
memang aneh tapi nyata, bukannya makan dengan baik aku malah jadi seperti seorang penguntit di siang hari ini, tapi kalau aku tidak seperti ini bisa bisa mas hajun akan menyadari keberadaan ku kali ini.
setelah makan siang selesai akhirnya mas hajun mengumumkan kabar yang aku tunggu tunggu sedari tadi.
"sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras kalian dan untuk hari ini juga, karena kalian bersedia makan siang bersamaku !" ucap mas hajun
"sama sama pak, justru kami semua yang berterima kasih banyak hari ini kepada anda pak !" jawab pak cha
"iya sama sama saya juga senang kalau kalian semua menikmatinya !"
terlihat semua orang sangat bahagia dengan hidangan makan siang kali ini, terkecuali aku.
siang ini akan menjadi penentu bagiku, kali ini aku harus tahu seperti apa kiranya mas hajun kalau sedang ada di kantor dan di kelilingi oleh wanita cantik saat tidak ada aku di sampingnya
"mari kita lihat orang seperti apa dia sebenarnya"gumam ku dalam hati
"karena waktunya sedang pas sekali hari ini, ada satu hal yang mau saya sampaikan kepada kalian semua !"
"oh iya silahkan pak !" saut ketua cha
"ada kabar yang mau saya sampaikan, tapi ini bukan mengenai tentang pekerjaaan kita !"
spontan semua orang berbisik bisik karena sangat penasaran, begitu juga dengan aku dan dongjun yang selalu memperhatikan hajun lee dari ujung meja
"kira kira apa yang mau dia umumkan, sampai harus mengumpulkan semua karyawannya di jam makan siang ini !" bisik Dongjun tidak kalah penasarannya denganku.
"aku juga masih menantikannya !" ucapku menyahutinya
"hal yang ingin saya sampaikan adalah mengenai berita pernikahan saya !"
"pernikahan ?" ucap semua orang terkejut
lalu seketika suasana di dalam restoran itu sangat tenang dalam sekejap, semua orang membisu dan tak ada yang berani bertanya atau berbicara sedikitpun.
"kenapa diam .. kenapa kamu tidak lanjutkan bicaranya mas !"ucapku geregetan di dalam hati
"saya akan menggelar pernikahan saya dalam waktu dekat ini !!"
"apa !!" sontak aku langsung berteriak
tapi beruntung saja dongjun langsung menutup mulutku dengan potongan puding yang ada di meja makan.
"haha kamu syok sekarang ?!" ucap dongjun merasa puas
"baru saja .. apa yang dia bilang ??" ucapku masih tidak percaya
"dia akan menikah dalam waktu dekat ini !" ucap dongjun dengan santainya
"di .. di .. dia !"
"iya .. dia CEO kita yang terhormat pak hajun lee.. jadi berhentilah bermimpi untuk terus menggodanya !"ujar dongjun sambil menertawai ku
"kamu gila .. untuk apa aku menggodanya kalau aku sudah jadi istri .. "
__ADS_1
"hah ?!!, kamu jadi istri siapa ?" dalam sesaat dongjun menatap ku dengan tatapan curiga
"aku ? kapan aku bilang istri hahaha .. !"
"baru saja ?"
"kamu salah dengar !"
"jadi ?"
"tadi itu aku bilang is .. istilah, iya tadi aku bilang istilah hahaha !"
"istilah ?!"
"iya hahaha, untuk apa aku menggoda pak ceo kalau aku itu cuma istilahnya orang lain yang tidak dia kenal haha iya kan !"
"ssss .. tapi rasanya ada yang aneh ?, apa telingaku ini yang sedikit bermasalah, tapi sepertinya aku dengar dengan sangat jelas kalau kamu bilang istri !"ucap dongjun ragu ragu
"sebaiknya kita langsung kembali saja ke kantor sekarang !"ucapku berusaha mengalihkan perhatiannya
"loh kenapa ? yang lain saja masih ada di sini, untuk apa kita buru buru kembali ke kantor, nikmati saja waktu yang ada sekarang !" ujar dongjun dengan santainya
"kalau kau tidak mau biar aku saja yang kembali ke kantor sendiri !"
"eh .. eh miranda tunggu aku !"teriak dongjun sambil mengejarku
dan tanpa di sadar teriakan dongjun itu telah sampai di telinga semua orang kantor, tak terkecuali hajun lee.
" hmm ? miranda ?"
"apa di kantor kita ini ada yang bernama miranda ?"tanya hajun pada ketua cha
"miranda ?"
"baru saja aku mendengar ada yang berteriak memanggil nama miranda !"
"iya ada pak, dan cuma ada satu yang bernama miranda disini, tapi anak itu akhir akhir sering membuat masalah keributan di kantor !"
"keributan ? keributan seperti apa yang dia buat !?"
"dia sering melakukan pekerjaan yang salah dan sering bertengkar dengan rekan kerjanya pak, dia sudah seperti anak kecil yang sangat nakal di kantor pak !" keluh ketua cha
"ah begitu rupanya ??"
"miranda yang dia maksud bukan miranda istriku kan ?" gumam hajun dalam hati
***
jam kerja sudah di mulai sejak lima menit yang lalu, tapi suasana di dalam kantor masih saja terlihat sangat sepi, nampaknya makan siang kali ini sungguh membuatnya lupa dengan jam kerja, apa dia pantas menjadi seorang CEO kalau mengurus jam kerja bawahannya saja suka molor seperti ini.
semoga saja setelah pulang kerja aku bisa mengontrol emosiku agar aku tidak bertanya apapun tentang apa saja yang terjadi hari ini di kantor, karena kalau sampai aku menanyakan hal ini bisa jadi penyamaran ku bisa terbongkar sebelum waktunya.
"hah ... !!!" lagi lagi dongjun menghela nafas panjang dan membuat telinga ku sakit saat mendengarnya.
__ADS_1
"bisakah kau berhenti menghela napas, kau membuat ku tidak berselera mengunyah makananku !" teriakku kesal
"haaahhhhh .... !!!" sepertinya dia memang sengaja melakukannya dan ingin membuat ku makin kesal dengan Suaranya itu.
aku langsung berdiri dan menghampiri dongjun lalu menjitak kepalanya dengan keras.
"ah sakit mira !!" teriak Dongjun sambil memegangi kepalanya
"kau .. bisa diam tidak, aku bahkan tidak bisa senang walau hanya untuk menelan makananku ini !!" ucap ku mengancamnya
"iya iya .. lagian kenapa saat di restoran cina tadi kamu tidak menelan makanan mu sedikitpun ?"
"kamu tidak tahu tadi yang di hidangkan di sana itu apa !" ucapku kembali bertanya
"salad ?"
"bukan !"
"puding !"
"selain itu !"
"spicy hong bak ?"
*babi kecap pedas
"kamu tahu kan kalau aku tidak makan itu ?"
"jadi kamu sungguh tidak makan babi ?"
"iya kenapa !?"
"kenapa kamu tidak bilang padaku ?"
"memangnya kamu yang mentraktirku makan tadi siang ?"
"bukan, tapi kan aku bisa bilang ke pelayan untuk memberikan menu yang sama dengan pak ceo !"
"Memangnya kamu tahu apa yang di pesan pak ceo !"
"ayam panggang saus barbeque !"
"untuk apa membahasnya sekarang, karena nyatanya aku hanya makan salad dan pudingnya saja !"
"hah padahal aku bersedia menghabiskan satu porsi lagi untuk mu loh !"
"terserah apa kata mu, aku hanya ingin makan dengan tenang tanpa mendengarkan suara helaan napas mu itu yang sangat mengganggu di telingaku !"
"ya iya kali ini aku akan benar benar diam !"
"bagus !"
***
__ADS_1
sepanjang hari aku terus memikirkan kata kata mas hajun di restoran cina tadi siang, aku bahkan tidak bisa fokus selama bekerja satu hari full gara gara hal itu selalu terngiang ngiang di kepalaku akibat kata katanya.