Love In Silent

Love In Silent
Tersesat atau di sesatkan


__ADS_3

ku putar pandanganku ke arah sekeliling ku, lalu samar samar aku melihat ada beberapa orang yang datang sambil membawa beberapa peralatan untuk memperbaiki lift.


"oh ternyata memang benar !, kalau begitu terima kasih karena sudah mengingatkan saya !" ucap ku sambil membungkuk


rasanya tubuhku ini semakin tidak bertenaga dan langkah kakiku juga terasa berat sekali, ingin rasanya aku bisa segera tidur di rumah sekarang. Sambil berjalan sempoyongan aku pun meninggalkan lelaki itu dan segera bergegas menuju ke tangga darurat.


"tunggu !" teriak lelaki itu mencegat ku


"ya ?"


"terlalu berbahaya bagi anda jika lewat di tangga darurat saat mabuk !"


"apa, mabuk ? kamu bilang sekarang aku sedang mabuk ?!!!!" teriakku kesal


"anda memang sedang mabuk bukan ?"


"aku bahkan hanya minum segelas jus alpukat dan satu porsi pasta jamur bagaimana mungkin aku bisa mabuk hanya karena makan itu saja !!!!" ucapku membantah


"tapi kenyataanya anda sedang mabuk sekarang !"


"aku tidak mabuk !"ucapku sambil menggeleng


"aku hanya merasa sedikit mengantuk, tidak .., maksudku sangat mengantuk !" ucapku lagi


"iya terserah anda, aku hanya mengatakan apa yang aku lihat sekarang !"


"memangnya sekarang aku sudah seperti orang mabuk ? tapi masa iya aku mabuk sekarang ? sebenarnya apa yang mereka campurkan ke dalam makananku sampai aku merasa sangat pusing dan kacau seperti ini ?!!" gumam ku sendiri


saat langkahku semakin dekat dengan anak tangga tiba tiba saja aku mulai merasa takut dan gemetaran, sejauh ini lelaki itu masih menemaniku hingga di bibir anak tangga tapi rasanya aku sangat takut untuk melangkahkan kakiku karena pandanganku sudah sangat kabur saat ini, akhirnya aku pun langsung duduk di anak tangga pertama lalu menuruninya satu persatu sambil duduk dan berpegangan besi pembatas tangga, karena cara ini lebih aman menurutku


"anda yakin tidak mau saya tuntun sampai lantai satu ?"


"eh .. aku bisa sambil duduk saja !"


"anda yakin ?"


"baiklah aku minta tolong sekali lagi ya !"


"baiklah !"


"saya mohon tolong hati hati karena saat ini saya sedang mengandung ?" ucapku agar dia bisa memahami keadaanku

__ADS_1


"anda sedang mengandung ?!!" ucapnya sedikit terkejut


"iya, kenapa ? apa kamu tidak mau menolong wanita yang sedang hamil muda ?"


"tidak bukan seperti itu, aku hanya sedikit terkejut saja !"


baru satu lantai aku lewati tiba tiba kesadaran ku mulai berkurang dan hampir saja aku terjatuh, namun beruntung lelaki itu langsung menangkap tubuhku dengan sigap.


"anda tidak apa apa ?"ucapnya panik


"maaf .. tapi kepalaku rasanya semakin pusing !"


"kalau begitu pelan pelan saja, saya pasti akan membantu anda sampai lantai satu !"


"ah iya terima kasih !"


baru saja aku melangkah lagi namun kali ini aku benar benar sudah tidak bisa menahannya lagi, lantas akhirnya aku pun kehilangan kesadaran ku saat bersama dengan lelaki itu.


***


setelah malam itu berlalu akhirnya aku pun kehilangan sebagian memori setelahnya aku tidak bisa mengingat secara pasti apa yang telah terjadi pada diriku, namun saat aku kembali membuka mataku aku sempat terkejut karena saat ini aku sedang berada di kamar seseorang dan yang lebih parahnya lagi aku tidak tahu aku sedang berada di kamar siapa saat ini.


"apa sekarang aku sudah ada di kamarku sendiri ?" ucapku bergumam


"apa kemarin mas hajun sudah pulang, lalu datang menyelamatkan aku dari laki laki itu !?"


dan saat aku melihat sebuah cermin besar yang berada tepat di hadapanku aku pun reflek berteriak karena melihat diriku sendiri.


"astaghfirullah baju .. baju ku kemana ?" ucapku sangat panik, meskipun saat ini aku masih memakai baju lengan pendek atau manset, tapi baju luaran dan kerudungku kenapa bisa hilang


aku pun mulai mencari baju ku ke seluruh tempat tidur, namun aku tidak bisa menemukannya "bagaimana bisa tidak ada di sini ? lalu kemana bajuku sekarang !"


"ehem !!" seketika aku terperanjak saat mendengar ada suara lelaki yang terdengar cukup nyaring di belakangku.


"ah ya allah !" teriakku sambil menutup kedua mataku


aku sangat terkejut saat melihat lelaki berbadan kekar dengan tato di badannya sedang berdiri di belakangku dan lagi saat itu dia sedang setengah telanjang dengan handuk putih yang melingkar di pinggangnya.


"astaghfirullah ya allah, jauhkan saya dari mahluk yang satu ini, bang itu handuknya tolong dipegang takutnya nanti melorot !" karena ketakutan aku pun sampai reflek berbicara dengan bahasa indonesia.


"baju anda sedang saya cuci !" celetuknya

__ADS_1


"ya ?" kembali ke mode bahasa korea


"semalam anda muntah di baju anda sendiri dan juga mengenai baju saya !"


"masa sih ?"


"iya !"ucapnya ketus


"maafkan saya .. mungkin ini terjadi karena .. !"


"aku tahu ..!"


"ya ?"


"aku tahu, jadi aku bisa memakluminya !"


"terima kasih anda ternyata orang baik ya sepertinya, tapi .. semalam .. ?"


"semalam kenapa ?"


"tidak ada sesuatu yang terjadi kan ?"


"ehem .. sepertinya baju anda sudah kering tunggu sebentar akan saya ambilkan !"


"tunggu aku kan belum selesai bicara !" teriakku


"semalam tidak ada yang terjadi kan ? tapi kalau iya bagaimana ?, tidak itu pasti tidak mungkin terjadi, semalam aku bahkan masih ingat kata kata yang aku ucapkan sendiri waktu itu, kalau aku sudah mengatakan padanya aku sedang hamil muda saat ini, jadi mana mungkin ada yang bernafsu dengan wanita yang sedang bunting ..., tapi dia kan laki laki lajang .. apa iya dia bisa menahan anunya itu .. ahh !!! tidak tidak.. jangan berfikiran negatif thinking dulu mira, pikirkan yang baik baik saja sekarang, dan berharap saja semoga tidak ada hal aneh yang terjadi setelah kejadian apes hari ini !!" ucapku komat kamit sendiri


"oi .. apa yang sedang kamu bicarakan ?"


"eh .. tidak ada, anu sepertinya aku harus segera pulang sekarang, bisakah anda keluar sebentar aku ingin memakai baju dulu !"


"iya, ini bajumu !" ucapnya ketus sambil membalikkan badannya, namun beberapa saat kemudian dia kembali menatapku dan mengatakan sesuatu yang membuatku sedikit gedeg.


"kamu kan masih pakai baju, ngapain di tutupi pakai selimut !, lagian saya juga tidak nafsu dengan ibu ibu bunting kok, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkannya !" celetuknya bikin emosi ku naik


"iya terima kasih !"


"huh .. mira mira kamu kok ketiban apes mulu sih beberapa hari ini, aku harus bagaimana kalau semisal ada seseorang yang melihat ku tadi malam !" ucapku penuh cemas


setelah aku selesai memakai baju, aku pun langsung keluar dari tempat tinggalnya, saat aku keluar aku lihat di luar pintu tidak ada lelaki itu, alhasil aku pun langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan apa pun, karena terlalu menakutkan jika harus berpamitan dengannya.

__ADS_1


__ADS_2