
Melihat reaksi miranda yang menahan tangisnya sampai bergetar akhirnya yusuf segera mengurungkan niatnya untuk kembali bertanya, dia segera bangkit dari tempat duduknya lalu menarik serta mengandeng tangan miranda dengan lembut lalu mengajaknya untuk pulang ke rumah.
"sudah mau Maghrib, sebaiknya kita pulang saja mbak !"ajak yusuf, kemudian miranda pun mengangguk sambil mengusap air matanya yang sudah terlanjur keluar sedikit. sesampainya di rumah suasana hati miranda bukannya bertambah membaik tetapi malah justru makin muram dan wajahnya terlihat agak sendu, karena merasa bersalah spontan yusuf pun segera meminta maaf pada miranda atas perkataannya tadi yang mungkin saja sedikit menyinggung perasaannya.
"mbak ! mbak enggak apa apa kan ?"
"saya baik baik saja kok !"
"maaf ya mbak !"
"maaf kenapa ?"
"soal perkataan saya yang tadi !"
"itu bukan salah kamu, saat itu saya hanya terlalu terbawa perasaan, intinya lupakan saja !"
Yusuf mulai merasa curiga dengan keberadaan suami miranda yang terus ia sembunyikan darinya, namun hal itu terasa semakin janggal karena semenjak dia bertemu dengan miranda tidak ada tanda tanda keberadaan suaminya, bahkan pernah di satu saat dia masuk ke dalam rumah miranda sepulang dari klinik usg, ketika itu yusuf mencoba mencari foto suaminya diantara beberapa bingkai foto yang terpajang di dinding ataupun di lemari pajang, namun tak ada satupun foto yang menampakkan foto pernikahan miranda di sana, sebab itulah yusuf mulai penasaran dan akhirnya diapun bertanya kepada seorang wanita tua yang tinggal bersebelahan dengan miranda. ketika magrib belum berkumandang dan langit yang telah berubah warna menjadi warna jingga kemerahan yusuf berdiri sambil memandangi sekelilingnya tanpa di sengaja di ujung belakang ada seorang nenek yang tengah asih mengunyah nginang atau menyirih
* Menginang atau menyirih adalah mengunyah bahan-bahan bersirih seperti pinang, daun sirih, gambir, tembakau, kapur, cengkih Rasanya sedikit unik, yaitu agak pedas, sepat, dan manis. manfaat menginang itu sendiri dipercaya dapat menjaga kesehatan gigi dan sistem pencernaan.
"assalamualaikum mbah !"
"walaikumsalam !"
"ngapunten e mbah kulo bade taken !"
* maaf mbah saya mau tanya
"nggeh !"
*iya
"njenengan kenal mbak miranda mbah ?"
*apa anda kenal mbak miranda mbah
"miranda seng tinggal nang sebelahku iki to maksudmu !"
* miranda yang tinggal du sebelah rumahku ini kan maksud kamu
"nggeh mbah !"
__ADS_1
* iya mbak
"ono opo kon takon bocah kui ?!"
*memangnya ada apa kamu tanya tentang anak itu
"mboten wonten nopo nopo mbah, kulo mung pengin ngerti !"
* nggak ada apa apa mbah, saya hanya ingin tahu saja
"oh .. hahahahahaha !" mendadak si embah malah tertawa nyaring sekali, sampai sampai suara tawanya sempat membuat yusuf terperanjak kaget bukan main.
"ono opo to mbah kok malah nguyu !" saut yusuf seraya mengelus dadanya
"aku ngerti opo seng mbok koe takokno cah bagus !" ucapnya sambil menyingrai sambil terus menggosok gosokkan daun kinang di giginya.
*aku sudah tahu apa yang mau kamj tanyakan anak tampan
"simbah mpun ngertos maksud kulo ?"
"emmm .. bojone miranda kan seng ndadekno koe penasaran tekan seprene !"
kemudian yusuf pun langsung mangut mangut dan dia pun segera mendekat pada si embah ketika si embah memberikan isyarat untuk membisikinya di telinga.
kali ini yusuf benar benar beruntung sekali obrolannya dengan si embah tentang miranda telah menuaikan perasaan bahagia di hati kecilnya, dia pum mendapati informasi yang sangat mencengangkan tentang wanita yang sedang ia taksir, sebuah status yang selama ini dia sembunyikan telah bocor sampai ke telinga yusuf, status tentang pernikahannya kalau ternyata Miranda adalah seorang janda karena telah bercerai dengan suaminya, dan tentu saja
Yusuf sangat senang mendengar kabar itu, dia berniat untuk segera menyatakan perasaannya pada miranda, namun mendadak dia merasa ada sedikit rasa yang mengganjal dihatinya, ketika yusuf hendak mengirim surat padanya perasaan mengganjal yang sekaligus menimbulkan rasa sakit hati itu mendadak muncul hanya karena terbayang akan sikap miranda yang selalu menyembunyikan status pernikahannya dengan mantan suaminya, tak jarang juga ketika mereka sedang mengobrol bersama yusuf sering melihat wajahnya yang selalu berseri ketika dia membicarakan semua hal tentang mantan suaminya, entah apakah miranda masih mencintainya atau mungkin dia belum mampu untuk menghapus memori tentang suaminya, seketika bolpoin yang sedang ia pegang pun ikut terjatuh saat memikirkan hal itu, akhirnya yusuf kembali merasakan keraguan di dalam hatinya untuk menyampaikan perasaan ini kepada miranda.
***
keesokan hatinya yusuf tidak menampakkan dirinya seperti biasa, padahal saat ini jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi l, biasanya yusuf pasti sudah standby di depan rumah miranda sambil duduk di atas sepeda motornya. namun karena miranda tidak terlalu memperdulikannya diapun tetap berangkat ke pasar sambil menunggu angkutan di tepi jalan, lalu tiba tiba saja ..
"mbak mira !" terdengar seseorang memanggil miranda, seketika miranda langsung menoleh ke arah belakang.
"mbak rini ? ada apa mbak ? kenapa lari lari ?"tanya miranda keheranan
"aduh capek !! ini ada surat buat kamu !" ujar mbak rini sambil menyodorkan sebuah amplop putih kepada miranda
"dari siapa mbak ?"
"dari yusuf !!"
__ADS_1
"yusuf ?"
"iya, hah semenjak dia pindah ke kontrakan saya, dia selalu saja merepotkan saya dan memberi saya pekerjaan seperti ini, merepotkan saja !"celetuknya
"memangnya dia kemana mbak ?"
"saya juga tidak tahu, tadi pagi dia bilang mau pergi ke semarang ?"
"mau apa ke sana ?"
"katanya si mau kontrol ?"
"kontrol ?"
"mungkin mau nganterin keluarganya atau pelanggannya kali !, sudah ya saya pulang dulu !" ujarnya sambil berlalu meninggalkan miranda
"tumben ?" ucap miranda sambil membolak balikkan amplop putih itu, karena waktunya tidak sempat miranda hanya memasukkan surat itu kedalam tasnya dan bermaksud hendak ia baca saat dia pulang nanti.
***
sekitar 5 jam sudah dia menghabiskan waktu di pasar akhirnya semua dagangan habis terjual hari ini. saat miranda tengah mengemasi barangnya seketika dia menyentuh sebuah kertas dari dalam tasnya yang tak lain adalah surat dari yusuf. karena penasaran miranda langsung membuka perekat amplop lalu mengambil secarik kertas di dalamnya, dan isi surat itu adalah ...
untuk mbak miranda ..
Sebelum aku mengenalmu, aku tidak tahu bahwa dunia yang aku tempati itu secerah ini
maafkan aku karena telah lancang menyentuhmu dengan napas kehidupan ini, dengan cinta yang memanggilku tanpa ada rasa takut.
Aku sangat menyukainya, merasakan hatiku yang terus berdebar kencang ketika bersamamu, bahkan di saat ketika aku merasa sangat cemburu dengan momen momen biasa seperti ini denganmu.
Dalam kegelapan yang cukup lama dan dalam penantian yang teramat panjang menemukan secercah cahaya dari belahan jiwa ini, lalu kau datang dan menyinariku bagaikan sinar mentari di pagi hari yang sinarnya terasa begitu hangat.
maafkan aku, karena kini aku mulai menjadi sedikit serakah entah mengapa dalam hati ini aku menginginkan hidup bersamamu dan menua bersamamu, memegang tangan keriputmu dan mengatakan betapa beruntungnya hidupku saat ini.
yusuf.
name : Yusuf Nadhif Ramda
umur : 29 tahun
__ADS_1