Love In Silent

Love In Silent
Siapa dia


__ADS_3

Satu bulan berjalan sudah, namun hajun masih saja berkutat dan hanya berputar putar di jogja, menghabiskan waktunya bekerja sembari mencari keberadaan miranda, sejak hari itu hajun tidak pernah kembali ke korea dan mengerjakan segala pekerjaannya di Jogja, segala urusan meeting serta beberapa pertemuan penting dengan para rekan bisnis dari duta perusahaan lain ia serahkan seluruhnya kepada sekertaris kang, karena hanya itulah jalan satu satunya untuk bisa ia lakukan dalam usahanya mencari sang mantan istri, dan sementara itu keberadaanya saat ini ia rahasiakan dari dongjun, karena dirinya sendiri masih belum 100% percaya pada dongjun yang sudah jelas masih memiliki sepercik hati dan perasaan untuk memiliki pada miranda, hatinya masih belum mantap dengan segala ucapan dongjun yang terlihat agak menjanjikan, akhirnya hajun nekat secara diam diam melakukan penelusurannya sendiri di kota jogja, selain di sekitar kota jogja ia juga menjelajahi seluruh kota jakarta, karena hanya dua kota itulah yang dia tahu tentang asal muasal bertemunya dengan miranda. Tak hanya ingin berpangku tangan akhirnya hajun diam diam kembali ke kota pekalongan untuk memastikan kembali keberadaan miranda, namun sesampainya di sana ia mendapati satu hal yang terasa agak janggal dan membuatnya teramat sangat kesal ketika telah mengetahuinya sendiri.


"breng*sek !!" ucap hajun dengan secara tiba tiba menghampiri dan langsung memukul wajah Dongjun dengan cukup keras, seketika Dongjun begitu terkejut dan sangat syok dengan pukulan itu, bugh .. Satu tinju pun akhirnya mendarat tepat di pipi kanan dongjun, dengan raut wajah setengah marah dan setengah bingung ia lantas membentak hajun karena melemparkan sembarang tinju pada dirinya yang masih belum siap dan tidak tahu apa apa.


"apa maksudmu ?!" bentak dongjun, dengan raut wajah yang terlihat sangat terkejut dan kemudian mengusap sedikit darah pada luka di pojok bibirnya.


"jelaskan apa maksud dari tindakanmu ini ?!!" ucap hajun marah


"tindakan apa ?!"tanya dongjun dengan nada membentak, dirinya masih tidak mengerti apa yang membuat hajun sampai begitu kesal kepadanya.


"kau .. sengaja menyembunyikan ini semua dariku bukan ?!"


"Menyembunyikan apa ? Bicaralah yang terus terang, aku masih tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan !"


"miranda !!" teriak hajun sambil melotot ke arah dongjun, seolah olah bola matanya juga akan ikut keluar dari kelopak matanya.


"Oke aku akan jelasin semuanya !"ucap Dongjun dengan suara agak melemah


"Kalau begitu jelaskan !, bagaimana kamu bisa tahu keberadaan miranda saat ini dan kenapa kau tidak langsung memberi tahu padaku !"


"Oke, the first aku memang udah tahu tapi aku pura pura enggak tahu !"


"Ba**ngan !"


"Ya aku akui, kalau aku memang ba**ngan dan juga bre**sek !"


"Dari mana kau tahu kalau sejak awal dia memang ada di sini ?!"

__ADS_1


"Asal kamu tahu .. Sejak aku mengenal miranda aku selalu mengawasinya dan itu semakin aku tekuni semenjak dia telah berpisah denganmu !"


"bre**sek !! Apa tujuanmu selama ini hah ?!" bentak hajun sambil menarik kerah baju dongjun


"Tidak terlalu muluk muluk kok, aku hanya ingin tahu kondisinya baik baik saja !"


"Dengan cara apa ?"


"Tentu saja dengan caraku sendiri !!" celetuk dongjun dengan tatapan sinisnya, mendadak suasana diantara mereka berdua semakin memanas, masing masing diantara mereka berdua saling memojokkan satu sama lain, namun pada akhirnya dongjun sedikit mengalah pada hajun, meskipun egonya sendiri juga tak mau mengalah, namun dalam situasi dan kondisi yang seperti ini dongjun berusaha untuk memahami isi hati hajun yang tengah meledak, karena jika dia ada di posisi itu, belum tentu juga dia bisa memaafkan kesalahannya sendiri.


"I'm just trying to help you, trust me !" ucap dongjun mencoba untuk mendapatkan kepercayaannya kembali, untuk sesaat hajun terdiam dan terus menatap wajah dongjun dengan penuh kecurigaan.


"Find her for me now !!" ucap hajun sambil menarik keras kerah baju dongjun


"oke !"


***


Sementara itu pagi ini terlihat miranda tengah kewalahan ketika mengurus si kecil arka di tengah tengah kesibukan dalam rutinitas kesehariannya.


"astaghfirullah nak, kamu kok enggak bisa di tinggal ya sama ibu, padahal hari ini ibu dapat pesanan jamu cukup banyak loh !" gumam miranda sambil tersenyum manis pada si kecil yang maunya di gendong terus, dan tak mau lepas sedikitpun dari tangan ibunya.


Tok .. tok .. Tok terdengar samar suara ketukan pintu dari arah ruang tamu, sembari mengendong si kecil, miranda lantas berjalan menuju ke pintu ruang tamu.


"assalamualaikum !"


Walaikum salam !, ya .. Tunggu sebentar !!" saut miranda dari dalam rumah, suaranya terdengar nyaring meski ada di dalam rumah, dan ketika pintu itu dibuka ..

__ADS_1


"tada !!"terlihat yusuf nampak ceria membawa bingkisan untuk si kecil, spontan arka langsung tersenyum saat melihat wajah yusuf yang sedang menggodanya.


"opo iki yus ?!" ucap miranda agak kaget


*apa ini yus


"iki loh aku tumbas susu kanggo anakmu !"


*ini loh aku beliin susu untuk anak kamu


"hiss ora usah repot repot to yus, lha opo ndadak tumbas susu kanggo arka !"


*enggak usah repot repot yus, kenapa kamu beli susu untuk arka


"ora popo mir, mumpung aku ise oleh rezeki gampang !" timpal yusuf sembari mengelus wajah lucu arka yang nampak tertidur dalam buaian miranda


*nggak apa apa mir, mumpung aku masih di beri rezeki gampang


"ya sudah terima kasih yus !"


"iya sama sama !"


Kehadiran yusuf di antara mereka sangatlah berarti, semenjak miranda mulai dekat dengannya tak ada satu hal pun yang terlepas ataupun luput dari pandangannya, semua keperluan dan kesusahan yang miranda alami selalu Yusuf lah yang mengatasinya, ketika kebaikannya telah lama meliputi dirinya dan menyentuh jauh ke dalam relung hatinya, seakan rasa itu membangkitkan kembali jiwa yang telah lama mati beku serta membuta karena satu cinta yang telah menyakitinya kala itu, namun disisi lain masih ada sedikit rasa trauma yang terselip di hatinya, sehingga muncullah rasa ragu dan dilema di dalam hati miranda tak tahu kapan akan berlalu.


***


Terlihat suasana di dalam rumah itu begitu terasa hangat saat yusuf hadir di dalamnya, memang benar, dia adalah satu satunya orang yang bisa membuat suasana hati miranda jadi lebih mood dari sebelumnya, gurauan dan kata kata yang cukup menghibur miranda cukup untuk menjadi sebuah penyemangat dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2