Love In Silent

Love In Silent
Terkuak


__ADS_3

sekertaris kang kembali di buat terheran heran dengan pola pikir hajun saat itu, dia sempat terdiam dan mematung ketika ia mendengar ucapan hajun yang terasa aneh di telinganya, entah mengapa semakin hari tingkah laku hajun terasa makin random saja.


"loh bukankah bapak sendiri yang menjadwalkan pemeriksaan hari ini ?"ucapnya mengelak


"saya ? jangan ngaco kamu ?"


"kalau bapak tidak percaya silahkan bapak cek sendiri buku memo bapak !"


setelah melewati skenario percakapan yang cukup panjang, akhirnya dokter myung soo berhasil memulihkan sedikit ingatan hajun, sementara itu dongjun masih belum mengerti dan belum paham atas apa yang sedang dia saksikan baru saja, ada begitu banyak poin pertanyaan dalam pikirannya, namun dia belum berani untuk bertanya kepada myung soo karena situasi yang belum mendukung.


"ehem .. ehem .. kau baik baik saja ?" tanya dokter myung soo


"baik .. aku baik baik saja !"


setelah melewati kegiatan full seharian bersama hajun dan myung soo, kini dongjun baru mengerti sebuah alasan mengapa hajun terus memaksakan kehendaknya agar segera menikah dengan min sera sementara dia sudah tahu kebusukan apa saja pada min sera, meski dongjun telah membuktikan kebusukan min sera waktu itu pada hajun namun semua usahanya hanya sia sia saja karena ingatan hajun yang terus menghilang dari hari ke hari.


***


seketika tangannya bergetar dan air matanya langsung mengalir deras dari kedua pelupuk matanya, hajun tak kuasa menahan tangisnya ketika secuil ingatannya mulai kembali, dia menangis tersedu sedu saat mengetahui siapa miranda sebenarnya, sebuah nama yang selalu muncul sekilas dalam ingatannya, namun dia sendiri tak tahu siapa pemilik nama itu, dan entah mengapa setiap kali ia teringat nama itu dadanya terasa sangat sesak.


"ternyata nama ini yang aku rindukan selama ini !" gumam hajun


"apa anda sudah mulai mengingatnya ?" ucap myung soo


"iya .. dia itu istriku .. dan aku yang telah menyakitinya berulang kali !, sekarang dia telah pergi jauh dari hidupku !" seketika myung soo langsung terbelalak kaget dengan pernyataan hajun.


"Kekasih tidak boleh dipisahkan dari pasangannya !" Ucap hajun membaca sebait kalimat yang tertulis dari buku itu, dan seketika air matanya jatuh lalu membasahi tinta di atas buku tersebut, air matanya mulai mengalir deras karena dia terus membaca isi buku itu.

__ADS_1


"darimana kamu mendapatkan buku ini ?" tanya hajun


"saya memungutnya !, saat itu aku tengah geram dengan anda, jadi saya nekat menyelinap masuk ke rumah anda untuk memberikan bukti penyimpangan istri anda yang sekarang, namun tanpa di sengaja aku melihat buku itu di dalam tempat sampah, karena aku pikir mungkin saja buku itu penting makanya aku mengambilnya dan membawanya, aku sangat tidak menyangka bahwa anda masih begitu mencintai miranda hingga sampai saat ini !"


"bagaimana kamu bisa tahu kalau aku masih mencintainya !" ucap hajun sambil mengusap air matanya


"karena saya sudah membaca semuanya, dan saya sudah tahu seberapa besar anda merindukannya setiap hari !"


"aku menyesalinya .. karena telah membiarkan dia pergi !"


"Saya sudah mengiranya pasti anda akan menyesalinya !"saut dongjun


"Sekarang tak ada yang aku cintai lagi, siapa pun itu kecuali dia, sebelumnya aku memang marah dan jengkel kepadanya karena dia selalu dekat denganmu, saat itu aku hanya merajuk dan tidak benar benar menginginkan perpisahan ini terjadi !"


"Kalau anda begitu mencintainya, mengapa anda lepaskan begitu saja !?"


"Kapan terakhir kalinya kau menangis seperti aku?" tanya hajun


"Belum lama !" Saut dongjun, kali ini gantian hajun yang terdiam saat melihat dongjun menatapnya dengan tatapan penuh emosi


"Tangisku waktu itu pecah ketika dia telah memberiku hatinya, namun juga memberikan sebuah rasa sakit bersamanya !, saat itu anda juga akan mengetahui rasa sakitnya karena dipisahkan dari cinta orang yang dicintai !"


"Berapa banyak perbedaan antara kau dan aku !?"ucap hajun bergeming


"Banyak .. Sangat banyak !, bahkan bisa dikatakan kita jauh berbeda dimata miranda !, anda adalah pria yang paling dia cintai dalam hidupnya dengan sepenuh hatinya, sedangkan aku .. aku hanyalah sebatas seorang teman yang selalu ada disaat dia membutuhkan !"


"ck kenapa sekarang kau besar kepala !"ucap hajun berdecak kesal

__ADS_1


"lalu dimana anda saat dia membutuhkan ? apa anda ada di sampingnya ?"lagi lagi hajun kembali terdiam, seolah olah kata kata Dongjun telah menyentuh dan menampar hatinya dengan keras


"Anda bahkan tidak tahu sakitnya ingatan ini ketika saya harus melindungi wanita yang mencintai orang lain, yang sudah jelas aku tidak akan bisa mendapatkan hatinya meski aku harus mengorbankan nyawaku sekalipun, sedangkan anda tidak pernah memberikannya kesempatan untuk mendapatkan cinta anda lagi ! Anda bahkan terus menghakiminya sampai akhirnya dia pergi karena terlalu lelah mengejar anda yang terus berlari menjauhinya !"


terlihat hajun kembali menangis, kedua matanya langsung terlihat sembab dan memerah sampai sampai myung soo tak tega melihat teman baiknya terlihat begitu menderita karena setiap hari dia terpaksa harus melupakan momen yang paling dia rindukan, dan ingin sekali menjumpai wanita yang dia cintai.


"Andai aku bisa kembali lagi .. andai aku bisa jalani hari hari seperti hari itu lagi .. andai aku bisa menarik kembali kata kata dan sikapku yang menyakitinya sekarang juga .. andai saja aku diberi kesempatan seperti pada waktu itu, aku tidak akan pernah mau melepaskannya lagi, aku akan jadi duri yang melindunginya hingga dia mekar dengan indah !"


"percuma anda katakan itu .. karena miranda tidak ada disini sekarang !" bantah dongjun


"Mengapa tidak kau sadari kala itu hajun ?"ucap myung soo sambil menepuk pelan pundak hajun


"Apakah akan berbeda bila aku bertahan kala itu ?" terlihat myung soo mengangguk pelan sambil tersenyum tipis pada hajun, sementara itu dongjun terlalu terbawa dengan suasana hatinya hingga dia enggan untuk menatap wajah hajun yang sedang menangis karena menyesali perbuatannya.


"Bagiku dia segalanya .. walaupun saat ini kita berpisah !"


"untuk apa kau menangisinya !" bantah dongjun lagi


"aku menangisinya karena aku mengharapkan dan menantikannya untuk kembali, Kalau tau akhirnya begini aku tidak akan mengatakan selamat tinggal padanya !"


"sekarang keinginan apa yang ada di hatimu ?!" ucap myung soo bertanya sambil terus mencatat beberapa kata kata yang hajun ucapkan


"tidak banyak inginku .. aku hanya ingin dia kembali dan datang di waktu kapanpun !"


"kau itu hanya seorang pecundang hajun lee !" bentak dongjun karena tak bisa menahan emosinya lagi


"psssttt .. pssssttt !" terlihat myung soo mulai memberikan kode keras pada dongjun, mulutnya langsung komat kamit sambil melototinya, dia mulai merasa ketar ketir dengan sikap dongjun yang mulai memberontak, bukannya membantu misinya, dia justru bisa menjadi biang kerok hilangnya lagi ingatan hajun.

__ADS_1


__ADS_2