
aku sempat tidak habis pikir dengan caranya yang begitu entengnya mengatakan kalau semua ini dia lakukan untuk kebaikan ku. apakah tidak terlihat jelas kalau sebenarnya dia hanya menutup nutupi kebenarannya agar dia bisa melindungi nama baiknya sendiri, dan juga nama baik fakultas.
"kesabaran saya sudah cukup sampai disini pak, anda sekarang tidak ada sangkut pautnya dengan saya lagi, karena saya sudah memilih jalan saya sendiri, jadi tolong hargai apa yang saya putuskan sekarang !"
"oke saya mengerti, saya akan hargai apa keputusan kamu sekarang ! "
"kalau begitu terima kasih !" ucap ku
"tolong terima ini, saya permisi ! " ucap profesor hajun sambil memberikan kantong obat kepada ku lalu dia langsung pergi begitu saja.
saat menerima obat itu, entah kenapa rasanya aku jadi semakin kesal dan sangat marah dengannya, kalau dia tidak suka dengan ku atau dia jijik dengan ku, kenapa dia harus jadi sok perhatian kepadaku, dan terkadang tiba tiba dia juga sok peduli kepadaku, namun ujung ujungnya pasti dia hanya mempermainkan aku dengan kata kata menusuk yang keluar dari mulutnya.
"kak kok sendirian ? om baik kemana ? " tanya juna
"pulang !! "jawabku ketus
karena saking jengkelnya dengan orang itu, aku sampai melempar obat pemberiannya ke tong sampah.
"apa itu kak ?, kok di buang ?"tanya jenni
"obat kadaluwarsa !!"
"bukannya itu dari om baik kak !!" ujar jenni
"bukan !"
"iya itu dari om baik !! tadi jenni lihat sendiri kok !!" ucap jenni ngegas
"jenni sssttt !!"ucap juna
"kakak bilang bukan ya bukan !!"ucapku juga ngegas
"kakak mau tidur dulu, kalian juga buruan ke kamar, besok kalian harus berangkat sekolah !!"
"iya kak ! " jawab juna
"ih kakak aneh, hadiah dari om baik kok malah di buang sih !!"ucap jenni
"eh mau ngapain kamu ngorek ngorek tempat sampah kotor tahu !!"ujar juna memarahi jenni
"jenni cuma mau lihat tadi yang di buang sama kakak itu apa !!, siapa tahu dalamnya kue dorayaki !!"
"bukan, itu obat jenni ..!!, kamu mah pikirannya makanan doang, pantesan tuh pipi udah kaya roti anget aja !!"
__ADS_1
"ih apaan sih kak juna ngeledekin jenni mulu !!"
"jen, kira kira kak miranda kenapa ya ?"
"enggak tahu, kenapa tanya sama aku ?"
"kalian kan sama sama cewek, makanya aku tanya sama kamu ?"
"enggak tahu, aku mau tidur dulu deh, nanti kakak yang matiin lampunya ya !"
"iya ! "
***
keesokan harinya aku bangun pagi pagi seperti biasanya untuk membeli sarapan bubur ayam kesukaan kedua adikku.
saat aku sudah siap dan hendak keluar dari gerbang seketika aku di dorong oleh seseorang dari luar sehingga aku pun terpental masuk kembali.
"gimana kabarnya sekarang !" ucap rendi sambil menutup pintu gerbang rumah ku.
"ngapain kamu ke sini ! " ucap ku ketakutan
"nggak ngapa ngapain kok, cuma pengen liat, wajah kamu aja, karena udah lama ya kamu ngilang .. ! " ucap rendi dengan wajah yang amat sinis menatap ku
"ren kamu mau apa ?"
"gue . . ! "
"enak ya hidup elo, gara gara elo gue jadi enggak bisa masuk kuliah lagi nih, gimana dong !!"ucap rendi sambil cengas cengis
"mir ..! "teriak seseorang dari balik gerbang
dan ternyata orang itu adalah profesor jun, karena aku hanya diam saja karena takut dengan rendi akhirnya profesor jun pun nekat memanjat gerbang rumahku.
"dasar tukang ganggu aja ! " ujar rendi sewot
seketika rendi langsung lari keluar dan melompati pagar samping rumahku
"mir kamu nggak apa apa ?, ada yang lecet ?"ucap profesor jun sambil memegang kedua pundak ku dengan tatapan matanya yang seolah olah sangat mengkhawatirkan ku
"nggak ada, aku baik baik aja ! "jawab ku cuek
aku sangat bingung dengan dirinya, kadang sangat baik padaku dan kadang dia sangat acuh, bahkan tak memperdulikan ku, sebagai wanita apakah aku salah kalau, aku sampai salah sangka dan bahkan sempat menaruh hati kepadanya.
__ADS_1
Namun di sisi lain aku sadar batasan antara seorang murid dan gurunya, aku sadar kalau hubungan kami tidak boleh melebihi batasan itu, di saat perasaan ku mulai goyah dia justru menjauh dan acuh tak acuh kepadaku, namun sebaliknya di saat aku sudah mulai sadar akan kekeliruan perasaan yang aku alami saat itu, dan aku mulai menata hati ku kembali, mengapa di saat itu dia datang menemui ku lagi lalu dengan entengnya dia berubah menjadi sangat perhatian kepadaku.
"pak ada satu hal yang ingin saya tanyakan, dan sebenarnya saya ingin menanyakan ini sejak lama sekali !!"
"iya ..!!"
"kalau boleh tahu .. sebenarnya selama ini profesor menganggap saya itu .. sebagai apa ??"
seketika itu profesor diam untuk beberapa saat dan mendadak ekspresi wajahnya langsung berubah.
"kenapa kamu tanya hal itu sama saya ??"
"enggak apa apa, saya cuma ingin tahu saja !!"
"enggak ada yang spesial ..!!"
mendengar perkataan itu, hati ku kembali merasa sakit.
"maksudnya enggak ada yang spesial ??"
"iya .. kamu saya anggap hanya sebagai mahasiswa saya, sama seperti lainnya !!"
"udah itu aja ??!!"ucapku masih tidak percaya
hanya ada rasa kecewa yang terbesit di dalam hatiku, kalau aku selama ini hanya dia anggap sebagai muridnya, sama seperti hal murid lainnya, lantas semua perhatian yang ia berikan kepadaku apakah itu hanya tipu belaka ?, atau jangan jangan semua mahasiswi juga di perlakukan sama rata sama seperti halnya dia memperlakukanku seolah olah aku adalah orang yang spesial di dalam hatinya.
"jadi intinya saya itu hanya murid anda kan ?!!"
"iya !!, memangnya kenapa ??, apa selama ini ada yang salah !?"
"enggak kok !!"ucapku sambil menahan rasa sakit hati yang sangat sulit aku tahan saat di depan matanya
"oh iya, tadi malam selepas pulang kerja saya mampir di apotik jadi sekalian saya beli obat ini buat kamu .. !!"ucap profesor jun sambil menyodorkan sebuah obat kepadaku
"untuk saya ??"
"untuk kamu, berhubung saya lewat di sekitar sini, jadi sekalian saya mampir ke rumah kamu .. !!"
"maaf anda tidak perlu repot repot membelikan obat untuk saya, saya bisa kok beli obat sendiri, lagian luka saya juga sudah hampir sembuh jadi tidak perlu obat sebanyak itu lagi ..!!"ucapku sambil mengembalikan obat itu
"saya permisi pak .. saya mau pergi dulu !!"
"pergi kemana ?, saya antar saja biar sekalian jalan !!"
__ADS_1
"enggak perlu pak saya bisa sendiri, deket kok enggak jauh dari rumah saya !!"
aku pun pergi begitu saja tanpa memperdulikannya lagi, mendengarnya mengatakan pernyataan itu tadi sudah cukup membuat ku muak untuk melihat wajahnya, mungkin selama ini hanya aku yang kecintaan sendiri dengannya, dan betapa bodohnya aku sampai sampai aku mengharapkan balasan cinta darinya.