Love In Silent

Love In Silent
Kota Tujuan


__ADS_3

terlihat si ibu sudah tertidur pulas disampingku, kulihat tidurnya sangat nyaman dengan dengkuran lirih yang menandakan tidurnya sangat lelap, terkadang melihat seseorang bisa tertidur pulas seperti ini sudah cukup membuatku merasa iri, maklum saja karena aku tidak bisa tidur sampai sepulas itu, meski kedua mataku terpejam namun tidak dengan kedua telingaku, dan ketika aku sudah mulai merasakan lelah akupun tertidur dalam perjalanan yang kira kira kurang lebih 2 jam perjalanan lagi kereta bisa sampai di kota tujuan.


***


ketika miranda sedang tertidur lelap, tanpa ia sadari sosok laki laki yang mengikutinya dari bandara terus memantau miranda dari kursi penumpang yang letaknya ada di ujung belakang, lalu beberapa saat kemudian terdengar dering suara ponsel dari dalam saku celananya.


"halo !"


"apa semuanya lancar ?"


"sampai saat ini masih aman aman saja, tidak ada yang sesuatu yang terlihat mencurigakan !"


"kerja bagus .. terus amati dia dan ikuti dia sampai kemanapun dia pergi, dan laporkan segala kabar terbarunya kepadaku, mengerti !!"


"siap !!"


tut .. panggilannya langsung dimatikan begitu saja, orang itu terlihat terus memandangi kursi penumpang yang sedang di duduki oleh miranda, anehnya dia tidak lengah sedikitpun terhadap miranda, hingga seolah olah kedua matanya tak mau berkedip walau hanya sedetik.


***


"nak ! nak !" panggil si ibu sambil menepuk lemah pundakku


"hmm ya ?"ucapku seraya mengucek kedua mataku


"kita sudah sampai di stasiun pekalongan !"ucap, si ibu


"kita sudah sampai ?"


"iya, ayo kita turun !"


"iya bu, ibu turun duluan saja nanti saya menyusul !" ujarku masih setengah mengantuk


"ya sudah, tapi jangan lama lama ya, saya akan tunggu kamu di kursi tunggu itu !" ucap si ibu sambil menunjuk ke arah luar jendela kaca kereta.


meski masih mengantuk aku terpaksa harus turun berjalan kaki dari dalam kereta, biasanya kereta tidak akan berhenti cukup lama jadi aku harus bergegas supaya tidak tertinggal di kereta, namun saat aku hendak keluar dari tempat dudukku seketika seorang lelaki menabrakku dari belakang.


"aduh !"teriakku kaget, dengan sigapnya dia langsung mendekap tubuhku dari belakang.


"sorry !"


"bule ?"ucapku spontan saat melihat kedua mata birunya yang nampak indah.


"what ?"


"ah no, it's nothing !"


*ah tidak, bukan apa apa kok !

__ADS_1


kemudian laki laki itu melepaskan pegangannya lalu berjalan keluar lebih dahulu, meskipun dia memakai masker namun pesona ketampanannya tidak bisa lagi di pungkiri saat melihat kedua matanya.


"ah sadar miranda kamu itu bukan anak gadis lagi yang sedang baper bapernya !"


sementara itu si ibu terlihat sedang mencari cari diriku yang belum juga nampak keluar dari dalam kereta, langsung saja akupun menghampirinya agar dia tidak terus menerus mendongakkan kepalanya terus menerus.


"bu !"teriakku keras


"oh sudah di luar ternyata !, ayo nak kita pergi !" ajak si ibu


"pergi kemana bu !?"


"ke rumah ibu saja dulu, sambil nunggu kamu menemukan tempat tinggal baru, ayo !"ucap si ibu main tarik tanganku seenaknya saja.


"eh anu bu .. saya sepertinya tidak bisa ikut dengan ibu !"


"loh kenapa nak ?"


"saya tidak enak sama ibu, takut merepotkan !"


"enggak kok nak, kamu tidak merepotkan saya sama sekali !"


"aduh si ibu kok enggak peka banget ya !"gerutuku dalam hati


"hmm .. memangnya dari stasiun ke rumah ibu masih jauh apa tinggal sedikit lagi ?!"


"ahahaha itu sih agak jauh ya bu !"


"dekat nak !" ucap si ibu masih tetap maksaku, dalam situasi seperti ini seketika saja pandanganku mendadak menemukan sebuah tempat yang cocok untuk di jadikan alasan kepada si ibu.


"ah tapi saya sangat lelah bu, saya sudah menghabiskan perjalanan berjam jam di pesawat dan di kereta tadi, jadi saya ingin segera beristirahat malam ini, lalu .. sepertinya tempat itu bisa saya gunakan untuk beristirahat sejenak !"ucapku sambil menunjuk sebuah hotel yang ada di depanku


"hotel ?"


"iya, kebetulan sekali ada hotel di depan stasiun kan bu !"


"aduh jangan buang buang uang nak, menginap di hotel itu bayarnya mahal !"


"enggak apa apa bu .. kan cuma satu malam saja !"


"tapi kan tetap saja, kalau kamu ikut saya, kamu tidak perlu membayar kalau untuk semalam !"


"oh jadi maksud ibu ini, saya di suruh tinggal dengan dia supaya dia bisa meminta uang sewa tinggal di rumahnya, bener bener nih ibu yang satu ini !"batinku agak geram


"bu .. saya sangat lelah dan ingin lekas tidur, jadi silahkan ibu pulang terlebih dahulu dan segera melanjutkan perjalanan ibu yang masih panjang itu, sebelum makin kemalaman !"


"kamu ikut saya saja ya !"

__ADS_1


"masih ngotot juga ya !, hah terpaksa nih aku harus keluarin jurus andalanku !"gumamku lagi


"ssshhtt .. !" seketika aku mendesis


"kenapa nak ?"


"ini bu .. perut saya kok agak sakit, kenapa ya ?"


"masuk angin itu pasti nak !" ucap si ibu belum menyadari dengan perutku yang sudah agak buncit


"mungkin bisa jadi kali ya bu !"


"iya itu pasti, kan kamu habis dari perjalanan jauh !"


"nah itu ibu tahu, kenapa malah mau di tambah makin jauh lagi !" ucapku ngedumel dalam hati


"ya sudah ayo cepetan keburu kemalaman !"


"maaf ya bu sepertinya saya benar benar tidak bisa ikut !"


"kenapa lagi sih nak !"


"badan saya sepertinya agak meriang bu !"


"enggak apa apa itu paling masuk angin biasa !"


"iya saya tahu bu, tapi kalau saya paksakan sekarang untuk ikut dengan ibu, saya takut janin saya kenapa kenapa !"


"janin ? kamu sedang hamil ?!"seketika si ibu berteriak, dan spontan membuat semua orang yang ada disekitar langsung menatap ke arah kami.


"iya bu .. baru 1 bulan"ucapku berbisik


"coba sini tak pegang perutnya !"


"belum ketara bu kan masih satu bulan !"


"iya tapi kan saya tahu bagaimana perut orang yang sedang hamil walaupun masih satu bulan !"


"ahaha ibu masa enggak percaya saya bilang begitu sih !"ucapku basa basi, lalu setelah ibu itu benar benar memegang perutku, dia pun baru percaya kalau aku memang sedang hamil ketika sudah memeriksanya sendiri, akhirnya sandiwara ini pun berhasil dengan ending yang sedikit agak membagongkan.


Akhirnya dengan cara jitu yang sudah aku keluarkan si ibu berhasil pulang dengan tenang ke rumahnya sendiri, tidak sia sia juga trik yang aku keluarkan.


"hah .. baru kenal saja cerewetnya sudah minta ampun, bagaimana jadinya kalau aku tinggal serumah sama ibu itu, enggak bisa bayangin rasanya kaya apa !"ucapku sembari melihat si ibu yang sudah naik kendaraan umum.


"hati hati ya bu !" teriakku sambil melambaikan tangan dan tersenyum lega


awalnya aku merasa asik saat mengobrol dengan ibu itu, namun lama kelamaan obrolan itu mulai menggangguku karena si ibu cukup keras kepala dan agak memaksa, untungnya aku tidak cepat tergiur dengan tawarannya.

__ADS_1


__ADS_2