Love In Silent

Love In Silent
7:00 pm


__ADS_3

Akhirnya dongjun pun menuruti permintaan jeon, dan diapun segera pergi ke rumah gadis imut itu untuk menyantap makan malam bersama sembari menunggu Mr. R datang melewati rumah jeon. ketika halte bus sudah mulai terlihat dongjun segera bertanya bus apa yang akan dinaiki mereka, namun anehnya jeon menolak naik bus dengan alasan rumahnya sangat dekat dengan kantor sehingga berjalan kaki saja sudah cukup untuk bisa sampai dirumahnya, karena tidak tahu dongjun tinggal mengiyakan perkataan jeon saja, namun saat di pertengahan jalan mendadak jeon main nyelonong saja masuk ke dalam supermarket.


"eh kamu mau apa !" ucap dongjun


"oppa tunggu saja disini aku tidak akan lama kok !"


"oppa ?! heiss lagi lagi dongjun kembali merasakan geli yang sama seperti saat jack memanggilnya dengan panggilan heyong 😍, dan untuk kedua kalinya dia kembali menggelinjang serta merinding waktu itu.


beberapa menit kemudian akhirnya jeon keluar dari dalam supermarket dengan bawaan yang cukup banyak di kanan kiri tangannya.


"kamu belanja sebanyak ini untuk apa ?!"


"untuk kita makan berdua !"


"bukannya tadi kamu bilang sudah belanja ?"


"ah .. itu .. sebenarnya aku hanya bada basi saja !" ucap jeon malu malu


"itu bukan basa basi tapi berbohong namanya !'


"ah oppa mana mungkin aku tega berbohong dengan oppa !" ucapnya dengan manja


"hiii ..!! sudah nggak waras nih anak !" ucap dongjun berjalan mendahuluinya


"oppaa ..!! tunggu aku !"teriak jeon sambil berlari


tak terasa waktu telah berjalan sekitar 20 menit berlalu, namun mereka belum juga sampai di rumah jeon.


"jeon !!"panggil dongjun dengan nada agak di tekan


"iya oppa !"


"kamu pasti berbohong lagi kan soal rumahmu yang katanya dekat itu !"


"ah .. itu .. ahaha sepertinya saya lupa kalau rumah saya sedikit agak jauh !"


"bagaimana bisa kamu mempermainkan saya seperti ini hah !" bentak dongjun


"oppa .. "seketika kedua mata jeon langsung berkaca kaca, karena marah dengan waktu yang terbuang sia sia dongjun kelepasan dan membentak jeon begitu saja, akhirnya dongjun menarik nafasnya dalam dalam untuk kembali meredakan emosinya

__ADS_1


"katakan dengan jujur padaku .. dimana rumah kamu ? apa dari sini masih cukup jauh ?"


"disana !"


"masih jauh ?!" tanya dongjun dengan suara lembut


"hampir sampai !"


"kurang lebih ?"


"100 meter lagi !"


"baiklah ayo lanjutkan jalan kakinya !"


akhirnya setelah cukup melatih kesabaran dongjun, sampailah mereka di rumah jeon, kedua kaki dongjun terasa pegal, dan telapak tangannya sakit karena membawa dua kantong plastik yang cukup berat sepanjang perjalanan saat dari supermarket.


Sesampainya di rumahnya, jeon langsung sibuk memotong kemudian mencuci bahan makanan yang akan dia masak, saking sibuk dan fokusnya saat memasak jeon sampai lupa menganti pakaiannya dengan pakaian santai saat dirumah, melihat jeon pontang panting sendirian dongjun tak tega dengan membiarkannya bekerja sendirian di dapur, akhirnya dongjun pun ikut membantu jeon memasak di dapur.


"apa ada yang bisa aku bantu !" ucap dongjun sembari menggulung lengan bajunya sampai ke siku, seketika jeon langsung dibuatnya terpanah dengan otot otot yang nampak menonjol indah di lengannya yang tampak sangat seksi hingga membuatnya terperangah saat memandanginya.


"tutup mulutmu dan seka dulu air liurmu !" celetuk dongjun


"aku ?" ucap dongjun tidak peka


"iya !"


"hah ada ada saja kamu itu !, sini biar aku saja yang memotong sayurannya !"


"ah iya baiklah oppa !"


"bisakah kau berhenti memanggilku oppa !"


"kenapa, bukankah itu panggilan yang cocok dan terdengar cukup akrab oppa !"ujar jeon


"aku lebih suka saat kau memanggilku dengan panggilan pak !"


"tapi menurutku anda belum sangat tua untuk di panggil pak !"


"jadi, maksudmu aku ini sudah tua !" ucap dongjun sambil mengernyitkan alisnya

__ADS_1


"iya !"


"hah .. ya sudah panggil aku oppa saja !"ucap dongjun kesal


"benarkah ? boleh aku memanggilnya saat di kantor juga ?"


"boleh saja, tapi setelah itu kamu akan aku pindahkan di bagian yang lain !"


"heiss menyebalkan sekali !" gerutu jeon


setelah mereka selesai menyantap menu makan malam bersama di rumah jeon, dongjun mulai merasa sudah tidak betah dan ingin segera pergi dari rumah itu, namun orang yang di tunggu tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya sedikitpun.


namun kondisi sudah tidak memungkinkan untuk dongjun terus berada di rumah jeon karena dia sudah mulai mabuk karena terlalu banyak meminum soju.


"ahh .. oppa kamu tampan sekali malam ini !" ucapnya mulai mengoceh, sejujurnya dongjun sudah malas sekali mengurusi jeon yang terlihat seperti seorang bayi yang masih mengigit jempolnya sendiri.


"oppa salanghaeyo !" ucapnya sambil memberi simpul hati dengan jari jemarinya, seketika dongjun merasa ingin menarik kedua telinga anak yang masih bau kencur ini dengan keras, agar dia segera tersadar dari mabuknya.


"hah bisa bisanya aku terjebak dalam situasi seperti ini, kenapa tadi aku langsung percaya dengan gadis ini dengan mudah, padahal saat itu bisa jadi dia sedang modus saja !"keluh dongjun


Begitu lama Dongjun menunggu yang tak pasti di rumah jeon, berulang kali dongjun memastikan arlojinya dan melihat waktu sudah menunjukkan 7:00 pm seharusnya mr. R sudah melewati gang ini, tapi keadaan masih sama seperti sebelumnya jalan itu masih sepi dan belum ada seorangpun yang melewatinya.


"sepertinya dia berbohong lagi padaku tentang Mr. R ! lebih baik aku pulang saja sekarang !"ucap dongjun agak kesal, saat dongjun mengambil mantelnya dan berjalan ke arah pintu kaca seketika kedua matanya terbelalak saat melihat Mr. R benar benar melewati gang depan rumah jeon di jam 7:50 pm.


"akhirnya aku menemukanmu !" ucap dongjun bersemangat, dengan hati hati dongjun membuka gagang pintu dan mulai berjalan mengikutinya tanpa menimbulkan suara sedikitpun, namun saat dia hampir berhasil dan keluar dari rumah jeon tiba tiba saja terdengar suara jeon yang menangis dan mengejar dongjun daei arah belakang.


"oppaaaa !" teriak jeon histeris, karena mendengar suara itu sontak saja membuat kedua lelaki itu menjadi panik dan Mr. R berhasil melihat dongjun yang sedang membuntutinya di belakangnya, melihat hal itu Mr. R langsung menutupkan cidungnya dan berjalan lebih cepat lalu masuk ke gang yang jauh lebih kecil.


"hah sial !" ucap Dongjun sangat geram


sementara itu jeon yang berlari sambil menangis telah mendarat dengan tragis di atas aspal, sambil memeluk sebelah kaki dongjun dengan erat.


"oppa jangan tinggalkan aku sendirian, aku takut !"


"ah !! kenapa ini bisa terjadi padaku !" ucap dongjun kesal


"anak ini .. dia sudah merusak kesabaranku sekaligus merusak rencanaku !!"


perasaan dongjun makin tidak karuan dengan hal ini, terlebih lagi saat melihat jeon yang masih terbaring sambil memeluk kakinya dengan ekspresi senyum tak jelas, rasanya dongjun ingin sekali menjitak kepalanya dengan keras agar dia segera sadar.

__ADS_1


__ADS_2