
Aku bahkan tidak pernah mengharapkan sedikit dan secuil apapun harta kekayaan dari suamiku untuk aku nikmati sendiri.
"Ini silakan kamu baca, Setelah itu coba kamu pikirkan !" ujarnya sambil menyodorkan beberapa lembar kertas pada mas hajun.
mas hajun lantas mengambil dokumen yang ibu berikan, entah apa isi dari dokumen itu, yang jelas raut wajah mas hajun seketika langsung terlihat sangat marah, dia lalu membuang dokumen itu ke lantai dan mengajakku pergi dari restoran itu.
di sepanjang perjalanan dia hanya diam membisu, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, saat aku perhatikan wajahnya terpancar jelas kebencian yang sangat mendalam dari kedua sorot matanya, dan yang bisa aku lakukan saat ini adalah diam .. hanya itu.
***
kacau, hanya itu yang bisa aku simpulkan dari pertemuan hari ini, tidak hanya kacau bahkan gara gara pertemuan hari ini suasana hati kami berdua juga ikut berantakan dan hilang selera meski hanya sekedar untuk berbicara, terkadang aku berpikir dan ingin sekali mencoba untuk mengeratkan kembali hubungan suamiku dengan ibu tirinya, namun apakah hal itu bisa aku wujudkan, sedangkan aku sendiri saja sangat takut jika aku terpaksa harus mengobrol berdua dengan ibu mertua ku, terlebih lagi adik tiri dari suamiku juga sangat membenciku, namanya adalah eunmyeong, dia adalah wanita yang cantik dan masih sangat muda, namun kepribadiannya itu sungguh sangat disayangkan, dia sangat manja dan juga pemarah, dia juga memiliki sifat iri serta dengki tak terkecuali dengan keluarganya sendiri.
Tidak heran di semasa Kakek hidup dulu, dia begitu membenci eunmyeong. kakek tidak pernah mengajak eunmyoung berbicara, malahan kakek sering memalingkan pandangannya saat melihat eunmyong mulai yang mendekatinya. namun sikap kakek sangat berbeda sekali saat sedang bersamaku, kakek lebih sering mengajakku mengobrol dan mengajakku menghabiskan waktu di akhir pekan bersama kakek dengan menemaninya bersantai di rumah, tak jarang kakek juga memberikanku obat herbal yang semakin membuat ibu mertua ku dan eunmyoung semakin membenci kehadiranku di tengah tengah keluarga mereka.
***
pagi pagi sekali suamiku sudah tidak ada di rumah, padahal hari ini adalah hari minggu, seharusnya hari ini dia tidak pergi untuk melakukan pekerjaannya di luar rumah, aku sendiri juga tidak tahu mengapa suamiku menjadi sangat murung semenjak pulang dari pertemuan malam itu, disaat perasaan ku semakin resah, seketika ada seseorang yang membunyikan bel rumah sampai berulang ulang kali.
karena awalnya aku berfikir seseorang itu adalah mas hajun, aku pun langsung bergegas untuk membukakan pintu, namun ternyata dugaan ku salah, seseorang yang datang itu bukanlah suamiku melainkan adalah ibu mertua atau ibu tiri dari suamiku.
"halo !, selamat malam sayang, boleh ibu mertuamu ini masuk ke dalam !" ucap ibu menyapaku
"iya silahkan masuk ibu !"
"sepi sekali rumah ini, dimana putra kesayanganku sekarang ?"
"suamiku sejak pagi keluar bu !"
"keluar ? apa kau tahu ada di mana dia sekarang !?"
aku hanya diam membisu, karena aku tidak tahu ada dimana mas hajun saat ini.
"ya tuhan kasihan sekali menantuku yang satu ini, apa kamu memang tidak tahu atau jangan jangan putraku yang tidak mau mengatakannya kepadamu !"
"maksud ibu apa ya ?"
__ADS_1
"mira mira .. saya tidak habis pikir .. sebenarnya apa yang di sukai hajun dari kamu !"
aku memutuskan untuk diam dan mendengarkannya lebih dahulu
"sudah miskin, yatim piatu, asal usulnya juga tidak jelas, apa yang bisa kamu banggakan dari dirimu sekarang coba ?"
"ibu !"
"apa "
"ibu mau minum apa, saya akan buatkan sekarang juga !" ucapku dengan memasang senyum paksa
"terserah kau saja, yang penting bukan minuman yang manis !"
"kalau begitu apa sebaiknya saya buatkan kopi pahit untuk ibu ?!"
"tidak, jangan kopi pahit karena aku tidak suka yang terlalu pahit !"
"bagaimana kalau saya buatkan teh hijau tanpa gula !"
"iya yang itu saja, cepat sana buatkan untukku !"
aku pun langsung bergegas ke dapur dan membuatkan teh hijau untuknya, aku pun segera mencari cangkir yang ukurannya pas agar aku tidak di kritik lagi hanya karena cangkir yang aku hidangkan sangat jelek rupanya, maklum saja kebetulan ibu mertua ku ini suka sekali memberi kritik namun tidak dengan saran yang baik setelah mengkritik.
begitu aku selesai membuatkan teh, aku pun langsung menyajikan teh untuk ibu mertuaku yang satu ini.
"membuat secangkir teh saja, membutuhkan waktu sampai selama ini !" ucapnya sambil menyeruput teh hijau buatan ku
"maaf bu kalau saya membuatnya terlalu lama, padahal saya hanya membutuhkan waktu empat menit untuk membuat teh itu !"
"hah yang benar saja !?"
"iya bu, nanti kalau suatu saat ibu mau datang kesini saya akan membuatnya lebih cepat lagi !"
"kenapa rumah sebesar ini tidak ada seorang pun pembantu ya? atau mungkin suami mu tidak butuh pembantu lagi karena sudah ada seorang istri yang bisa mengantikan pekerjaan pembantu di rumah !!"
__ADS_1
kali ini aku kembali terdiam dan hanya membalas ucapan ibu dengan senyuman
"aku pikir hubungan kalian tidak ada kemajuan, dan kamu hanya menyusahkan anakku saja !"
"maksud ibu apa ya ?"
"karena aku tidak suka bertele tele jadi langsung saja akan aku katakan sekarang juga !!"
seketika perasaan ku mendadak tidak nyaman dengan kata kata yang baru saja ibu sampaikan kepadaku, firasat ku mengatakan kalau sebentar lagi hal yang tidak ingin aku dengar akan aku dengar dengan sangat terpaksa.
"apa kau tahu dimana suamimu sekarang ?"
lagi lagi aku hanya bisa terdiam dan menundukkan pandanganku, karena kenyataanya memang aku tidak tahu di mana keberadaan suamiku saat ini.
"Sudah aku duga ternyata kamu memang tidak tahu apa-apa !"
kali ini aku benar benar tidak bisa melakukan apapun lagi
"mira, suami mu sekarang sedang pergi berbisnis dengan wanita lain di luar sana !"
"apa !?"
"entah kenapa aku sangat senang mendengar kabar itu darinya, aku jauh lebih suka kalau putra ku bersama wanita yang sangat karismatik seperti dia, andai saja dulu kamu tidak muncul tentu saja putra ku pasti akan menikah dengannya !"
"wanita itu, siapa yang ibu maksud !?"
"yang jelas dia jauh lebih cantik dan dia anak dari seorang konglomerat !"jelasnya
***
perbincangan ku dengan ibu akhirnya berakhir juga, namun setiap kata yang ia ucapkan terasa sekali membekas di hatiku, rasa cemas dan khawatir ku pada mas hajun semakin bertambah, bahkan di situasi saat ini mas hajun belum juga kunjung pulang ke rumah hingga waktu semakin larut malam, akhirnya untuk mengetahui keberadaanya aku pun terpaksa menghubungi sekertaris kang saat itu juga.
"halo !"
"ya halo !"
__ADS_1
"sekertaris kang !?, ini saya !"
"oh nyonya miranda !, ada apa anda tiba tiba menghubungi saya ?"