menoleh dan menatap miranda dari kejauhan lalu tanpa sadar air matanya berlinang membahasi kedua pipinya, dia terus menatap dengan penuh rasa kekecewaan yang sangat mendalam pada mantan istrinya.


***


di sepanjang jalan miranda menangis karena rasa penyesalannya yang teramat mendalam, dia tak pernah menduga kalau akhirnya akan jadi seperti ini, sebuah kehancuran hanya karena kesalahan sepele yang membuat keretakan semakin membesar, lantas bagaimana dengan nasibnya sekarang semua sudah terlanjur terjadi dan dia tidak, akan mungkin bisa untuk menutup nutupi selamanya, lambat laun perceraian itu pasti akan di dengar oleh pamannya.


"mira !" panggil dongjun saat turun dari dalam taksi


Sroot !! seketika miranda langsung mengelap ingusnya dengan tisu.


"kamu habis menangis mir ?"ujar dongjun memeriksa wajah miranda yang memerah


"tidak kok .. aku hanya sedang sedikit flu !" namun meski miranda berkata bohong dongjun sudah paham dengan apa yang sebenarnya sedang ia tutup tutupi.


"oh iya, aku sudah bawakan beberapa bajumu dari rumah tadi !"


"terima kasih !"


"aku juga sudah mencarikan beberapa tempat tinggal untukmu dengan harga murah !"ucap Dongjun begitu antusias

__ADS_1


__ADS_2