Love In Silent

Love In Silent
Gelato


__ADS_3

Siang hari ini matahari bersinar sangat terik cuaca panas seperti ini semakin membuat Miranda cepat merasa kelelahan kerena usia kandungan yang semakin tua, melihat miranda yang terlihat agak kesusahan yusuf berinisiatif berlari mendekatinya dan langsung mengambil barang bawaannya.


"biar saya yang bawa mbak !"


"ah iya terima kasih mas !"


perlahan tapi pasti yusuf mendekati miranda, hingga akhirnya sekarang miranda mau membuka hatinya sedikit demi sedikit kepada yusuf, yang awalnya miranda merasa enggan untuk bercerita atau bertukar pikiran dengannya, berkat kegigihan yang dilakukan yusuf akhirnya miranda menjadi sosok wanita yang terbuka dan mau bercerita tentang hal hal kecil yang ia alami.


hingga tibalah suatu ketika miranda tengah menghaluskan beberapa rempah di belakang rumahnya dia duduk di atas dipan kayu seperti biasanya, kemudian tak sengaja yusuf pun melihatnya tak merasa ragu atau tanggung tanggung dia begitu percaya dirinya melompati pendek pagar dari bambu lalu berjalan ke arah miranda.


"aduh rajinnya jam segini udah siapin jamu buat di jual besok mbak !" celoteh yusuf sembari berjalan mendekati miranda


"iya nih .. loh !! loh !! kamu kok bisa masuk ? lewat mana ? "


"tuuhh !!"ucapnya sambil menunjuk sebuah pagar yang tingginya hanya setara dengan pinggang orang dewasa.


"awas nanti rusak !!"rajuk miranda


"ehem ehem .. mbak nggak lihat tinggi saya berapa !" ucapnya sembari menyombongkan diri dengan memamerkan kakinya yang sangat jenjang.


"iya saya tahu kok, tapi kan saya juga harus memastikan kalau pagar rumah saya juga aman !"


"aman kok mbak, tenang saja !"


"iya !"


"menurut mbak tinggi saya sudah setara belum dengan pemain basket mas deni yang terkenal itu !"kemudian miranda tersenyum dan untuk sesaat dia menatap ke arah yusuf yang sedang berlagak di depannya.


"mungkin !" jawabnya sambil menahan tawa


"yah tipis lah paling ya mbak !" saut yusuf


"iya deh !"


"mbak kalau tinggi saya sama seperti mas deni mbak suka nggak sama aku !?" celetuk yusuf


"apaan sih kamu ngaco !"


"jujur lah mbak !! soalnya mbak kan tipe cewek yang tinggi juga !"

__ADS_1


"kalau mas deni itu memang tinggi tapi yang jelas masih tinggian suami saya dong !" spontan saja miranda mengatakan hal itu secara keceplosan. dan lagi lagi tanpa sadar mulut miranda kembali mengatakan hal yang tabu, namun dia langsung tersadar dan seketika senyuman itu langsung hilang dari bibirnya.


"cuaca cerah begini enaknya jalan jalan nih mbak !" ucap yusuf mencoba menganti topik pembicaraan


"jalan jalan ?" saut miranda


"iya, pasti seru nih kalau pergi ke alun alun sekarang !"


"ngapain ke sana ?"


"sore sore begini pasti banyak anak muda disana dan banyak pedagang juga mbak ?"


"terus ?"


"mbak mau jalan bareng sama saya ?"


"enggak ah aku kan udah tua !"


"he .. siapa bilang mbak udah tua .. wong wajahnya masih cantik berseri begitu kok !"


"udah enggak usah menggombal kamu, percuma enggak akan mempan di saya !" dan seketika Yusuf pun terkekeh mendengar ucapan miranda


"jadi gimana ? mau nggak tak ajak jalan sebentar !"


dan akhirnya mereka berdua pun jalan bareng sore itu, dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya yusuf membawa miranda berkeliling kota memandangi setiap hal hal baru yang di sepanjang perjalanan ke kota dan akhirnya mereke pun berhenti di pusat kota atau lebih akrab di sebut dengan alun alun kota pekalongan, sesampainya di sana terlihat banyak anak muda, para orang tua, anak anak kecil dan tak lupa pedagang kaki lima yang selalu eksis di tempat keramaian, mereka semua berkumpul menjadi satu di tempat itu. macam macam kegiatan yang sedang mereka lakukan, ada yang sedang berfoto, ada yang sedang menikmati kuliner dan jajanan disana, dan ada pula yang sedang duduk santai menikmati pemandangan kota.


"mbak duduk disini dulu ya ! aku tak kesana sebentar !"


"eh kamu mau kemana ?!"


"sebentar mbak enggak lama kok !" ucapnya sambil berlari


dan selang beberapa menit kemudian yusuf pun kembali datang sambil membawa dua cup es krim gelato di tangannya.


"ini buat mbak dan ini buat saya !"


"wah es krim ! kamu beli dimana ?"


"deket kok dari sini !"

__ADS_1


"hmm enak !" melihat raut wajah miranda yang berseri hanya karena satu cup es krim gelato membuat hati yusuf terenyuh sekaligus juga ikut merasakan bahagia melihatnya. ketika es krim itu, hampir habis miranda kemudian menanyakan sesuatu pada yusuf saat itu.


"saya mau tanya !"


"ya ?"


"kenapa kamu tiba tiba membelikan saya es krim ini ?"


"enggak apa apa kok mbak ! saya hanya ingin membelikannya saja !"


"apa gara gara usg yang waktu itu !?"


"hmm memang waktu itu kenapa ?"


"enggak bukan apa apa kok !" seketika wajah miranda memerah karena malu untuk mengatakannya


"kalau semisal iya bagaimana ?" ujar yusuf, dan seketika miranda menatap wajah yusuf dengan perasaan yang masih sedikit malu


"apa mbak marah ? karena saya sudah .. "


"saya enggak marah kok ! justru saya mau bilang makasih sama kamu !"


"saya takut dengan bayi yang ada di perut mbak, karena ukurannya yang masih kecil di usia kandungan yang sudah tidak muda lagi !, takutnya bayi itu akan terlahir prematur kalau beratnya kurang dari batas normal !" kemudian miranda pun mengangguk pelan


"waktu itu saya mendapat saran dari dokter, kalau mbak harus lebih sering beristirahat di usia kandungan ini, terlalu berbahaya kalau mbak sering kecapean, selain itu saya juga di suruh untuk sering membelikan mbak es krim agar bayinya agak melar kata dokter !"


"mas ... makasih ya kamu udah selalu ada buat menemani saya di saat saya memang membutuhkan seseorang di masa masa seperti ini !"


"mbak enggak usah bilang terima kasih sama saya, karena bisa saja saya ada karena tuhan yang mau !" seketika miranda terdiam saat mendengar kata kata itu.


"mbak ada satu hal yang mau saya tanyakan sama mbak !" terlihat raut wajah mereka terlihat sama sama tegangnya


"satu hal ini sudah sangat lama mengganjal di hati saya semenjak saya mulai dekat dengan kamu !" entah mengapa nada bicara yusuf mendadak sangat serius dan sedikit agak nervous.


"dalam kondisi istrinya sedang mengandung pasti seorang suami akan menemani istrinya dan memperhatikannya dengan sangat .. "


"stop !!" seketika miranda langsung menghentikan perkataan yusuf yang belum selesai


"saya sudah tahu kamu mau bilang apa, yang jelas untuk sampai saat ini, satu hal yang ingin sekali kamu ketahui dari saya akan selalu menjadi rahasia dan hanya saya yang boleh tahu !!" seketika air mata miranda menetes dari, kelopak matanya.

__ADS_1


***


sementara itu 6 bulan sudah telah berlalu pernikahan hajun dengan min sera di gelar namun sayangnya pernikahan itu tidak berlangsung dengan cukup baik dan harmonis, setiap harinya di selalu bertengkar dengan min sera, dia juga sering melihat min sera pulang larut malam dalam kondisi mabuk parah. Hajun mulai merasa bahwa pernikahannya tidak sebahagia dan seindah seperti dulu saat bersama dengan miranda, hidupnya kini makin blangsak dan tidak ada sedikitpun rasa bahagia di hidupnya meski dia kaya raya.


__ADS_2