Love In Silent

Love In Silent
Mimpi Yang Seperti Nyata


__ADS_3

Saat ini dan sampai detik ini aku masih terus menunggu kabar darinya, nyaliku terlalu ciut untuk menelponnya jika sebuah pesan bisa mewakili rasa malu ku untuk bertanya kabar padanya maka aku akan melakukannya meskipun saat ini aku merasa kalau diriku ini sudah seperti orang bodoh yang meskipun aku tahu kalau pesanku tidak mungkin mendapat balasan darinya, namun aku masih tetap menunggu dan berharap kalau mas hajun mau membalas pesan dari ku yang sudah aku kirimkan berjam jam yang lalu. Di tengah keheningan suasana rumahku, tiba tiba saja aku merasakan ada sebuah angin sejuk yang mendadak menabrak wajahku cukup kencang sehingga membuatku seketika langsung tersadar dari lamunanku.


"mira .. !" terdengar sayup sayup suara sumbang yang memanggil manggil namamu, suara ini sama persis dengan suara yang aku dengar dari bus siang tadi. dengan sedikit takut aku pun memberanikan diri berjalan mengelilingi taman rumah untuk mencari sumber suara itu, hingga akhirnya tanpa sadar langkah kakiku telah menuntunku sampai di ujung taman, dan selang beberapa saat kemudian aku menemukan seseorang yang tengah duduk sendirian dan membelakangi aku.


"siapa di sana ?" ucapku sangat penasaran, bercampur rasa takut dan juga ingin tahu aku memberanikan diri untuk tetap berada di posisi ku saat ini.


"mira ..!"suaranya terdengar sangat jelas dengan nada yang sumbang, namun aku sangat mengenal suara siapa ini, meskipun aku sangat ragu untuk mendekatinya namun aku ingin tahu siapa sosok itu.


"kemarilah nak !" perlahan tapi pasti selangkah demi selangkah aku memberanikan diri dan nekat mendekati sosok itu di antara lampu taman yang berwarna kuning remang remang.


"apa kau masih mengingat aku nak ?"


"aku tahu .. aku masih sangat ingat .. !"


sosok itu hanya diam dan tidak bergerak,sedikitpun dari bangku taman


"tapi bukankah nenek ku sudah lama meninggal !" ucapku ketakutan


"aku datang .. karena aku ingin melihatmu nak !"


di saat yang bersamaan aku melihat ada sosok lain yang tengah berdiri di kejauhan, sosok itu terlihat seperti sepasang suami istri dengan dua anak laki laki dan perempuan yang sedang bermain dengan gembiranya di taman belakang.


"apa sekarang taman rumahku sudah angker ?" gumam ku ketakutan


"lihatlah yang di sana !" sosok itu menunjuk ke arah sosok lain tadi yang ada di hadapannya !"


"siapa mereka ?"


"dia adikmu .. !"


"apa !! tidak mungkin .. "


"mereka semua sudah menjadi satu dan hidup bahagia di alam sana !"

__ADS_1


"juna jenni .. aku sangat merindukan mereka !" ucapku seraya menangis


"mira .. ikhlaskan kepergian kami nak ! dan hiduplah dengan bahagia bersama suamimu .. doakan nenek dan orang tuamu juga kedua adikmu ..!"


"nenek .. tidak mungkin .. !"


"meskipun nenek sudah tidak bisa menemani mu lagi .. jadilah wanita yang kuat mira .. hadapi setiap permasalahan hidupmu dengan kepala dingin dan hati yang tenang ..!"


"nenek .. " aku hanya bisa menangis dan memanggil namanya, aku tidak sanggup mengatakan apa apa ketika aku melihat nenek ada di hadapanku, meski aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas dan meskipun dia hanya hantu yang menyerupai nenekku sekalipun aku akan tetap berada di sini dan ingin sekali menyentuh tangannya.


"nenek jangan pergi nek .. nenek !!!!" teriakku


byurr .. seketika saja air dingin menguyur seluruh wajahku.


"hah ... nenek !" teriakku terkejut dan gelagapan karena wajahku terguyur air dingin.


"sedang apa kau disini ?" tanya mas hajun dengan tatapan sinis


"mas hajun ?" seketika dia langsung masuk ke dalam rumah dan tidak menghiraukan aku yang masih ada di taman.


"meskipun itu hanya mimpi kenapa terasa sangat nyata ya allah !" ucapku seketika menangis saat teringat peristiwa di dalam mimpiku tadi, andaikan aku tahu kalau itu hanya mimpi aku pasti akan langsung berlari dan memegang tangan nenek agar dia tidak lagi meninggalkan aku sendirian seperti ini. selama ini aku memang belum sepenuhnya mengikhlaskan kepergian mereka, aku masih belum rela jika aku harus hidup sendirian sebatang kara seperti ini, ada kalanya aku sering menangis saat mengingat masa masa indah saat bersama keluargaku dulu. Aku ingin bisa kembali ke masa itu dan memperbaikinya agar mereka bisa hidup denganku sampai saat ini. namun ternyata ketidak keikhlasan ku telah membuat mereka tidak tenang di sana. Tangisanku telah membuat mereka kesakitan dan menderita di alam sana.


"nenek .. ibu .. ayah .. juna jenni .. beristirahatlah dengan tenang di sana .. aku akan selalu mendoakan kalian semua agar tenang di alam sana !" ucapku seraya terisak.


***


meski hanya untuk menginjakkan kaki ke dalam rumah rasanya aku sangat ketakutan, karena aku takut jika berpapasan lagi dengan mas hajun seperti tadi, raut wajahnya sungguh membuatku takut kepadanya, beruntung aku sudah memindahkan semua barang milikku ke kamar lainnya di lantai satu, jadi aku tidak perlu khawatir untuk berada di rumah ini. Entah mengapa apa mungkin ini hanya perasaanku saja atau memang waktu yang berjalan sangat lambat seolah menunggu datangnya fajar terasa amat sangat lama, tok tok .. seketika aku langsung terperanjat dari tempat tidurku begitu mendengar seseorang yang mengetuk pintu kamar ku di jam yang sudah larut malam seperti ini, segera mungkin aku bangkit dan membukakan pintu kamarku.


"sekertaris kang ?"


"maafkan saya karena telah menganggu waktu tidur anda !"ucapnya sembari menunduk


"ada apa sekertaris kang !"

__ADS_1


"maaf karena saya terpaksa harus mengatakan pada anda nyonya !, semoga anda tidak marah !"


"iya katakan saja, ada apa sebenarnya !"


"pak hajun ..!"


"suami saya kenapa ?"


"pak hajun .. baru saja beliau pulang bersama saya dari klub malam !"


"klub malam ? mau apa dia ke sana ? apa dia ke sana bersama sekertaris kang ?"


"tidak, pak hajun ke sana sendirian nyonya, saya hanya mengantarkan beliau pulang karena tadi beliau menelfon saya untuk menjemputnya !"


"kenapa dia tidak menyetir mobilnya sendiri ?"


"sepertinya pak hajun mabuk berat dan akhirnya menelfon saya untuk menggantikannya menyetir mobil !"


"apa !! mabuk ?!!" ucapku sangat syok


"maafkan saya nyonya .. saya tidak bisa mencegahnya ketika pak hajun ingin pergi ke klub malam !"


"tidak apa apa, itu bukan kesalahan anda !, terimakasih karena sudah mau mengantarkan suami saya pulang !"


"sama sama nyonya !"


"sekarang suami ku ada dimana sekretaris kang ?"


"beliau sudah ada di kamarnya nyonya !"


"ah iya, terima kasih !"


"sama sama, kalau begitu saya permisi pulang !"

__ADS_1


"iya silahkan !"


begitu sekertaris kang pulang aku pun langsung bergegas menuju ke kamar atas untuk melihat kondisi mas hajun saat ini, sesampainya di depan pintu kamar aku pun mengetuk pintunya terlebih dahulu. siapa tahu dia masih memiliki kesadaran dan bisa membukakan pintunya.


__ADS_2