
Seorang wanita tengah berlari di tengah hujan yang deras, padahal ini sudah tengah malam. Perutnya yang besar membuat dia kesulitan untuk berlari, wanita itu sedang melarikan diri dari empat orang pria yang mengejarnya.
Kakinya sudah tidak kuat lagi berlari, rasa nyeri dan mulas di perut semakin terasa menyiksa, wanita itu tahu bahwa sudah waktunya dia melahirkan.
Sebuah pohon besar menyembunyikan tubuhnya dari penglihatan para pria yang sedang mengejar, mereka juga berhenti tepat di samping pohon itu.
"Kemana dia?" tanya salah satu pria itu.
"Nyonya besar akan membunuh kita, kalau wanita itu tidak ditemukan," ucap pria lainnya.
"Itu karena kita lalai, sehingga wanita itu melarikan diri," ucap pria yang pertama.
"Sudahlah kita cari saja, kalau tidak ketemu kita harus membuat cerita baru," ucap pria yang lainnya lagi.
Wanita bernama Nikita itu menghela napas, keempat pria itu sudah tidak ada, perutnya semakin terasa nyeri, tetapi di saat seperti ini pada siapa dia akan minta tolong? Dengan samar dia melihat sebuah pondok yang bertuliskan 'Panti Asuhan Arasen'.
Nikita mengetuk pintu itu bercat hitam, sedikit lama dia menunggu, mungkin tidak ada orang di dalam. Dia putus asa dan tangisannya pecah, saat pintu terbuka harapan dalam hidupnya kembali muncul.
Nikita ditolong oleh pengelola panti. Dia kesulitan saat melahirkan dan mengalami pendarahan hebat, kedua pengelola panti juga tidak bisa membawanya kerumah sakit karena mereka tidak punya biaya. Panti asuhan bobrok itu sudah lama tidak mendapat bantuan dana dari para donatur.
Akhirnya berkat usaha keras Nikita bayi itu terlahir ke dunia dengan selamat, seorang bayi laki-laki tertampan yang pernah ada.
Sunyi, tidak ada suara tangis bayi pada umumnya saat mereka terlahir, sang pengelola panti sudah berusaha membuat bayi itu menangis, bahkan memukul-mukul telapak kakinya, tetap saja tak ada suara apapun.
Mulut sang bayi terbuka lebar dengan ekspresi menangis, tetapi tidak terdengar suara apapun, bayi malang itu tidak memiliki suara, pengelola panti menitikan air mata, dipeluknya bayi malang tersebut.
Nikita menitipkan bayinya di tempat itu. Sky, nama yang dia berikan pada sang bayi. Dia tidak terkejut saat mengetahui bayinya punya kelainan, wanita itu pasrah dengan takdir Tuhan yang diberikan.
Konon, menurut cerita lama keluarga Violet mendapat kutukan. Entah itu benar atau tidak, setiap satu orang dari keturunan mereka akan mengalami kecacatan, mitos atau bukan tapi hal itu memang terjadi.
Sebelumnya ada Chris Violet yang mengalami kebutaan saat lahir, serta ada Jhon Violet dengan kecacatan anggota tubuh yang tidak sempurna. Sekarang giliran Nikita yang harus menerima kutukan itu pada putra kesayanganya. Mungkin di zaman sekarang hal itu akan disebut kelainan genetik atau faktor keturunan.
Nikita menceritakan semua yang dialaminya pada Elena si pengelola panti, bagaimana saudari kembarnya berusaha melenyapkan dia demi harta, tentu saja wanita itu takut putra Nikita akan menjadi pewaris utama. Sudah menjadi peraturan bagi keluarga Violet, bahwa yang berhak menjadi pewaris adalah putra pertama yang dilahirkan dari istri pertama.
Nikita sudah merasa tidak sanggup lagi, tubuhnya semakin melemah. Sky yang masih bayi diserahkan pada Elena setelah sebelumnya dipeluk dan dicium sang ibu untuk terakhir kali, wanita itu menitipkan sang bayi supaya dididik dengan benar, dan pada akhirnya dia menghembuskan napas dan meninggalkan Sky untuk selamanya.
__ADS_1
Sky kecil sangat mandiri, tidak manja dan tidak pernah berbuat kenakalan, saat tertawa dan saat menangis hanya akan terlihat ekspresinya saja, tidak pernah ada suara apapun, beruntung anak itu pintar dengan cepat dia belajar bahasa isyarat sehingga Elena bisa memahami apa yang anak itu bicarakan padanya.
Beranjak dewasa Sky semakin membuat Elena bangga, Nenek Julia sebagai pengurus pun semakin menyayanginya karena Sky berhasil memajukan panti asuhan mereka.
Tetapi sekarang kepolosan Sky menghilang, raut wajahnya sudah jarang menampilkan senyum, yang ada hanya raut datar penuh kekecewaan, penyebabnya tidak lain adalah keluarganya sendiri, Elena bahkan bisa melihat bahwa anak yang disayanginya itu menanggung beban yang berat.
Satu tahun terakhir Elena melihat kembali senyum Sky yang hilang, pemuda itu menceritakan bahwa dia menyukai seorang gadis, Elena dan Nenek Julia sangat bahagia, namun wajah tampan itu kembali murung saat si gadis pujaannya bersama dengan pemuda lain.
Love In Silent
Ayana menitikkan air mata lagi dan lagi, bahkan sampai sekarang setelah gadis itu berada di apartemen. Dia mengingat pertengkarannya dengan Sky semalam, gadis itu rindu pada suaminya, tetapi entah di mana pemuda itu sekarang, apakah dia sedang berkencan? Mengingat hari ini adalah akhir pekan dan sekolah libur.
Ayana memutuskan untuk memasak makanan kesukaan Sky. Nyonya Elena bilang pemuda itu suka sekali dengan tomat, maka dari itu Ayana menambahkan banyak tomat dalam masakannya.
Hari sudah malam dengan sabar Ayana menunggu kepulangan Sky, kemudian tidak lama pemuda itu pulang. Ayana tahu hari ini Sky pergi ke kantor itu bisa dilihat dari pakaian yang dia kenakan, Ayana berinisiatif membawakan tas kerja suaminya, pemuda itu mengernyit karena merasa aneh dengan tingkah sang istri.
Ayana mengajak Sky makan malam, gadis itu menggandeng lengan sang suami, walaupun Sky sempat menolak tetapi gadis itu berusaha meyakinkan suaminya.
"Sudah kubila- ...." Gerakan tangan Sky terhenti, Ayana menyuapkan makanan di mulutnya dan membuat pemuda itu terdiam.
"Sebaiknya jangan bicara dulu, sebelum makananmu habis, mengerti?!"
"Tidak ada penolakan! Sekarang habiskan makananmu." Ayana tersenyum setelah mengatakan itu.
Sky terpana melihat senyum itu, sungguh manis dan tanpa sadar senyum tipis juga terpatri di wajahnya, Ayana melihat itu, Sky yang tersenyum.
'Mulai sekarang aku yang akan mengembalikan senyumanmu, Sky. Aku berjanji.'
Ayana bergumam dalam batinnya, gadis itu akan berusaha mendapatkan hati dan cinta Sky dan akan berusaha membuatnya bahagia.
Sementara itu di tempat yang lain ...
Sebuah rumah mewah tampak begitu kokoh, di dalamnya rumah bergaya eropa itu diterangi lampu gantung hias besar yang terbuat dari kristal, suasana di rumah tersebut seperti di dalam istana, semua perabotan yang ada disana tampak bernilai tinggi.
Seorang wanita dewasa dengan penampilan elegan tengah duduk bersama suaminya, sesekali menyesap teh hangat dalam cangkir yang dia pegang, sang suami tengah memainkan laptop, mungkin sedang mengerjakan tugas kantornya.
__ADS_1
"Star belum pulang?" Sang suami mulai bertanya dan dijawab gelengan kepala oleh sang isteri.
"Selamat malam. Pa, Ma?" Pemuda berusia 19 tahun mencium pipi ibunya kemudian ikut duduk di sofa mewah berwarna hitam.
"Kau baru pulang? Bagaimana tugasmu?" tanya sang ibu, wanita itu berkata dengan penuh wibawa.
"Aku sudah menyelidikinya, aku menyewa detektif handal dan hasilnya sangat mengejutkan," jawab pemuda itu, Star Violet.
"Kenapa?" tanya sang ayah dengan tidak mengalihkan pandangannya dari layar laptop.
"Anak itu sudah menikah. Semakin sulit untuk mendapatkan harta Violet," ucap Star dengan kesal.
"Benarkah? Ternyata anak itu cepat bertindak, kita tidak boleh meremehkanya," ucap Rieta sambil menaruh cangkir teh di atas meja.
"Aku benar-benar membencinya, karena dia aku tidak pernah mendapat kasih sayang dari kakek, pria itu terlalu sibuk mencari cucunya yang bahkan tidak berguna," ucap Star kesal.
"Tapi, Papa dan Mama tidak perlu khawatir, aku kenal siapa gadis itu, kita bahkan bisa memanfaatkan ayahnya untuk bekerja sama, karena aku tahu pria itu suka sekali dengan uang." Seringaian muncul di wajah tampan sang pemuda.
"Gadis itu adalah Ayana Bella Woodard, teman masa kecilku, dan ternyata Sky si bisu sangat mencintainya."
"Hm ... bagus, Star. Ayah dan anak itu bisa kita ajak bekerja sama untuk menghancurkan Sky," ucap Rieta dengan senang, sedangkan suaminya tidak berkomentar sedikitpun.
...
Sky duduk di ruang tengah dan menonton televisi, sedangkan Ayana masih sibuk membereskan meja makan dan mencuci piring. Rambutnya digulung sehingga kulit cantik di bagian leher gadis itu terekspos.
Sky tampak lebih segar setelah membersihkan dirinya. Dia mengamati sang isteri, gadis itu tidak menyadari kalau tengah diperhatikan. Sky tersenyum tipis, mungkinkah dirinya dan Ayana bisa menjalani rumah tangga seperti pasangan suami istri lainnya? Bahagia?
Namun, untuk saat ini Sky tidak bisa berharap lebih, lagipula dengan masalah yang tengah di hadapi dengan para Violet dirasa cukup berat. Bisa saja mereka mengincar Ayana jika tahu gadis itu adalah istrinya, atau mereka akan memperalat Ayana untuk menghancurkan dirinya.
Sky hanya berharap mereka tidak mengetahui tentang pernikahanya, karena Ayana akan menjadi sasaran, itulah sebabnya kenapa pernikahannya dirahasiakan, Sky hanya ingin melindungi orang yang sangat dia sayangi.
'Aku akan melindungimu, Ayana. Walaupun harus dengan nyawaku sendiri.'
Sky hanya mampu menyimpan dalam hati, karena dia tidak bisa mengungkapkanya. Semua akan mudah jika gadis itu tidak tahu tentang perasaannya.
__ADS_1
To be continue
See you next chapter ...