
saat aku menatap ke arah sebelah terlihat wanita cantik itu tengah menatapku dengan tatapan yang aneh, dan saat mata kami mendadak saling bertemu, sontak dia langsung memalingkan wajahnya lalu tersenyum ramah pada eunmyeong.
"apa ada yang aneh di wajahku !"ucapku bergumam
lantas aku pun mengambil cermin kecil daei dalam tasku lalu memeriksa jilbabku, siapa tahu ada yang terlipat atau kusut, tapi saat aku memeriksanya penampilanku baik baik saja dan tidak ada yang kurang menurutku, lantas saat aku mendongakkan pandanganku kembali sepintas aku melihat wanita itu melihatku dengan cara yang tidak biasa, dan itu membuatku sedikit merasa canggung saat duduk di sebelahnya.
menurutku ini kesan pertama yang sedikit tidak aku sukai dari wanita itu, meskipun aku tidak terlalu suka dengannya aku akan tetap berada di restoran ini karena aku terpaksa harus memenuhi janji ku dengan eunmyeong.
"oh iya perkenalkan kak, ini teman ku, namanya min sera, dia baru saja pulang dari paris !"
"salam kenal !" ucapku sambil tersenyum
"min sera !" ucapnya sambil menyodorkan sebuah kartu nama kepadaku, reflek aku pun menerimanya dan membacanya walaupun hanya sedikit yang aku baca.
"dia seorang desainer ternama di paris dan aku sangat mengidolakannya !" ucap eunmyeong begitu antusiasnya
"benarkah ? wah suatu keberuntungan bisa bertemu dengan anda dan menikmati makan malam bersama di sini bersama !"ucapku ramah tamah
di saat aku sudah berusaha semaksimal mungkin dengan memaksakan diri harus berpura pura baik di depannya, dia justru merespon pujian ku dengan tersenyum sinis kepadaku, seolah olah dia sedang merendahkan aku dengan senyuman dan tatapan mata yang sangat terlihat jelas dan mudah sekali terbaca olehku.
"ternyata dia suka menjilat ya !" ucap min sera di hadapanku
"apa ?!! menjilat ?" ucapku spontan
"iya, memang sudah biasa kok !" saut eunmyeong sambil tertawa
"bisa bisanya mereka merendahkan aku dengan mudahnya, kalau tau akan seperti ini lebih baik aku tidak usah datang sekalian !“ gerutu aku di dalam hati
"kalian pikir aku sudi datang ke sini hanya demi menikmati hidangan mahal seperti ini, kalau aku ingin aku sangat bisa membelinya tanpa harus makan malam dengan kalian berdua !"
haah .. sayangnya kata kata itu hanya muncul di dalam benakku saja dan tak bisa aku katakan secara terang terangan, yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan dengan perlahan dan mencoba tersenyum dengan ikhlas.
Setelah mereka berdua puas menertawakan aku di sepanjang obrolannya, akhirnya pelayan restoran datang dan menyelamatkan harga diriku, semua menu makanan yang telah di pesan akhirnya tiba di meja makan kami, namun dari sekian banyaknya makanan di meja hanya ada satu makanan yang bisa aku makan yang tak adalah pasta jamur, apa boleh buat aku pun hanya mengambil piring yang berisikan porsi kecil pasta dengan saus jamur dan toping udang di atasnya.
__ADS_1
"tunggu !"ucap min sera menghentikan aku saat aku hendak menyuapkan mie ke dalam mulutku
"kenapa ?!"jawabku ketus
"chirs !" ucap min sera sambil menyodorkan gelas wine kepadaku
"ah .. aku lupa bilang kalau aku tidak pernah minum alkohol !"ucapku dengan santai
terlihat min sera hanya mengedikkan alisnya kemudian menatap eunmyeong dengan tatapan jengkel.
"kak tapi kita sudah memesan 3 gelas wine loh, sayang kan kalau tidak di minum !"
"kalau begitu kamu saja yang minum !"
"apa !!!" teriak eunmyeong marah
lalu tiba tiba saja min sera memanggil pelayan restoran dan memesankan minuman lagi untukku.
"apa yang ingin kamu pesan ?"
"aku pesan yang ini satu !"ucap min sera kepada pelayan
"baiklah !" ucap si pelayan itu
lalu saat pelayan itu hendak pergi, seketika min sera menarik pelayan itu lalu membisiki sesuatu ke telinganya, saat aku melihat hal itu aku sedikit merasa curiga dengan gerak geriknya.
***
hari ini benar benar sangat melelahkan, aku tidak habis pikir mengapa makan malam kali ini terasa sangat lama sekali bagiku, padahal aku hanya menyantap satu porsi pasta dan segelas jus alpukat, tapi perbincangan mereka tidak usai usai sudah sejak tadi aku perhatikan.
"eunmyeong sepertinya aku harus pulang sekarang !" ucap ku sedikit lesu
"nanti dong kak, aku bahkan belum menghabiskan satu botol wine lagi !, botol cantik ini bahkan baru saja sampai di meja kita !" ucapnya sedikit melantur
__ADS_1
"tunggulah sebentar lagi sampai adikmu menghabiskan minumannya !" ucap sera
mereka berdua benar benar terlihat sangat kuat saat minum wine, padahal di meja sudah ada dua botol wine yang telah kosong, tapi anehnya kenapa aku yang tidak meminum wine justru merasa seperti orang yang sedang mabuk sekarang, pandangan ku juga sedikit kabur lalu aku juga merasa sangat pusing dan sedikit mengantuk.
"sepertinya aku harus pulang sekarang eunmyeong, aku sudah tidak kuat menahannya lagi !" ucapku sembari berdiri dari tempat dudukku
"kakak kenapa ?"
"entahlah tiba tiba saja aku pusing sekali !"
"iya baiklah kakak pulang saja dulu !"
"iya, terima kasih untuk makan malamnya, saya pamit pulang dulu !"
"tapi maaf ya kak aku tidak bisa mengantarkan kakak pulang, kakak naik taksi saja ya !"
aku hanya mengangguk pelan, kemudian berbalik dan berjalan menuju ke lift, sesampainya di depan lift pandanganku semakin kabur, akhirnya aku kesulitan untuk memencet tombol di lift.
"anda mau ke lantai berapa ?!"
seketika seorang lelaki berbadan kekar menangkap tubuhku yang hampir terjatuh dan kemudian memegangi kedua pundak ku.
"lantai satu !"
"mari saya antar !"
"maaf saya bisa berjalan sendiri !"
"baiklah !"
akhirnya aku masuk ke dalam lift begitu juga dengan lelaki itu, tidak ada orang di dalam lift selain aku dan lelaki itu, suasana di dalam lift begitu tegang, walaupun aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas tapi dari lengan tangannya aku bisa melihat ada banyak sekali tato di tubuhnya, firasatku mengatakan kalau aku harus segera keluar dari dalam lift begitu pintunya terbuka.
meskipun saat ini aku sedang tidak bisa membuka mataku karena aku merasa sangat pusing, tapi aku masih bisa merasakan dengan jelas kalau laju lift ini sedang berjalan naik ke atas dan bukan ke bawah, namun aku tidak boleh berfikiran negatif dulu karena bisa jadi dia yang ingin pergi dulu ke atas lalu setelah itu baru aku, dan begitu liftnya terbuka lelaki itu pun segera keluar, namun tiba tiba saja dia juga mengandeng tanganku lalu menarik ku keluar bersamanya, dan akhirnya aku pun juga ikut keluar dari dalam lift tersebut.
__ADS_1
"kenapa anda menarik saya keluar ?"
"maaf tapi sepertinya lift ini akan segera di perbaiki !" ucapnya sambil menunjuk ke beberapa orang yang datang untuk melakukan servis atau perawatan lift.