
Ayana mengantar Sky ke bandara, dia tidak rela suaminya itu pergi, tapi salah satu anak perusahaan milik Sky sedang bermasalah dan dia tidak boleh egois, karena hal itu menyangkut hidup banyak orang, para pegawai Sky bisa kehilangan pekerjaan mereka.
Ayana ditemani Nicky karena Sky tidak ingin istri kesayanganya itu tinggal sendiri, hanya dua hari dan Ayana akan menunggu Sky kembali.
"Kenapa tidak tinggal di rumah ayah saja, kau akan lebih aman di sana? Ada pelayan yang akan membantu dan jika perutmu tiba-tiba sakit, jarak rumah sakit jauh lebih dekat dari rumah Ayah," ucap Nicky, mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah mengantar Sky.
"Aku tidak mau, Kakak tahu, 'kan kalau Ayah berniat memisahkanku dengan Sky?" jawab Ayana, jika sudah seperti itu Nicky tidak bisa membujuknya lagi, wanita muda itu sangat keras kepala.
Ayana sudah sampai di apartemen, entah kenapa dia merasa sakit di punggung dan juga pinggangnya, tapi dia tidak menghiraukanya, Ayana berpikir mungkin dia hanya kelelahan saja, Ayana memutuskan ubtuk beristirahat sedangkan Nicky hanya bergelut dengan laptopnya saja di kamar tamu.
...
Sudah tengah malam, Ayana tidak bisa memejamkan mata, Sky belum juga menghubunginya, mungkin pemuda itu sedang sibuk dengan pekerjaan.
Punggungnya semakin terasa sakit, Ayana merasa tidak nyaman saat berbaring, sehingga dia merasa gelisah karena tidak menemukan posisi yang nyaman.
Sudah pukul satu dini hari, perut Ayana terasa mulas, dia merasa kewanitaanya terasa hangat dan basah, Ayana pergi ke kamar mandi untuk memeriksa, dan dia terkejut karena melihat darah di pakaian dalamnya.
"Ya Tuhan!! Apa aku akan segera melahirkan? Oh, Sky!" Ayana menyebut nama Sky, dia merasa takut karena sang suami tidak bisa mendampingi, tapi dia harus berjuang demi kedua bayinya.
Tok-tok ...
__ADS_1
Ayana mengetuk kamar Nicky untuk membangunkan sang kakak, untung saja pria muda itu masih terjaga, sehingga tidak perlu waktu lama untuk menunggu pintu terbuka.
"Ayana? Ada apa? Apa kau perlu sesuatu?" tanya Nicky sedikit cemas.
"Kakak, sepertinya aku akan melahirkan!" jawab Ayana, wanita muda itu mengelus perutnya, Nicky juga melihat adiknya yang menahan rasa sakit.
"Apa? Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit!" Nicky tampak panik dan kebingungan.
"Apa saja yang kau perlukan? Apa pakaian bayimu sudah disiapkan? Maksudku di mana kau menyimpannya?" Nicky bertanya di tengah kepanikannya.
"Kakak tenanglah! Kita tunggu sampai besok pagi, aku sering berkonsultasi dengan dokter kandunganku, dia bilang aku harus tenang dan tidak boleh tegang, jika rasa mulas dan sakit semakin sering terasa, baru bayinya akan lahir," ucap Ayana panjang lebar, dia memang terlihat tenang tapi jauh di lubuk hatinya dia juga merasa takut.
"Aku akan menelpon Sky dulu, siapa tahu dia juga masih terjaga," ucap Nicky sambil menekan beberapa nomor di ponselnya.
"Kakak, Sky tidak bisa menjawab telponmu, dia tidak bisa bicara, apa kakak lupa?" tanya Ayana dan gerakan tangan Nicky di ponsel segera terhenti.
"Oh Tuhan aku lupa, lalu bagaimana?" Nicky merasa frutrasi, dia belum pernah menghadapi situasi seperti itu. Dia tidak punya pengalaman tentang masalah wanita, itu karena dia seorang pria lajang.
"Kalau kita memberi tahu sekarang, dia pasti panik dan tidak fokus pada pekerjaannya, sebaiknya beri tahu besok saja!" ucap Ayana dan Nicky hanya menganggukan kepalanya.
Nicky merasa gelisah, sepanjang malam selama menunggu pagi, dia menemani Ayana, sesekali dia melihat adiknya yang meringis, terkadang wanita muda itu menarik dan membuang napas, mungkin Ayana belajar teknik tersebut dari dokter kandungannya.
__ADS_1
Saat pagi menjelang Nicky sudah tidak tahan dan dengan segera membawa Ayana ke rumah sakit, diavuga memberi tahukan ayahnya perihal tersebut.
Keluarga Violet seperti Star dan ayahnya juga tidak dilewatkan Nicky dan terakhir dia juga mengirim pesan pada Sky setelah sebelumnya menghubungi Harry.
Mark Woodard terkejut saat mendengar Ayana akan melahirkan, dan pria itu semakin marah karena ternyata Sky tidak ada untuk menemani putrinya, pria itu menilai Sky tidak bertanggung jawab karena bisa saja terjadi sesuatu pada Ayana dan bayinya.
"Apa kalian keluarga dari Ayana Violet?" Seorang dokter yang menangani kehamilan Ayana bertanya pada sekumpulan orang yang menunggu di lorong rumah sakit.
"Ya, Dokter! Saya ayahnya, bagaimana keadaan putriku?" jawab Mark kemudian bertanya pada dokter tersebut.
"Kami akan mengoperasinya, Ayana sudah tahu sejak awal, dan kami membutuhkan persetujuan dari suaminya, dia tidak bisa melahirkan secara normal," jawab dokter itu lagi.
"Suami Ayana sedang tidak ada, jadi ayahku mungkin bisa mewakilinya, tolong lakukan yang terbaik untuk adikku!" Nicky ikut menimpali pembicaraan dokter tersebut dan ayahnya.
"Baiklah, karena kami tidak bisa menunggu lagi, kami akan segera melakukan operasi." Dokter wanita berambut pirang kemudian pergi kembali ke ruang operasi.
TBC
See you next chap
I Love you all 💕💕💕
__ADS_1