Love In Silent

Love In Silent
Empat Mata


__ADS_3

Malam sudah terasa sangat larut, bahkan bisa di bilang malam yang hampir menjelang pagi, sekitar pukul 3 pagi dini hari hajun masih berkeliaran di jalan raya setelah bekerja lembur di kantornya, hajun terlalu memaksakan dirinya agar dia bisa pergi untuk menemui seseorang yang sangat penting, hingga dia rela menghabiskan waktu untuk menyelesaikan segala pekerjaannya dalam dua hari kedepan yang ia kerjakan di satu waktu itu, agar dia bisa segera bertemu dengan seseorang terduga pembuat onar di acara pernikahannya, si pembuat onar yang sebenarnya adalah dongjun si karyawan teladan dari perusahaan hajun sendiri. berkat perbuatan dongjun hajun telah gagal melaksanakan acara pernikahan yang telah ia siapkan sedemikian rupa megah dan mewahnya demi terlihat keren di depan para rekan bisnisnya.


Jalanan yang sudah sangat sepi semakin membuat hajun leluasa untuk memacu kecepatan mobilnya secara penuh untuk bisa segera sampai di tempat perjanjian tepat waktu, sebenarnya sebelum hajun hendak pergi sekertaris kang ingin menggantikannya menyetir mobil agar hajun bisa beristirahat sejenak di dalam mobil, namun ternyata niat baik sekertaris kang justru di tolak oleh hajun, alhasil karena hajun sendiri yang menolak untuk di temani akhirnya sekretaris kang hanya bisa menuruti apa kemauan atasannya itu.


Begitu hajun sampai di tempat perjanjian untuk bertemu, dia langsung turun dari dalam mobil lalu menghubungi nomer telfon dongjun.


"aku sudah sampai sekarang, kamu dimana ?"


"aku sudah tahu !"jawab dongjun


"kalau begitu dimana kamu sekarang !" ucap hajun tidak sabar


"ikuti saja jalan setapak yang ada di depan anda dan masuk kedalam taman, setelah itu anda pasti akan menemukan saya !"


"baiklah !"


di kegelapan malam itu hajun menyusuri jalan setapak dan mulai masuk ke dalam taman yang sangat sunyi dan sepi.


"aku sudah masuk dan aku sudah sampai di persimpangan jalan !" ucap hajun


"baik !"ucap dongjun seraya berjalan mendekati hajun yang tengah berdiri dan memperhatikan pergerakan di sekelilingnya, lalu seketika dongjun pun muncul dari ujung jalan setapak.

__ADS_1


"hajun !!" panggil dongjun dari arah samping hajun berdiri, lalu spontan hajun langsung meenoleh melihat ke arah dongjun, meski ini bukan pertama kalinya pertemuan mereka namun berkat penyamarannya yang sempurna dongjun mampu mengelabui penglihatan hajun agar dia tidak mengenalinya sama sekali.


"langsung saja ! apa yang mau kau katakan padaku dan apa saja yang mau kau tunjukkan padaku !"ucap hajun to the poin


"kenapa buru buru sekali ? anda kan bisa menikmati waktu lebih lama bersama saya dan minum bersama !"celoteh dongjun sedikit bergeming, namun hajun tidak menggubrisnya sama sekali, wajahnya terlihat sekali kalau dia sungkan meladeni tingkah pola dongjun saat itu.


"apa jangan jangan anda takut pada saya !?"


"hah, takut ? bukankah kalau aku mau aku bisa langsung meremuk tulang rusukmu hanya dengan sekali pukul !" ucap, hajun langsung mencengkram leher dongjun, seketika dongjun langsung menelan ludah, dia sadar betul kalau kemampuan bela dirinya masihlah sangat di bawah kemampuan yang hajun miliki, karena meski hajun jarang sekali menampakkan kemampuannya diam diam dongjun sudah menyelidiki latar belakangnya termasuk tentang pendidikan bela dirinya yang tidak kaleng kaleng lagi karena dia telah mencapai sabuk hitam dengan 8 strip putih dalam akademi taekwondo.


"oke baiklah !"ujar dongjun dan seketika hajun pun langsung melepaskan cengkraman tangannya yang kuat


"ini ambillah !"


"buka saja dan temukan isinya yang pasti akan membuat anda tercengang !" ujar dongjun sembari berjalan pergi, untuk sesaat hajun mengernyitkan dahinya dan menatap penuh penasaran dengan benda kecil yang ada di tangannya.


"setelah itu kamu akan tahu hajun seberapa busuknya calon istrimu itu !"gumam dongjun merasa puas akan hasil yang telah dia kumpulkan dalam benda kecil itu.


sepanjang perjalanan hingga sampai dirumah hajun terus memikirkan kata kata dongjun yang terasa sangat mengganjal di hatinya, ia pun langsung membuka laptop dan memasukkan data dari flashdisk yang diberikan oleh dongjun padanya baru saja.


"apa apaan ini !"ucap hajun geram saat melihat data flashdisk yang hanya berisikan foto foto mesum min sera dengan lelaki lain.

__ADS_1


"enggak, ini nggak mungkin !, pasti ini hanya rekayasa saja, min sera tidak mungkin mengkhianati aku seperti saat miranda mengkhianati aku dulu !" ucap hajun bergetar, dan tak lama kemudian tiba tiba ponsel hajun pun berdering, menandakan ada sebuah panggilan yang masuk ke ponselnya.


"halo !"


"halo .. kamu sudah melihatnya sendiri !"ujar dongjun dengan santai


"bangs*t kamu sengaja melakukan ini untuk merusak hubunganku dengan min sera kan ?!"


"wow hahaha ... apa kali ini aku salah dengar ?! bukan aku yang mau merusaknya tuan hajun lee, tapi calon istri anda sendiri yang berbuat seperti itu di belakang anda !"


"kurang ajar !! beraninya kau menjelek jelekkan min sera ! tunggu saja aku pasti akan melacak keberadaanmu saat ini !"


"silahkan saja anda lakukan itu, tapi sekarang ini pastikan dulu kalau calon istri anda saat ini tidur dengan siapa di kamar anda !" ucap dongjun, sambil terkekeh pelan.


"jika dia tidur sendiri malam ini, anda bebas melaporkan saya atau mau menangkap saya sekalipun saya bahkan akan menyerahkan diri saya sendiri dengan suka rela kepada anda, tapi .. jika malam ini wanita itu tidur dengan laki laki lain di kamar anda, maka .. anda harus menuruti apa keinginan saya ! ingat itu baik baik !!"


dan setelah itu panggilan pun berakhir begitu saja, terlihat tangan hajun menggenggam erat ponselnya sampai bergetar karena jengkel, dia masih tidak percaya dengan kata kata dongjun yang sebenarnya memang benar, karena selama ini dia terus mengawasi min sera bahkan sampai memasang alat penyadap di kamar hajun yang sudah biasa di tiduri oleh min sera.


kali ini dongjun memang sudah bertekad bulat untuk membongkar kedok dari wanita licik ini, bahwa sebenarnya dia mendekati hajun hanya untuk memanfaatkan harta kekayaannya, dia tidak benar benar mencintai hajun melainkan hanya kepada kekasihnya yang ternyata adalah Mr. R


mendengar celotehan yang tidak masuk akal membuat hajun pusing dan terus memikirkan apakah yang di bicarakan oleh lelaki itu memang benar atau hanya sebuah jebakan untuk merusak hubungannya dengan min sera, langsung saja saat itu hajun bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri min sera yang masih tertidur di kamar atas, dia sedikit penasaran apakah benar saat ini min sera sedang tidur dengan lelaki lain seperti yang dibicarakan oleh dongjun tadi.

__ADS_1


dok dok dok .. terdengar suara keras gedoran pintu yang di ketuk oleh hajun, dan tak lama kemudian min sera keluar sambil mengucek kedua matanya, pakaiannya terlihat sangat terbuka dan berantakan.


__ADS_2