
namun seketika itu hajun langsung menahannya sampai terlihat bergetar, kedua matanya masih melotot hingga terlihat sampai berwarna kemerahan.
"ayo tampar aku, tampar yang keras mas, supaya kamu tahu kalau aku ini memang bermuka tebal seperti kamu !" saat itu hajun hanya diam dan menatap miranda dengan jengkel.
"kamu sendiri yang berjanji pada kakek, sampai dia membuat surat wasiat sebelum beliau meninggal, dan sekarang apa yang terjadi ?! kamu yang mengingkari janjimu sendiri bukan !"
"janji apa sayang !" ucap min sera mulai cemas
"kamu ingin tahu janji apa yang dia buat padaku dan juga pada mendiang kakeknya !"saut miranda mulai memancing mancing min sera
"diam kamu miranda !"bentak hajun mengancamnya
"baiklah ! akan aku katakan padamu dengan senang hati min sera !" seketika wajah min sera mulai menegang sambil menunggu miranda mengatakan sesuatu kepadanya.
"janji itu adalah .. menyerahkan semua wewenang mie daehyun kepadaku !"
"apa !!!" teriak min sera sangat syok
"tentu saja hal itu tidak dilakukan secara sembarangan sera, ada ketentuan yang berlaku juga kok !"
"ketentuan apa maksud kamu ?!" ucap min sera makin penasaran
"ketentuan itu berlaku jika .. hajun menyakiti dan mengkhianati aku selama pernikahan ini berlangsung, dan jika itu terjadi aku dibolehkan oleh kakek mengambil perusahan darinya menjadi seutuhnya milikku, dengan kata lain mie daehyun akan berpindah tangan kepadaku seutuhnya !" jelas miranda
"kamu sudah gila ya .. bagaimana kamu bisa membuat janji itu dengan wanita sialan ini !" teriak min sera histeris pada hajun
"miranda kamu serius dengan perkataan kamu itu ?!" bisik dongjun di telinga miranda
"ya iyalah aku serius !" gumam miranda lirih
"kurang ajar kamu mira !" ucap hajun makin sewot, seketika itu miranda hanya tersenyum sinis kepadanya.
"tapi .. aku tidak sebejat itu hajun !, aku masih punya hati nurani di dalam sini !" ucap miranda sambil menepuk dadanya
"itu hanya sekedar informasi yang aku ulang kembali, barang kali kamu sudah lupa dengan janjimu sendiri, dan ingat kata kataku di awal tadi, kalau aku hanya memberi dua pilihan untukmu, dan semua itu terserah padamu !"
"apa rencanamu sebenarnya miranda !?"
"tidak ada rencana apapun, kamu tinggal pilih opsi pertama atau opsi kedua !? bagaimana ?!"
"ck sial !"hajun mulai bingung dan bimbang dengan dua pilihan yang sama sama sulit
"sayang lebih baik kamu ambil keputusan yang pertama saja, itu jauh akan lebih menyenangkan untuk kita !"ucap min sera membujuknya, lalu dengan sangat terang terangan miranda mendukung apa yang diusulkan min sera lalu diapun menyodorkan dokumen perceraian serta sebuah bolpoin kepada hajun.
__ADS_1
" jadi ini yang kamu inginkan miranda !"ujar hajun sedikit menekankan suara pada kalimatnya.
"iya !" jawan miranda tanpa ragu, dongjun terus memperhatikan raut wajah miranda dari samping, samar samar dia melihat genangan air dimata miranda lalu sesaat kemudian menghilang dengan sendirinya, seperti itu berulang ulang.
***
aku tahu saat ini kamulah yang mengalami kesulitan miranda, aku juga tahu kamu selalu menahan air matamu agar tidak menetes didepan lelaki itu agar kamu terlihat tegar, namun sebenarnya hatimu telah hancur berkeping keping disana. aku selalu berusaha mengesampingkan perasaanku agar kau bisa menjadi teman mu yang baik, namun mengapa hatiku terus bergerak lagi padamu, walaupun aku terus menjauh sampai kehabisan nafas, tapi pada akhirnya hatiku selalu ada di tempat yang sama. Hanya ada satu orang yang aku tahu dan itu kamu, saat aku memikirkan mu, aku menghapusnya, namun lagi lagi aku kembali memikirkan mu seperti sebelumnya, ternyata melupakanmu itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, jika seorang selain kamu dan cinta yang selain kamu tidak akan mampu bisa mengisi hatiku lantas siapa yang harus cintai selain kamu. mendadak lamunan dongjun terhenti ketika hajun melemparkan dokumen perceraian itu ke lantai dengan keras, saat itu miranda hanya diam mematung sambil menatap hajun yang pergi dari hadapannya.
"miranda ?!" panggil dongjun
"ya !"
"kamu enggak apa apa ?!"
"iya aku baik baik saja !"
"baiklah ayo kita pergi dari sini !"
"iya !" jawab miranda agak lesu
"sudah tidak ada yang tertinggal kan ?!" tanya dongjun, lalu tiba tiba miranda menoleh ke arah kamarnya dan menatapnya cukup lama
"apa masih ada yang kamu tinggalkan ?" tanya dongjun memastikan kembali
***
hari ini dan detik ini pernikahan miranda sudah sampai di ambang kehancuran, minggu depan dia akan menghadiri sidang perceraian karena hajun sudah membubuhkan tanda tangannya di atas surat perceraian itu, dan itu artinya sebentar lagi mereka akan resmi bercerai satu minggu yang akan datang, sepanjang perjalanan miranda terlihat banyak diam, dia sering melamun ketika dongjun sedang asik mengobrol dengannya, begitu sampai di rumah dongjun miranda di persilahkan masuk dan dia akan tinggal sementara waktu di rumah dongjun sampai dia selesai mengurus perceraiannya dengan hajun.
"kamu bisa tidur di kamar ini !" ucap dongjun sembari membukakan pintu kamar !"
"tapi ini kan kamar kamu !"
"iya, untuk beberapa hari kedepan aku akan meminjamkannya untukmu !"
"lalu, kamu akan tidur dimana ?!"
"aku kan tidur di sofa !"
"sofa !!"
"iya "
"tidak, aku saja yang tidur di sofa !"ucap miranda
__ADS_1
"sofa itu agak keras dan krang nyaman untuk tidur, jadi lebih baik kamu tidur di kamar !"
"lalu kamu akan tidur di sofa yang tidak nyaman itu selama satu minggu ?!"
"iya !"
"enggak, enggak bisa .. !"
"bisa .. aku sudah biasa kok !"
"kita tidur barengan di kamar ini !"
"apa !!!"teriak dongjun sangat syok
"kenapa ?" ucap miranda dengan polosnya
"kenapa bagaimana, apa selama ini kamu tidak melihatku sebagai seorang pria hah ?!" ucap dongjun gugup
"iya aku lihat, dan aku juga sedang melihat burung kamu masih tegang disana !" ujar miranda sambil menatap tajam ke arah benda yang menempel di belahan paha dongjun.
"ah !! apa apaan kamu ini, bagaimana bisa kamu menatap burungku dengan tatapan seperti itu !" teriak dongjun malu
"kenapa ? wajar kan yang disana itu mengeras !"seketika dongjun menutup bagian itu dengan kedua tangannya.
"tentu saja wajar, karena aku laki laki normal !"saut dongjun agak malu
"pffft ... kamu itu lucu dan imut ya, tapi aku belum tahu seberapa imut peliharaan kamu itu !" ujar miranda makin meledek dongjun yang sudah sangat memerah.
"dengar ya !, aku tidak akan mempertontonkan burung milikku !"
"ya .. terserah kamu saja tapi aku sudah tidak minat lagi !"
"apa kamu bilang, bukannya tadi kamu terus menatapnya !"
malam itu suasana di dalam rumah dongjun terdengar lebih ramai dari hari biasanya karena kedatangan miranda yang sangat membuat dongjun kegirangan.
clip : tokoh sampingan
nama : Dongjun
usia : 27 tahun
__ADS_1