
Hari hariku adalah sebuah perjuangan bagiku bahkan setiap mimpi di dalam tidurku juga terasa begitu menyakitkan.
Seandainya semua ini terjadi padamu, bagaimana kamu akan menyikapinya, dan apakah kamu bisa menahannya seperti yang sedang aku lakukan saat ini.
Jika hari hari gila ini menjadi milikmu dan Jika kamu hancur seperti aku, akankah kamu tahu semua rasa sakit yang memenuhi hatiku ini akan berkumpul pada titik dimana hatiku akan meledak.
Seberapa banyak aku menginginkan kamu, namun kamu tetap tidak peduli dan terus memalingkan wajahmu dariku. Seandainya aku adalah kamu maka aku hanya akan mencintai diriku ini dan tak mungkin aku akan menyianyiakan perasaan yang tulus demi menukarnya dengan wanita yang hanya berkedok tubuh seksi. Entah mengapa hatiku tanpa henti berulang ulang terus jatuh ke tanah seperti ini, aku takut pada semua orang yang mengelilingiku dan seolah menatapku dengan perasaan aneh, mereka semua bilang bahwa kamu akan bahagia ketika kamu jatuh cinta padaku, lantas siapa yang bilang itu ??
anehnya aku hanya mengenal satu cinta yang selalu mencampakkan aku berulang ulang kali, namun aku masih saja setia menantinya dan memungut hatiku lagi untuk aku berikan kepadamu, ya .. seperti itulah cintaku, cinta yang memandangmu dari belakang dan tidak pernah tampak dari depan.
Aku tahu kamu telah menjawab perasaanku, aku juga tahu arti dari jawabanmu tanpa kamu harus menjawabnya, namun aku selalu berpura pura tidak tahu dan terus berlama lama dengan zona nyaman yang aku ciptakan sendiri. Jika segalanya sengaja aku tampakkan apa kiranya kamu tahu bagaimana keadaanku akhir akhir ini ?, apakah kamu tahu seberapa banyak derai air mata yang terus berlinang dan membasahi mataku karena mu ?, aku bahkan tidak bisa tidur ataupun menelan sesuatu karena tingkah polahmu, apa kamu tahu bahwa aku menjadi lebih hancur saat aku melihatmu seperti ini, aku merasa seolah sedang sekarat di tengah tengah kebahagiaanmu.
__ADS_1
Karena meski aku tahu kamu melihat ke tempat lain, begitu besar perasaanku padamu sampai aku sendiri tidak habis pikir bahwa aku mampu bertahan sampai detik ini demi untuk bisa mempertahankan kamu dan tak ingin melepaskan kamu dengan wanita lain.
***
Desember hampir menyapaku kembali di penghujung tahun ini, dan kini usia kehamilanku sudah genap 3 bulan, rasa mual muntah seharusnya sudah tidak begitu terasa lagi bagiku, namun entah mengapa rasanya aku selalu mual sampai terasa sakit di empeduku. Setiap malam aku tidak bisa tertidur dengan baik, aku terpaksa harus menyaksikan suamiku bermesraan dengan wanita lain lalu telinga ini selalu mendengar ******* setiap malam yang membuatku merasa semakin muak tinggal di rumah ini, bukankah pembalasannya terasa begitu kejam sampai ia tega meniduri wanita lain dan bukan aku yang sebagai istri sahnya, aku tahu yang dia lakukan hanya meniru yang ia lihat dariku, namun kecelakaan di malam itu tidak pernah sedikitpun aku merasakannya bahkan sampai detik ini hatiku terus merasa gelisah karena ada yang sedikit mengganjal dari kejadian malam itu.
Kamu berada sangat dekat denganku jarak kita bahkan hanyalah sebuah pintu ke pintu, namun jarak yang dekat justru menjadikan kita sangat jauh sehingga aku tak bisa melihatmu lagi.
Sekalipun aku tidak pernah bermimpi tentang seseorang sepertimu yang sekarang ada di depanku, maka bukan berarti aku sudah tidak merindukanmu lagi, mulut ini selalu berkata jangan melukaiku dan jangan mendekatiku, namun hati ini selalu menjerit ingin mendekap tubuhmu, hatiku yang telah membeku tidak bisa memelukmu lagi, bunga bunga berjatuhan ketanah menemani setiap kesedihan yang aku alami serta menutupi kedua mataku yang terus memerah. Seandainya aku bisa memutar kembali waktu, aku ingin kembali ke saat saat indah itu, seperti angin yang berhembus pelan selayaknya sebuah cinta yang biasa menemanimu dan menyejukkan hatimu, menutup rapat kedua mataku dari mimpi buruk ini. Namun yang terjadi padaku saat ini adalah berbanding terbalik denganmu, mimpi buruk yang seperti hari hari biasanya telah jatuh ke dalam tidurku yang nyenyak setiap malam. Jika aku melupakanmu maka hanya akan menyisakan kepedihan dan air mata, saat ini kita berada di langit yang sama dan di waktu yang sama, seberapa lama lagi aku harus menangis jika aku ingin melupakanmu, sayangnya aku tidak bisa berhenti dan terus bergelut dengan batinku bahkan aku tidak bisa bernafas dengan baik hanya karena memikirkanmu aku ingin mencintaimu bahkan jika kamu bisa melihat di dalam hatiku yang beku ini, akan terlihat jelas hanya ada kamu seorang didalamnya.
***
__ADS_1
"apa kau tidur nyenyak semalam ?" ucapnya begitu angkuh, mendengar suaranya saja aku sudah malas untuk sekedar menatapnya apalagi kalau harus meladeninya berbicara, akhirnya aku langsung menghadap ke arah yang membelakanginya untuk menghindari bertatap muka dengan wanita itu.
"sudah beberapa hari ini hajun terus merengek padaku ... dia selalu memintaku untuk memuaskan .. ups ! maaf jika sudah menyinggung kamu di pagi hari !"mendengarnya berceloteh seperti itu rasanya aku ingin segera mendaratkan tanganku tepat di bibirnya yang tajam itu.
"tapi bagaimana kalau lama lama hajun akan semakin betah denganku, kira kira apa kamu mau memberikan suamimu kepadaku ?!" ternyata dia memang sengaja sedang pamer di depanku dengan tujuan hanya untuk membuatku marah.
"kamu pasti kesal ya .. !" aku masih diam dan enggan untuk membalas perkataannya
"sera ..!! apa yang kau lakukan di sana ?"ucap mas hajun
"aku hanya sedikit menyapa seseorang disini !" saut min sera
__ADS_1
"lebih baik kamu tidak usah menggangu wanita itu, biarkan saja dia sendiri dan meratapi kesalahannya !" mendengar perkataan dari mas hajun aku langsung membalikkan badanku dan menatap tajam kepada dua orang itu.
"pakai jaket ini, udara semakin dingin kenapa kamu begitu bodohnya memakai pakaian yang sangat terbuka seperti ini!" ucapku seraya memakaikan jaket tebal itu di tubuh min sera dan menatap tajam padanya, seketika saja dia langsung tidak bisa berkutik lagi hanya dengan beberapa kata yang aku lontarkan.