Love In Silent

Love In Silent
Malaikat kecil


__ADS_3

Pagi pagi buta sekali miranda keluar dari rumahnya, seperti biasa setiap hari miranda pergi untuk membeli sarapan di pagi hari.


"Mbok beli nasinya dua ya ! Lauknya seperti biasanya !"


"Iya neng, tumben mrene kok dewe, biasane kan mas yusuf melu !"


*tumben kesini kok sendirian, biasanya kan mas yusuf juga ikut


"Iya mbok, lagi kepengen sendiri !"


"Ini neng nasinya !"


"Gorengannya udah mboh ?"


"Sampun sedoyo !"


*sudah semuanya


"Berapa mbok ?"


"Delapan ribu neng !"


"Ini mbok uangnya !"


"Iya neng !"


"Astaghfirullah neng !" Teriak mbok idah histeris


"Ya allah Pie iki mbok ?" Ujar salah satu pembeli yang ada di warung mbok idah


"Si yusuf dundangno, gowo mene !"


*panggilkan yusuf, suruh dia kesini


"Aku ora ngerti umahe yusuf mbok !"


*aku tidak tahu rumahnya yusuf mbok


"sampeyan ngerti sartini ? Yusuf kui manggon neng kos kosane sartini !"


"kamu tahu sartini ? Yusuf itu tinggal di kos kosannya sartini !"


"oh Iyo mbok !"


"Cepet mono mlayu seng banter !"


*ayo sana lari yang cepat


Kabut bahkan masih terlihat membalut tebal, suasana pagi itu mendadak berubah mencekam ketika sirine telah ambulance datang.

__ADS_1


"Bertahanlah mira !" Ucap hajun sambil mengelus kepala dan memegang tangan mira dengan erat


"Astagfirullah ya allah .. Ahh sssttt !" Rintih miranda kesakitan, tak tega melihatnya kesakitan yusuf pun merelakan tangannya untuk dijadikan media pelampiasan miranda dalam mengekspresikan rasa sakitnya, tangan yusuf di remas di cubit bahkan sampai digigit oleh miranda bahkan sampai berdarah, namun miranda tidak sadar kalau dia sudah melukai tangan yusuf, meskipun begitu yusuf tetap diam saja saat melihat tangannya yang luka dan berdarah, karena ia paham betul apa yang dirasakan miranda berjuta juta kali lipat rasa sakitnya ketimbang apa yang dia rasakan saat itu.


Sesampainya di rumah sakit miranda langsung di bawa ke ruang bersalin, dengan wajah cemas yusuf menunggu di depan ruangan sembari berharap kebaikan untuk miranda dan anaknya agar baik baik saja. Waktu terus berjalan sudah satu jam berlalu namun belum ada tanda tanda daei dokter, semua lelaki di depan ruang bersalin nampak tegang dan cemas mereka juga tengah mencemaskan kondisi istri dan anak mereka masing masing, satu persatu suster memanggil keluarga dari pasien, kini tinggal yusuf yang masih menanti kabar daei miranda seorang diri di ruangan itu.


"Keluarga ibu miranda !" Panggil suster yang baru saja keluar dari ruangan


"Saya !"


"Anda suaminya ?"


"E .. Iya !"


"Selamat pak bayinya sehat dengan jenis kelamin laki laki, silahkan pak di adzani dulu anaknya !"


"Ah iya !" Ucap yusuf sambil cungar cungir, situasinya memang sulit kalau dia tidak mau mengadzani anak tersebut lantas siapa lagi yang mau kalau bukan dia sendiri.


Setelah kondisi miranda sudah mulai membaik yusuf pun di perbolehkan menemui miranda dan bayinya di ruang inap.


"Mir !" Panggil yusuf, entah mengapa wajah miranda seperti sedang melamun, tatapan matanya nampak kosong, dari ekspresi wajahnya terbaca tidak sedikitpun mira nampak bahagia saat itu.


"Mir .. !!" Panggilnya lagi dengan nada yang lembut.


"Hmm ?? "


"Kamu kenapa ?"


"Kamu harus kuat mira, demi anak kamu !" Ucap yusuf sembari menepuk lemah punggung miranda, meski yusuf sudah berusaha menguatkannya namun tetap saja miranda merasa ada yang kurang dalam kebahagiannya kini.


"Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan dan rasakan saat ini, meskipun aku bukan orang yang kamu inginkan saat ini tapi setidaknya aku akan menepati janjiku untuk selalu ada di saat kamu membutuhkanku !" Tegasnya, dan seketika miranda mendorong tubuh yusuf untuk melepaskan pelukannya.


"Bisakah kau keluar dulu, aku ingin sendirian sekarang !"


"Mira .. "


"Plis .. !!, yus bisa nggak kamu ngertiin aku dulu !"


"Oke !"


Cukup lama miranda terdiam sembari memandang anaknya yang sedang berada di buaiannya.


"Anak kita tampan sekali mas .. "Gumamnya lirih


" Dia mirip sekali dengan kamu, sampai sampai aku merasa rindu denganmu karena memandang wajah anak ini !"


Ketika miranda sedang berada di rumah sakit


Hajun dan dongjun justru datang ke kediaman miranda, namun sayangnya kali ini hajun bernasib buruk karena waktu tidak mempertemukan mereka berdua, kali ini hajun merasa sangat kecewa akan sesuatu yang dia dengar dari mulut orang lain yang berkata bahwa miranda sudah lama pindah dan tidak tinggal di sini lagi.

__ADS_1


"Wanita yang tinggal disini sudah pindah !" Ucap si nenek dengan ketus


"Kalau boleh tahu kemana dia pindah ?"


"Tidak tahu !"


Kemudian hajun membalikkan badan sambil menggeleng pelan dengan ekspresi wajah yang kecewa, hajun tidak tahu bahwa saat ini dia sedang dibohongi oleh si nenek karena informasi yang dia katakan semua itu hanyalah tipuan saja, sebelum kedatangan mereka jauh jauh hari yusuf sudah berbesan pada si nenek karena rumahnya yang paling dekat dengan rumah miranda, dia berpesan untuk menyembunyikan keberadaan miranda ketika ada seseorang yang datang mencarinya dengan alasan ingin bertemu dengan miranda, yusuf mengetahui hal itu, karena dia tak sengaja melihat pesan email dari hajun untuk miranda yang tak sengaja dia baca hingga selesai ketika miranda saat itu tengah lengah, yusuf menjadi sangat egois karena perasaan jatuh cintanya pada miranda telah menghilangkan akal sehatnya, dia ingin menjadi satu satunya laki laki yang akan selalu ada untuk miranda, kali ini dia tidak rela jika kebahagiaannya diambil kembali oleh mantan suami miranda.


"kita pulang saja !"


"kenapa ?" tanya dongjun tak mengerti


"Miranda sudah tidak ada di tempat ini lagi !" ujar hajun dengan raut wajah yang kecewa


"apa !!"


Seketika dongjun mengernyitkan kedua alisnya, dia terus menatap tajam ke arah mata sang nenek, dan ketika kedua mata mereka bertemu si nenek justru segera memalingkan pandangan matanya. Dalam sekejap dongjun merasa bahwa si nenek sedang membohonginya.


"aku rasa ada yang salah dengan nenek nenek itu !"bisik Dongjun mendekatkan wajahnya ke arah telinga hajun, seketika hajun yang mendengarnya langsung mengernyitkan kedua alisnya


"maksud kamu ?"


"tampangnya sedikit mencurigakan, aku sedikit curiga dengan perkataannya tadi !"


"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ?!" tanya hajun


"aku akan tetap disini !"


"disini ?"


"iya, untuk memastikan ucapannya itu benar atau tidak !"


"baiklah, aku akan kembali ke korea untuk sementara waktu karena pekerjaanku juga tidak mungkin aku tinggal begitu lama !"


"aku akan ambil cuti tiga hari ya !"


"apa !! enak saja, dua hari saja !"


"hei memastikan hal seperti ini tidak semudah itu, butuh waktu agak lama tau !"


seketika hajun berdecak kesal


"oke !"


"nah gitu dong !'


"tapi ada syaratnya !"


"oke apa itu ?!"

__ADS_1


"aku akan kirim pekerjaanmu lewat email dan selesaikan disini !"


"yah itu mah sama aja juga bohong !"


__ADS_2