
baru saja aku sampai di tangga lantai dua tiba tiba saja laki laki itu datang dan menarik tubuhku. dengan kuat.
"anda mau kemana ?"
"saya mau pulang !"
"tunggu, ikut aku sebentar !"
"eh .. aduh sakit !" teriakku
"sakit ? sebelah mana yang sakit ?"
"tangan !" ucapku sambil nyengir kesakitan
seketika dia pun melepaskan tanganku saat melihat ku kesakitan
"aku kira perut mu yang sakit !" ucapnya cuek
"kamu menarik tanganku terlalu keras !"
"maaf !"
"haaah .. yang benar saja, sebenarnya kamu mau membawaku kemana sih ?" ucapku penasaran
"ikut aku saja !" diapun langsung mengandeng tanganku kembali lalu menuruni tangga, tapi untuk yang kali ini dia mengandeng tanganku dengan sedikit lebih hati hati.
sesampainya diluar dia menuntunku untuk masuk ke dalam mobilnya.
"masuk !" ucapnya sambil membuka pintu mobil
"tu .. tu .. tunggu dulu !"
"kenapa ?"
"kenapa apanya, jelas jelas kamu mau membawaku pergi kan ?"
"iya memang !"
"kamu mau membawa saya kemana ?"
"sebaiknya kamu ikut saja denganku dan jangan banyak bertanya !" ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke arahku
"kamu tidak sedang merencanakan sesuatu kan ?" ucapku sedikit ketakutan
di saat aku sedang ketakutan seperti ini dia malah diam saja sambil terus menatapku begitu tajam, sudah begitu penampilannya yang seperti itu kan membuatku semakin takut saja.
"aku mohon kasihani aku, aku sedang hamil sekarang, kalau nanti ada apa apa dengan janinku bagaimana ?!" seketika saja aku langsung menangis sambil memohon mohon padanya, karena aku sudah sangat ketakutan sekali.
"siapa juga yang mau membawamu kabur, aku hanya sedang berbaik hati saja hari ini, aku akan mengantarkan mu pulang, jadi sebaiknya kamu cepat masuk ke dalam mobil sekarang, lalu beri tahu aku dimana tempat tinggal mu !"
"kamu mau mengantarku pulang ke rumah ?"
"hmm !"
__ADS_1
"jadi, anda memang tidak ingin membawa saya kabur ke suatu temat terpencil !"
"iya !! jadi, sekarang cepat masuk !" perintahnya
"anda tidak usah repot repot, saya bisa pulang sendiri, saya bisa naik bus kok !"
"haltenya cukup jauh dari sini, kamu pasti akan kelelahan kalau harus berjalan cukup jauh dari sini !"
"tidak masalah, kebetulan sekali aku sangat suka berjalan kaki, kalau begitu aku permisi !"
"kamu ini ternyata wanita yang susah di atur ya !" ucapnya sambil membopong tubuhku secara tiba tiba, dan saat itu aku pun kaget bukan main sontak saja aku pin berteriak cukup keras sampai membuatnya kesal.
"turunkan aku, aku mau pulang sendiri saja !"
"duduk diam, kita akan berangkat sekarang !" ucapnya sambil memasang sabuk pengaman ku
"tolong !!!" teriakku
"diam !! kalau kamu bersuara sedikit saja aku akan langsung ..!"
seketika aku dan dia sama sama terdiam dan membisu, aku sendiri juga tidak tahu apa kelanjutan kata kata yang belum dia sebutkan selanjutnya, tapi yang jelas raut wajahnya benar benar sangat menakutkan. Demi kebaikanku sementara aku harus menuruti apa maunya agar aku bisa selamat sampai rumah.
***
di pertengahan jalan yang hampir sampai di alamat rumahku, sekejap aku langsung tersadar kalau aku harus membohonginya dan menunjukkan alamat rumahku yang palsu, aku tidak ingin rumahku yang sebenarnya bisa dengan mudah ia ketahui, bisa jadi ini adalah trik baru untuk bisa mengikuti korbannya sampai di rumah tanpa ada rasa kecurigaan dari si korban.
"stop !!"
"apa sudah sampai ?"
"yang mana rumahmu ?"
"benar sekali tebakanku tadi, untung saja aku langsung kepikiran untuk memalsukan alamat rumahku !" gumam ku dalam hati
"kenapa diam saja, cepat tunjukkan yang mana rumah mu !"
"eh .. rumahku masuk ke gang sempit, percuma mobil anda tidak bisa masuk !"
"tak apa aku akan mengantarkan mu dengan jalan kaki !"
"tidak !! tidak usah, aku bisa berjalan sendiri kok !, lagian dari sini juga sudah dekat sekali !"
"tak apa aku akan ikut dengan mu !, ayo turun sekarang !"
"jangan aku mohon jangan !"teriakku sambil memegang tangannya dengan erat
"eh maaf saya reflek !" ucapku lagi
"ayo turun sekarang !"
"aku mohon kali ini saja biarkan saya pulang sendiri !"
"kenapa ?"
__ADS_1
"ka ... karena suami saya sedang di rumah !, kalau dia tahu aku pulang dengan anda, lalu bagaimana nasib rumah tanggaku nantinya, dia pasti akan sangat marah padaku, lalu .. aku dan calon bayiku pasti akan di usir dari rumah suamiku !"
"iya iya baiklah sana !"
"terima kasih .. anda baik sekali !"
"tunggu sebentar !"
"iya ada apa lagi ?"
"siapa nama anda nona ?"
"nama ? eee .. nama... saya !"
"sesulit itu ? hanya untuk menyebutkan namamu saja ?"
"nama ku .. kim nana !"
"kim nana ?"
"iya .. kim nana !"
"bohong !" ucapnya bergumam
"ya ? kenapa ?"
"tidak, bukan apa apa ! hati hati di jalan, dan jika terjadi sesuatu setelah ini aku minta maaf, kalau begitu saya pergi sekarang !"
apa maksud dari kata katanya itu, mengapa aku sedikit bingung dengan ucapannya, apa yang dia maksud dengan sesuatu yang terjadi setelah ini.
"maksud kamu .. apa ya !"
belum sempat aku selesai bicara mobilnya sudah melaju dengan cepat
"apaan sih dia, tadi ngotot banget mau nganter pulang sekarang malah nyelonong gitu aja, nggak punya sopan santun banget !" gerutu aku
tapi melihat caranya yang mengantarkan aku pulang secara baik baik, sepertinya dia bukan orang yang memiliki niat jahat padaku.
sekarang saatnya aku harus kembali ke rumahku dulu sebelum aku kesiangan untuk berangkat ke kantor.
***
Sesampainya di rumah aku langsung bergegas mandi dan langsung sarapan meskipun hanya dengan segelas susu dan sepotong roti tawar dengan selai. karena waktunya sudah sangat mampet akhirnya sisa makanan pun terpaksa aku habiskan di dalam bus.
dan begitu aku sampai di kantor, beberapa rekan kerja satu tim denganku terlihat senang saat melihat aku kembali bekerja hari ini, tak terkecuali dengan dongjun. Meskipun kondisi ku sudah membaik namun rasa mual di yang terkadang muncul secara riba tiba sebenarnya sangat menganggu ku dalam fokus untuk bekerja, namun pada akhirnya aku bisa melewati hari ini dengan lancar meskipun terasa sangat melelahkan.
sesampainya di rumah aku membuka kembali tas Selempang yang aku bawa kemarin untuk pergi makan malam, tidak ada maksud apa apa aku ingin memastikan jumlah uang yang aku bawa tidak berkurang atau pun hilang, namun saat aku merogoh tas itu aku justru menemukan sebuah foto dengan nama di bagian belakangnya.
"foto ini kan ... " aku mencoba mengingat kembali foto yang aku pegang
"ini kan foto laki laki yang kemarin itu ! kenapa bisa ada di dalam tas ku ?"
saat aku lihat diujung bawah foto tertulis nama Mr R dan di sebaliknya juga ada bahkan tertera nomer ponselnya pula.
__ADS_1
aku pun merasa aneh dan juga bingung dan memikirkan sejak kapan foto itu bisa ada di dalam tas