
'There's always a reason'
Sky dan Ayana masih betah berada di lorong mansion Violet. Sky menyandarkan punggung di dinding sedangkan Ayana dipeluknya erat dari belakang.
Rasa hangat di rasakan Ayana saat tubuhnya di peluk Sky, mereka berdua terhanyut dalam kehangatan, sesekali Sky mengecup bahu sang isteri yang terhalang tali gaun, dia juga menumpukan dagunya di sana, tangan Ayana berada di atas tangan Sky yang melingkari perutnya.
"Hey, sampai kapan kita seperti ini?" tanya Ayana kemudian berbalik tetapi mereka masih berpelukan.
Sky menatap Ayana, seolah mengerti tatapan Sky, gadis itu segera menjawab. "Buukannya tidak suka, tetapi kakek akan segera memulai acaranya."
Sky menaikkan alisnya, Ayana menjawab lagi. "Aku tahu kau bertanya, itu terlihat dari matamu, orang bilang mata adalah cerminan hati, jadi ... apa aku benar?" tanya Ayana. Sky mengangguk sambil tersenyum, posisi mereka berhadapan dan masih berpelukan, tinggi Ayana hanya sebatas hidung Sky, meskipun sudah memakai pumps tinggi gadis itu masih jauh dengan suaminya.
Pada akhirnya mereka kembali ke acara dan terpaksa sedikit menjauh, Nicholas Violet merasa tidak nyaman karena melihat Flora yang bergelayut manja pada lengan Sky, walaupun pernikahan Sky dan Ayana di rahasiaakan itu bukan berarti mereka bebas seperti itu.
"Kau berhutang penjelasan pada kakek," bisik Nicholas pada Ayana dan menunjuk ke arah Sky dengan dagunya.
"I-iya, Kakek!" jawab Ayana dengan gugup.
....
Seperti yang di inginkan Nicholas, di ruang kerja milik sang kakek, pasangan suami-isteri berdiri kaku karena terlalu tegang, para tamu pulang terlebih dahulu, tetapi Sky dan Ayana malah mendapat sidang dari sang kakek karena kesalahan Sky.
"Katakan, kenapa kau berpacaran dengan gadis lain, Sky?" tanya Nicholas dengan nada yang tegas menunjukan bahwa sang penguasa utama Violet yang penuh wibawa.
Ayana ingin menjawab, tetapi Sky menghalangi, pemuda itu kemudian menggerakan tangannya.
"Apa yang di katakan cucuku, Ayana?" Nicholas mengalihkan pertanyaan pada Ayana.
"Eh? Sky berkata. Ini semua salahku, waktu itu aku hanya ingin membuat Ayana cemburu." Ada jeda dan wajah gadis itu terlihat merona. " Da-dan aku tidak tahu ternyata Ayana juga mencintaiku."
"Kakek jangan khawatir aku akan segera menjelaskan pada gadis itu," ucap Ayana dengan lancar.
"Hm ... begitu? Apa itu benar, Sky?" tanya Nicholas sambil menghela napasnya.
__ADS_1
"Baiklah, lebih cepat lebih baik, aku tidak ingin kau menyakiti Ayana, cucu menantuku ini sangat istimewa," ucap Nicholas dengan mengusap kepala Ayana.
...
Dua sejoli itu kembali ke apartemen setelah pesta dan sidang singkatnya dari Nicholas juga selesai. Ayana membuka pumps hitam yang dia kenakan, kakinya sudah terasa pegal dari tadi, sedangkan Sky tengah melonggarkan dasi kemudian membuka jas hitamnya.
"Istirahatlah ini sudah malam, besok kita harus sekolah!" ucap Ayana, gadis itu hendak pergi ke kamar tetapi Sky menghentikanya, tubuh gadis itu ditarik sampai menabrak dada bidangnya.
"Ahh .... Sky!" pekik Ayana, "Kenapa kau menarikku?" tanya gadis itu di tengah pelukan suaminya.
"Kau mau kemana, mau meninggalkanku, begitu?" Dengan terpaksa Sky melepaskan pelukannya karena harus menggerakan tangan.
"Apa kau tidak ingin tidur bersamaku? Aku kan suamimu? Aku akan kedinginan nantinya!" Ayana merona setelah membaca gerakan tangan pemuda itu.
"Dasar mesum!" Ayana mencubit pinggang Sky dan memukul dadanya. tetapi Ayana terkejut, tiba-tiba Sky meringis dan memegang dadanya, dia panik karena melihat Sky yang begitu kesakitan.
"A-ada apa? Sky kau kenapa?" Mata Ayana membola, kemeja biru muda yang dipakai Sky basah, bukan karena air melainkan darah.
Ayana menutup mulutnya dan menangis. "Sky, maafkan aku." Ayana segera membawa Sky ke rumah sakit terdekat, dokter menerangkan tulang rusuk kiri bagian bawah pemuda itu retak dan luka luarnya sedikit besar.
Ayana merasa prihatin atas keadaan Sky. Dia menghampiri pemuda yang tertidur, gadis itu duduk di kursi dekat ranjang. Tangan besar Sky digenggamnya erat, sampai pemuda itu membuka matanya perlahan.
"Hai? Apa kau baik-baik saja?" tanya Ayana setelah Sky benar-benar sadar dari tidurnya, pemuda itu hanya mengangguk, Ayana tahu semua luka yang dirasakan Sky adalah karena pukulan dari Star.
Sky tidak bisa menggerakan tangannya, jadi pemuda itu menggerakan mulutnya tanpa suara, Ayana berusaha memahaminya.
'Maafkan aku, kau jadi kesulitan karenaku.' Ayana menggeleng.
"Tidak, ini bukan salahmu." Ayana berhenti sejenak.
"Sebenarnya aku tahu penyebab semua ini."
"Star yang melakukanya."
__ADS_1
"Kenapa kau tidak melaporkanya? Kenapa kau membiarkan dia?"
"Kakekmu dan Harry mereka tidak tahu hal ini, 'kan?"
"Apa selama ini dia selalu melakukan hal buruk padamu?"
"Dan kau hanya menerimanya."
"Kau bisa mati, apa kau tahu betapa khawatirnya aku saat melihatmu seperti ini? Dan terakhir adalah waktu di UKS semua kuku di jari tanganmu hampir terlepas, rasanya itu menyakitkan untukku."
Ayana mulai terpancing emosi dan menangis, Sky masih menatapnya.
"Aku tidak akan membiarkan ini terjadi lagi, aku tidak akan tinggal diam." Sky menyentuhkan telunjuk di bibir Ayana, gadis itu terdiam namun tetap menangis, Sky berusaha mengambil ponselnya di atas meja dekat ranjang pasien, dia mengetik sesuatu kemudian diperlihatkan kepada Ayana.
'Kau pasti lelah dan kau belum tidur, jadi sekarang tidurlah ini sudah pukul tiga pagi!' Itu yang di baca Ayana di ponsel Sky, gadis mengernyit melihat Sky menepuk-nepuk kasur sebelah kanannya. Ayana tersenyum dan menghela napas, dia membaringkan tubuhnya di sisi kanan Sky kemudian dia tertidur dengan pelukan tangan kanan suaminya.
"Sky, berjanjilah padaku!" ucap Ayana tanpa melepaskan tatapannya, Sky hanya memperhatikan.
"Kau akan menjaga dirimu, lakukanlah demi diriku," ucap Ayana dengan mata yang berkaca.
...
Sudah dua hari Ayana menjaga Sky di rumah sakit, mereka tidak memberi tahu orang lain, dengan alasan tidak ingin membuat cemas. Sky sudah diperbolehkan pulang karena pemuda itu tidak betah berada di rumah sakit.
Semua keperluan Sky sudah Ayana siapkan supaya sang suami merasa nyaman, pemuda itu bersandar di tempat tidurnya.
"Bagaimana perasaanmu?" tanya Ayana, gadis itu membawa nampan yang berisi makanan dan juga air minum untuk Sky, tentu saja pemuda itu hanya bisa menjawab dengan anggukan atau gelengan, memangnya apalagi yang bisa dilakukan seorang cacat seperti dirinya, ditambah sekarang tubuhnya bahkan tidak bisa bergerak, tangan kiri memakai pelindung supaya tidak banyak bergerak, Sky berpikir kalau seperti ini terus itu hanya akan membuat Ayana kesusahan.
Sky tampak murung, Ayana bisa melihatnya, dia tahu suaminya itu pasti kesulitan untuk berkomunikasi, akhir-akhir ini pemuda itu memang sedikit lebih sensitif, terutama jika menyangkut kebisuanya.
"Mau sampai kapan kau cemberut seperti itu?" canda Ayana, namun tak mendapat respon dari Sky.
Ayana mungkin berpikir Sky tengah bosan, sepertinya jalan-jalan ke taman bukan ide yang buruk.
__ADS_1
'Dasar bodoh Sky bahkan tidak bisa berdiri.' Ayana memukul kepalanya sendiri. Dia hanya ingin menghibur Sky, dia sudah berjanji untuk membuat Sky bahagia. Maka dari itu Ayana akan terus berusaha untuk membuat hidup Sky semakin berwarna.