
"Hampir setengah tahun sudah aku tak lagi mendengar suaranya, aku sudah tak bisa lagi melihat senyumannya yang selalu menghiasai hari hariku ketika aku merasa lelah dengan segala hal, karena kini dia sudah tak berada di sisiku, dia telah menghilang dari pandanganku dan tak tahu dia ada dimana !" Keluh hajun pada dongjun
"ternyata kamu belum siap kehilangan dia !"
"Belum, aku belum sanggup untuk benar benar jauh dari dia, apa yang harus aku lakukan sekarang, aku ingin sekali melihat wajahnya meskipun untuk sekali saja, aku ingin meminta maaf padanya !"
Mendengar kata kata itu yang terucap oleh hajun, seketika dongjun merasa hatinya mulai terenyuh dan kasihan pada hajun
"Jika kau bertemu dengan miranda apa kau benar benar ingin meminta maaf padanya ?"
"Iya, aku ingin sekali melakukan hal itu !" Kemudian dongjun terdiam dan termenung cukup lama
"Aku tahu dimana miranda berada !" Ucap dongjun lirih
"Kamu tahu dimana dia ?!!" Ucap hajun terkejut
"Iya, tapi .. Sebaiknya kamu harus memberinya kabar atau pesan terlebih dahulu padanya !"
"Aku sudah tidak lagi menyimpan nomernya !"
"Email, bagaimana dengan emailnya ?"
"Aku tidak ingat !"
"Apa perusahaanmu masih menyimpan data resume milik miranda !?"
"Sepertinya masih !"
"Kalau begitu coba kau cari itu dan setelahnya cobalah untuk mengirim email dulu !"
Sepertinya saran benar benar sangat membantu hajun, terlihat sudah semangat yang kembali ada di dalam dirinya, tatapan itu menunjukkan ada sebuah ambisi untuk bisa kembali menghubungi miranda dan segera meminta maaf kepadanya.
***
Terlalu indah jika untuk dilupakan dan terlalu sedih jika harus dikenang setelah miranda jauh berjalan dan ditinggalkan, betapa hatinya selalu bersedih ketika mengenang kasih sayang dari seseorang yang selama ini ada dan selalu hadir dihatinya, begitu pula dengan hajun yang ikut merana karena menahan rindu ingin berjumpa dengan miranda, sesulit itukah mengartikan sebuah bahasa cinta yang harus terisi di dalam jiwa setiap manusia.
__ADS_1
Di saat dua cinta masih saling mencari dan ingin bertaut kembali disisi yang lain ada sinyal cinta yang terus memaksa ingin masuk dan berada di tengah tengah dua hati yang masih saling menunggu, gelombang cinta itu seolah tak ingin mengalah dan terus memaksa agar satu hati melepaskan hati yang lainnya.
Meski miranda terus berkata tidak dan tetap tidak namun yusuf masih saja mengharapkan kata iya akan terucap dari bibir miranda, meski miranda telah menolaknya sampai berulang ulang kali bahkan tak jarang miranda mengeluarkan kata kata penolakan yang agak kejam jika di dengar tapi tetap saja yusuf masih terus memperhatikan miranda bahkan di usia kandungannya yang kini telah memasuk di bulan ke 8, yusuf selalu hadir menemani miranda untuk melakukan kontrol kandungan di puskesmas atau hanya sekedar kewajiban hendak pergi USG.
Dia juga sering membelikan miranda perlengkapan untuk bayinya nanti, meskipun miranda tak pernah memintanya.
"aku rasa semua ini sudah cukup yus, saya tidak mau menerima lebih dari ini !" ujar miranda
"saya ikhlas membantu kamu kok mir !"
"yus .. Saya sudah berkali kali bilang sama kamu, kalau aku bisa mengurus diri saya sendiri !"
"iya saya tahu .. Yapi bagaimana dengan anak itu, ketika saatnya dia keluar kamu pasti akan membutuhkan orang lain mir !" dalam sekejap miranda langsung terdiam, ternyata apa yang di katakan yusuf telah membuatnya kehabisan kata
"apakah kamu benar benar ikhlas ?"
"tentu saja, tapi .. Sejujurnya aku juga masih mengharapkan satu jawaban yang belum juga aku dapatkan hingga sampai saat ini !" ucapnya sambil tersenyum manis pada miranda, sontak miranda langsung menggelengkan pelan kepalanya
"datanglah padaku, aku akan selalu ada untukmu !" ucapnya sedikit menggoda miranda
"yah .. Terserah kamu saja, tapi kita telah bertemu karena sebuah nasib yang baik dan mungkin saja itu sudah digariskan oleh takdir mira !"
"tolong biarkan hatiku ini tenang dulu untuk saat ini, aku mohon !"
"kalau begitu biarkan aku mengisi kekosongan itu !"
"maaf yus tapi aku tidak bisa .. Masih ada bekas luka yang belum sembuh, dan aku tidak ingin hal seperti dulu terjadi lagi !"
"kalau begitu ... Biarkan semua duka dan lukamu itu berlalu dan aku yang akan menyembuhkan lukamu itu !"
"cukup !!! Aku tidak ingin mendengarnya lebih jauh lagi !" bantah miranda karena mulai merasa kesal
"aku ingin bertanggung jawab atas bayi yang sedang ada di perutmu mira, apa itu salah ?!"
"Memangnya kamu siapa ?!! Hanya aku yang berhak memikirkan nasib anak yang ada di dalam perutku ini !"
__ADS_1
"aku hanya ingin menjadi pelindungmu mira, jadi ijinkan aku mendapatkan kesempatan itu !"
"bagaimana caranya agar aku bisa menghentikan kamu sekarang !?"
"maaf tapi kamu tidak akan bisa menghentikan aku mira !"
"kalau kau terus memaksa ingin bersamaku .. Itu tidak akan menjamin hidup kita akan bahagia yus !"
"loh !! kenapa ?"
"impianmu ada dalam kedua matamu, aku melihat akan ada ketidakpuasan dalam mimpimu .. "
"apa maksud mu mira ?"
"aku merasa bahwa pembicaraan hati hanyalah sepotong kata kata yang hanya menipu, kamu bersamaku atau tidak, apa bedanya ?!!" seketika yusuf langsung mengernyitkan kedua alisnya
"apa yang sedang kamu maksudkan padaku dari kata kata sindiran itu ?"
"jika yang ada di dalam hatimu itu hanyalah keinginan sesaat maka urungkan itu dan bersikaplah biasa saja ketika sedang bersamaku !"
"aku tidak pernah menyangka kamu akan menganggapku orang yang seperti itu !" dan sekarang gantian miranda yang terlihat mengernyit
"kamu salah mengenai aku mira, aku tulus dengan perasaan ini !" jelas yusuf
hanya dalam sekejap mata kata kata itu mampu membuat hatinya tersentuh meski hanya untuk sesaat, hari hari yang telah berlalu dan mereka jalani bersama tanpa sadar telah membuat perasaan kasih sayang diantara keduanya, namun ternyata kasih sayang itu sangatlah berbeda jauh menurut miranda dan yusuf, kasih sayang yang mereka rasakan tidaklah sama.
"kamu salah yus .. Kamu juga tidak mengenali aku dengan cukup baik !" ucap miranda, seketika untaian kata itu membuat suasana membeku dan menyekap kedua hati yang ingin memberontak keduanya terdiam dan saling memandang dengan tatapan yang penuh dengan pertanyaan, teka teki yang membuat yusuf terjebak dan tak bisa keluar, dia terus berputar putar lalu berakhir di jalan yang buntu, perasaannya tak bisa hilang namun tak bisa pula tersampaikan.
"ini sungguh menyiksaku mira, aku bahkan tidak bisa menguasai hatiku sendiri !" ucapnya sembari menundukkan pandangannya
"apakah lebih baik hari itu kita tidak usah bertemu saja ? Tapi aku juga merasa bahagia jika masih bisa terus menemani kamu meski aku harus membujang seumur hidupku !"
"apa maksudmu !! Kamu bahkan masih muda, kenapa mudah sekali berputus asa, masih banyak wanita cantik dan muda jika kau mau mencarinya !"
"apa kamu pikir mudah untuk aku bisa menghendaki hatiku mau menatap ke arah mana mir ?"
__ADS_1