
Hari sudah menunjukan pukul delapan pagi, tetapi pasangan muda ini masih betah bergelung dengan selimut, tubuh yang masih sama-sama tanpa pakaian itu saling memeluk.
beruntung hari ini adalah hari minggu, mereka tidak perlu repot untuk bangun pagi dan pergi ke sekolah. Biarkan mereka terlelap setelah semalaman menguras tenaga.
Ayana terbangun dengan tangan suami yang masih setia memeluk perutnya. Wanita muda itu tersenyum, sudah tiga minggu sejak malam pertama mereka lakukan, dan yang tadi malam entah untuk yang keberapa kalinya mereka lakukan, karena Sky selalu meminta jatah di setiap malamnya.
Hari ini Ayana merasa benar-benar malas, entah kenapa dia enggan untuk bangun, seluruh tubuhnya terasa remuk dan kaku, bahkan kepalanya terasa pusing.
Dia kembali berbaring karena merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Entah sudah berapa lama wanita muda itu tertidur, yang jelas kecupan di bahunya membuatnya kembali tersadar.
Ayana merasa lebih malas dari sebelumnya, sentuhan di telapak tangannya membuat dia harus mengartikanya. Sky memberikan bahasa isyarat melalui telapak tangan Ayana dengan cara menyentuhkan jemarinya.
"Sayang, ini sudah jam sebelas, mau sampai kapan kau tidur, aku sudah lapar."
Kira-kira seperti itulah yang diucapkan Sky, Ayana mencoba membuka mata walaupun kelopak matanya terasa berat.
"Sky. Maaf sepertinya aku sakit, aku malas untuk bangun," ucap Ayana dengan suara yang serak, Sky menyentuhkan punggung tangannya di kening sang isteri, dan ternyata benar wanita muda itu demam suhu tubuhnya memanas.
Sky merawat Ayana dengan telaten, merasa dejavu saat Ayana yang merawatnya dulu ketika dia demam, walaupun saat itu Sky bersikap dingin padanya, pemuda itu menyesal telah mengabaikan Ayana waktu itu.
Ayana membuka mata saat satu kecupan terasa di keningnya, dia menatap Sky yang duduk di sampingnya.
"Mau kupanggilkan dokter?" Bahasa isyarat Sky dilihat Ayana, wanita itu hanya menggeleng lemah.
"Tidak perlu, aku hanya butuh istirahat saja," ucap Ayana dengan suara yang lemah, Sky menganggukan kepalanya.
"Maaf, kau pasti lelah karena melayaniku." Ayana tersenyum bahkan sedikit tertawa saat membaca gerakan tangan Sky.
"Aku hanya tidak menyangka ternyata kau begitu bersemangat, Sky." Pemuda itu memasang wajah kesal saat mendengar ucapan sang isteri, tetapi hal itu benar adanya.
__ADS_1
"Aku ingin makan buah yang rasanya segar tapi tidak dingin, aku ingin buah yang belum dimasukkan ke dalam lemari es," ucap Ayana tiba-tiba, Sky mengkerutkan alisnya.
"Keinginanmu itu sangat aneh, tapi sepertinya di dapur masih ada, memangnya kau ingin makan buah apa," tanya pemuda itu.
"Apa saja tapi yang rasanya sedikit asam," jawab Ayana.
"Kau ini sedang sakit, kenapa ingin makan yang asam?"
"Justru itu kepalaku pusing jadi aku ingin makan sesuatu yang sedikit asam dan segar, ayo cepat ambilkan aku ingin memakannya!" Ayana merajuk dan Sky pergi ke dapur untuk mengambil buah yang diinginkan istrinya.
...
Sudah satu minggu akhirnya Ayana sudah tidak demam lagi, tetapi Sky semakin khawatir karena Ayana malah sering muntah di pagi hari bahkan pernah sampai pingsan.
Hari ini Ayana pergi ke dokter, tetapi Sky tidak bisa mengantarnya karena harus sekolah, saat pulang ke apartemen Sky merasa ada yang janggal, kenapa semua lampu mati? Dia memang pulang malam karena harus pergi ke kantor atas permintaan Harry.
Sky khawatir apa mungkin terjadi sesuatu pada Ayana? Pemuda itu mencari saklar lampu karena gelap, dia juga tidak bisa memanggil Ayana karena dia bisu.
Dari arah dapur Ayana muncul dengan kue tart di kedua tangannya, lilin dengan angka delapan belas sudah menyala di atasnya, rasa haru di rasakan Sky saat ini.
Ayana menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya, istrinya begitu cantik malam ini, sepertinya itu karena dia berdandan.
Sky tidak tahu harus berkata apa, selama ini dia tidak pernah merayakan ulang tahunnya.
"Ucapkan harapanmu dan tiuplah lilinnya!" ucap Ayana sambil menatap Sky dengan mesra, pemuda itu hanya menurutinya, memejamkan mata kemudian meniup lilin sampai padam.
"Hari ini tanggal 23 Juli, itu artinya hari ini adalah hari kelahiranmu." Ayana mengecup sayang pipi suaminya kemudian memeluk pemuda itu dengan erat.
"Terima kasih untuk kelahiranmu, terima kasih kau sudah hadir di dunia ini, dan terima kasih sudah menjadi bagian dalam hidupku, aku sangat ... sangat ... sangat mencintaimu," ucap Ayana dalam pelukan Sky.
__ADS_1
"Aku yang berterima kasih, kau sudah hadir dalam hidupku ini, aku beribu kali lebih mencintaimu." Ayana tersenyum melihat gerakan tangan Sky, saat pelukannya sudah terlepas.
Mereka berdua duduk di depan meja makan untuk makan malam bersama, Sky sangat bahagia walaupun dirayakan dengan sangat sederhana tapi semua itu sangat berarti baginya.
Ayana pasti menyiapkan semua sepanjang hari dan melakukannya sendiri, wanita muda bahkan memasak untuk makan malam.
"Mm ... Sky, aku ingin memberi sesuatu untukmu, kuharap kau mau menerimanya," ucap Ayana dengan menyerahkan sebuah kotak kecil yang terbuat dari kayu berwarna coklat dengan ukiran unik di bagian sisi.
Kali ini mereka tengah duduk di sofa ruang tv, Sky menerima kotak kecil tersebut kemudian membuka penutupnya.
Pada awalnya Sky tidak mengerti hadiah apa yang di berikan Ayana, tetapi tatapannya berubah tidak percaya, di dalam kotak kecil tersebut ada benda putih yang di tengahnya terdapat tanda positif berwarna merah.
Hal itu menunjukan bahwa Ayana memberikan hadiah yang sangat berharga untuknya.
"Mm, aku, aku sedang mengandung bayimu Sky." ucap Ayana sambil menggigit bibir bawahnya, dia masih menunggu respon sang suami.
Sky menatap Ayana, senyumnya berubah mengembang, tanpa ragu dia merangkul tubuh kekasih hatinya itu. Dia mengusap punggung Ayana dan mengecup perpotongan lehernya.
Wanita itu terisak dalam pelukan suaminya. "Apa kau mau menerima bayi ini?" tanya Ayana di sela tangisanya, anggukan dari Sky terasa di pundaknya, pemuda itu melepaskan pelukannya dan berganti memberikan kecupan di seluruh bagian wajah istrinya.
"Aku sangat bahagia, ini adalah hadiah terindah dalam hidupku. Terima kasih, aku lebih bahagia karena kau yang jadi ibu dari bayi ini, aku sangat mencintaimu, Ayana." Rasa haru dirasakan Sky tanpa disadari satu tetes air mata mengalir dari kedua matanya.
Mereka akan kedatangan anggota baru dalam keluarga kecil mereka, padahal usia mereka masih terlalu muda untuk menjadi orang tua, tetapi mereka berdua sudah berjanji akan selalu saling menguatkan.
"Ada satu hal lagi- ...." Ayana menghentikan ucapanya dan membuat Sky penasaran.
"Dokter bilang bayi kita ini kembar, apa kau siap mempunyai dua bayi sekaligus?" Sky membulatkan mata namun wajahnya tetap memperlihatkan kebahagiaan.
Mereka berdua tertawa dan saling memeluk, walaupun tertawa tanpa suara tapi Sky benar-benar merasa bahagia, dalam kesunyian Ayana memberinya kehangatan, lagi pula rumah mereka akan ramai dengan tangisan dua bayi sekaligus.
__ADS_1
To be continue
See you next chapter ...