
Ayana mencari keberadaan Sky. Pemuda itu tidak ada dalam penglihatanya, terakhir dia terlihat berdansa dengan Flora, tetapi sekarang entah dimana Sky berada. sedangkan Flora tengah bersama teman-temannya yang lain.
Dengan ragu Ayana melangkah menapaki tiap kotak lantai marmer di mansion megah itu. Ayana yakin Sky berada di salah satu ruangan yang ada, lorong sepi dan dingin tidak dihiraukan gadis itu, sampai pada ujung lorong dia juga tidak menemukan tanda keberadaan Sky.
'Di mana dia? Pesanku juga tidak dibalas' gumam Ayana.
Bukk ... Ayana terlonjak bahkan ponselnya hampir saja terjatuh.
Bukk ... 'Suara apa itu?' Ayana sedikit takut dengan suara seperti suara pukulan benda keras.
Bukk ... Suara itu terdengar lagi, Ayana mendekati pada sumber suara, ruangan paling ujung dengan pintu berdaun dua serta berwarna coklat, pintu itu sedikit terbuka sehingga Ayana bisa melihat dari celah pintu tersebut.
Dia melihat Sky ada di sana, Ayana bermaksud membuka pintu, tetapi sebuah suara menghentikannya dan ternyata Sky tidak sendiri di dalam sana.
"Apa itu sudah cukup? Atau kau ingin yang lebih?" teriak seseorang yang tak lain adalah Star. Dia tampak membawa tongkat pemukul bola bisbol, Ayana menutup mulutnya karena terkejut, tongkat itu menghantam tubuh Sky beberapa kali tentunya oleh tangan Star.
"Jawab, Brengsek?" teriak Star kembali. Ayana menangis melihat keadaan Sky, pemuda itu jatuh menghantam lantai, tubuh Ayana kaku seperti terpaku dan tidak bisa bergerak.
"Kau tahu betapa aku membencimu?!" Sky mencoba bangkit, kemudian pemuda itu menggerakan tangannya.
"Lakukan apa yang kau inginkan! Bahkan kalau kau ingin membunuhku, lakukan saja." Star mendengus, tentu saja Star mengerti dengan bahasa isyarat yang Sky tunjukkan. Nicholas pernah memsksanya untuk belajar hal tersebut dengan tujuan supaya Star bisa berkomunikasi dengan Sky, dan hal itu semakin membuat Star membenci adiknya itu.
"Hentikan bahasa sialanmu itu!! Kau tampak konyol di mataku," ucap Star sedangkan Nara hanya tertawa.
Nara?
Ya, Star tidak sendiri dia ditemani Nara walaupun pemuda tidak ikut memukuli Sky kali ini.
Ayana tidak menyangka Star dan Nara tega melakukan hal seperti itu pada Sky, sekarang Ayana tahu orang yang bicara dengan Nara tempo hari di sekolah adalah Star, tetapi pertanyaanya kenapa Star begitu membenci Sky? Apa cuma karena harta semata?
"Nara, sepertinya di luar ada orang, bisakah kau memeriksanya?" pinta Star dan Nara hanya mengangguk kemudian segera beranjak.
Star menyadari bahwa di balik pintu ada seseorang, tetapi dia tidak tahu siapa orangnya, dengan cepat Ayana meninggalkan tempat itu supaya tidak diketahui Nara, gadis itu kembali ke pesta dengan suasana hati yang cemas karena memikirkan keadaan Sky.
Sementara itu di sebuah kamar seperti ruangan kerja, ada meja dan kursi dan lemari yang berisi buku-buku, ada juga lemari hiasan yang melengkapi ruangan itu.
Sky masih berdiri, tulangnya terasa remuk karena beberapa pukulan, Star meletakan tongkat bisbolnya dan berdiri berhadapan dengan Sky.
__ADS_1
"Aku punya sebuah rahasia, kau ingin tahu?" ucap Star setengah berbisik, "tetapi sebelumnya dengarkan dulu perkataanku."
"Kau tahu kenapa kakek menyuruh Harry untuk segera menikahkanmu? Itu karena mereka ingin melindungimu, jika suatu hari nanti ada orang yang mencelakaimu dan kau mati maka semua aset yang kau milikki akan langsung jatuh ke tangan istrimu," ucap Star panjang lebar, "yah kau tahu harta dan uang itu tidak mengenal kata saudara, teman, keluarga, ataupun kerabat, mereka akan melakukan apapun demi uang, Violet yang lain dan pesaing bisnismu pasti berlomba menjatuhkanmu." Star berkata sambil berjalan berputar di sekitar Sky.
"Dan kau membuat kesalahan dengan menikahi Ayana, yang kusesalkan ternyata kau tergila-gila padanya."
"Itu suatu kebodohan, kau pikir dia akan menerima orang cacat sepertimu? Keluarga Woodard itu sangat pemilih."
"Nara Purrot bahkan tidak bisa memenangkan hatinya, Ayana tidak pernah memandangnya sama sekali, walaupun mereka berpacaran Ayana tidak pernah menganggapnya, sehingga membuat Nara marah dan menjadi dendam, apalagi sekarang dia menikah denganmu, kau bisa menebak apa yang akan terjadi?"
"Satu rahasia lagi, aku yang akan memenangkan hatinya." Sky terkejut jadi selama ini Ayana tidak mencintai Nara? Lalu apa maksud Star berkata seperti itu?
"Sejak kecil aku berteman dengan gadis itu, dan sejak kecil pula aku menyukainya, dia gadis paling manis yang pernah kutemui, dan dia adalah impianku."
"Semenjak kehadiranmu semua impianku hancur, kasih sayang kakek terbagi, kau bahkan diberi warisan lebih dulu, tetapi itu tidak jadi masalah untukku."
"Saat aku tahu kau menikahi gadisku, aku tidak bisa terima, kau mengambil semua dariku, Sky!!" teriak Star, dia marah sangat marah, Sky tidak bisa berkata apapun, apakah orang yang dimaksud Star saat di telpon tentang cinta Ayana adalah dirinya?
Pikiran Sky menerawang, banyak pertanyaan dalam kepalanya saat ini, semua terasa sulit, apa yang mereka rencanakan, apa Ayana termasuk bagian dari mereka.
"Berpikirlah dengan keras! Kau tidak tahu apapun, bukan?"
"Ayah mertuamu sedang mengalami pailit. Sebab itulah dia meminta puterinya menikahimu. Mark Woodard kalah dalam memenangkan tender, dia mengalami kerugian besar, hutangnya pada Violet corp, Purrot enterprise dan Lijima Japan corp semakin bertumpuk, keluarga Woodard akan segera bangkrut."
"Saat semua orang tahu dia menikah denganmu seorang ... 'Violet buangan' yang banyak uang, mereka pasti akan mengejarnya."
"Kalau kau mencintainya, lepaskan dia dan berikan kebahagiaan yang diinginkanya, aku akan sangat berterima kasih padamu dan tidak akan peduli jika harta kakek jatuh semua ke tanganmu."
Star pergi meninggalkan Sky setelah menceritakan semuanya, kemudian pemuda itu kembali ke pesta.
...
Ayana tengah gelisah memikirkan Sky, gadis itu berpikir untuk kembali ke sana di mana Sky berada, dia melihat Star yang sudah kembali ke pesta.
'Star sudah kembali, Nara pun sudah di sini sejak tadi, berarti Sky?'
Tanpa membuang waktu Ayana segera pergi tanpa diketahui orang lain, lorong tadi terasa sangat jauh baginya, padahal dia sudah berjalan dengan cepat. Gadis itu berhenti berjalan, di depan sana dia melihat Sky yang terhuyung, jaraknya sekitar sepuluh meter.
__ADS_1
Sky keluar dari ruangan itu, seluruh tubuhnya terasa sakit, tetapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya. Sky bisa saja melawan tetapi apa yang akan dia menangkan? Sky kalah dalam hidup, dia dalam cinta, apa yang harus dia lakukan?
Sky berhenti berjalan, di depan sana Ayana sedang berdiri dan menatapnya dengan air mata yang jatuh meluncur, dan gadis itu berlari menuju ke arahnya.
"Apa yang mereka lakukan padamu? Jadi selama ini mereka selalu melakukan hal ini padamu?" tanya Ayana lirih, tangannya terulur menyentuh pipi Sky yang memar, sedangkan pemuda itu hanya menatapnya.
"Kenapa kau diam saja diperlakukan seperti ini? Kau bisa melawanya, bukan? Jangan biarkan mereka begitu saja." Ayana memeluk erat Sky, gadis itu tersedu, Sky mengelus rambutnya dengan lembut seolah mengatakan bahwa dia baik-baik saja.
Sky melepaskan pelukan. "Jangan tinggalkan aku, Ayana. Kau tahu kau sangat berarti bagiku." Ayana semakin menangis, gadis itu mengangguk saat membaca gerakan tangan Sky.
"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Sky. Aku berjanji," ucap Ayana dan mereka kembali berpelukan mesra.
Sapuan lembut bibir Sky terasa hangat di bibir Ayana. Mereka berciuman, menumpahkan rasa yang terpendam dalam dada, Ayana membalas ciuman itu, jemarinya menelusup di sela-sela rambut hitam Sky.
Sky tidak mampu membohongi dirinya lagi, dia hanya menginginkan gadis itu, dia tidak peduli walaupun Star akan membunuhnya.
Sky menggenggam tangan kanan Ayana dengan tangan kanannya membawanya menyentuh dada kiri, Ayana hanya mengikuti apa yang di lakukan Sky.
Ayana terkejut, dia mengerti Sky menyatakan cintanya secara non verbal, gadis itu menitikan air matanya lagi.
Sky mulai menggerakan tangannya, dengan teliti Ayana mengamatinya karena takut salah mengartikanya, tetapi penglihatanya tidak salah.
'I love u so much, Ayana.'
Ayana masih tidak percaya dengan penglihatanya, setelah itu dia juga melihat Sky mengatakan lewat bibirnya walau tanpa suara, tetapi gadis itu tahu kalau Sky mengatakan hal yang sama.
Ayana merasa benar-benar bahagia, tanpa ragu dia mengulang semua gerakan Sky dan terakhir dia berucap dengan bersuara.
"I love u too, Sky!" ucap Ayana dengan yakin, Sky menariknya ke dalam pelukannya, dia masih tidak percaya dengan jawaban gadis itu. Tadinya Sky hanya ingin mengungkapkan perasaanya saja, dia tidak menyangka cintanya akan terbalas, ternyata Tuhan masih sayang padanya dengan membuat dia memenangkan cinta Ayana.
Mulai saat ini segalanya tidak akan mudah, Sky tahu itu, tetapi saat ini dirinya tidak ingin memikirkan itu dulu, dia hanya ingin menikmati masa indah yang tengah dirasakanya.
Mereka akan memulai dari awal, Sky berjanji akan menjaga istrinya. Dia akan melindungi semuanya asalkan Ayana berada di sisinya. Sky akan bisa menghadapi semuanya.
Tetapi untuk permulaan Sky harus menjelaskan dulu pada Flora, dia berharap gadis itu akan mengerti, dia tidak ada niat untuk mempermainkan Flora, dia harus meminta maaf. Sky menghargai rasa cinta Flora padanya, tetapi Sky tidak akan bisa jika bukan dengan Ayana, dan dia merasa tidak bisa hidup tanpa Ayana.
....
__ADS_1
To be cintinue
See you next chapter