
Sky masih menunggu.
Ketiga gadis di depanya tampak terkejut dan menatap dirinya, Pemuda itu akan siap menerima kemarahan mereka, ketiga gadis itu saling menatap satu sama lain, kemudian seulas senyum tampak di bibir mereka, kemudian suara tawa terdengar membuat alis Sky semakin menekuk.
'kenapa mereka tertawa?'
Flora, Aino dan Ling membaca note yang Sky tulis secara bersamaan.
'Aku ingin mengatakan hal penting pada kalian.'
'Sebelumnya aku minta maaf atas namaku dan Ayana.'
'Sebenarnya selama ini aku dan Ayana sudah menikah.'
'Aku benar-benar minta maaf, terutama untuk Flora.'
'Bukan maksudku untuk mempermainkanmu.'
'Tapi saat ini yang terpenting bagiku adalah Ayana.'
'Aku ... sangat mencintainya.'
'Kalian boleh membenciku, tapi tolong jangan membenci Ayana.'
'Sekali lagi, tolong maafkan kami.'
Seperti itulah perkataan yang dia tulis untuk ketiga gadis sahabat Ayana. Tidak ada cara lain supaya masalah bisa diselesaikan walaupun itu sangat sulit.
"Haha ... Aino, Ling, akhirnya kita berhasil, Sky mengaku juga," ucap Flora diselingi tawa dan membuat Sky berusaha mengerti situasi. Dia masih mencerna dengan apa yang sedang terjadi.
Mereka berhenti tertawa kemudian tatapan Flora berubah serius pada pemuda itu. "Sky, aku senang kau mengakui semua. Kau tahu? Aku, Aino dan Ling menunggu kejujuranmu dan juga Ayana."
"Sebenarnya kami merencanakan semua ini untuk Ayana." ucap Flora tulus. Gadis berambut sebahu itu tersenyum halus.
"Itu benar sejak awal kami sudah tau kau menyukai Ayana. Kau selalu menatapnya, dan sepertinya dia juga menyukaimu, walaupun dia pacaran dengan Nara, tapi tatapannya padamu berbeda." Giliran Aino yang bersuara.
"Ayana selalu terlihat khawatir saat kau terluka."
"Jadi aku dan Ling menyuruh Flora untuk berpura-pura menyukaimu," ucap Aino diselingi tawa.
__ADS_1
"Itu benar. Aku sampai memohon pada Rocky untuk rencana ini, padahal kami baru resmi satu minggu pacaran, dia sampai mengamuk, tapi aku bisa merayunya juga," ucap Flora lagi dengan tatapan menerawang.
"Tapi setelah itu hal romantis terjadi, 'kan? Kami bertiga melihatmu berciuman dengan Ayana di tangga lantai dua." Ling membuka suaranya.
"Kalian berdua terlihat hot, sepertinya kalau lonceng istirahat tidak berbunyi kalian tidak akan berhenti, kau bahkan mau membawa Ayana pergi kalau kami tidak memanggil kalian." Ling tertawa renyah.
"Ling ...!" teriak Flora dan Aino. Candaan Ling benar-benar tidak tepat waktu.
"Oh ... maaf," sesal Ling, sedangkan Sky justru terlihat kikuk, rona tipis menghiasi wajahnya, dia tidak percaya ternyata teman istrinya punya perilaku yang ajaib.
"Tapi itu benar, saat Sky menggendong Ayana, aku merasa sedikit cemburu, karena Rocky belum pernah melakukan itu padaku," lanjut Flora.
"Tapi sudahlah, sekarang semua selesai, kami hanya berharap kau bisa menjaga Ayana." Raut wajah Flora kembali serius.
"Kuharap setelah kecelakaan ini, dia akan baik-baik saja." Sungguh Sky tidak tahu harus berbuat apa, sepertinya kata terima kasih saja tidak cukup untuk mereka.
"Hey, kenapa kau diam saja? Sudah jangan banyak berpikir, temui Ayana sekarang, dan katakan padanya semua sudah selesai, aku juga tidak tega melihat dia yang banyak masalah, dan maafkan kami juga karena sudah membohongimu dan Ayana."
...
Sky duduk di tepi ranjang, sang isteri masih belum sadar karena benturannya terlalu keras, tetapi beruntung gadis itu hanya mengalami luka luar saja, tangan mungil istrinya Sky genggam, semua yang ingin dia katakan mengalir lewat genggaman tangannya.
Ayana membuka matanya perlahan, cahaya lampu sedikit menyilaukan, satu hal yang dia tahu, ini sudah malam. Dia melihat ke arah samping, orang yang diasayangi tengah tertidur dengan menggenggam tangannya.
"Kau pasti lelah," ucap lembut Ayana, genggaman tangan Sky dia balas, dia berusaha bangun walaupun kepalanya terasa berdenyut nyeri.
Ayana mencium pipi Sky dan membuat suaminya terbangun, pemuda itu terperanjat dengan wajahnya yang terlihat cemas.
"Hai?" sapa Ayana, Sky menatapnya seolah bertanya bagaimana keadaannya.
"Aku baik-baik saja. Apa kau baik-baik saja?" Ayana balik bertanya dengan kata-kata yang sama, Sky memeluknya erat, gadis itu melingkarkan tangan di punggung sang suami menyalurkan rasa sayangnya.
...
Rasa cemas yang di rasakan Sky berubah menjadi lega melihat Ayana yang baik-baik saja, ketiga sahabatnya tengah menggoda dan membuat Ayana tertawa mendengar candaan dari mereka.
Saat sudah sadar. Flora, Aino dan Ling mendatangi Ayana. Dengan penuh keberanian gadis itu menjelaskan pada ketiga temannya tentang pernikahannya dengan Sky, ketiga gadis itu berpura-pura marah dan membuat Ayana menangis.
Harry datang menjenguk Ayana di rumah sakit. Pria itu juga menyampaikan maksud kedatangannya.
__ADS_1
"Sky bisakah kita keluar dulu? Aku ingin bicara denganmu tentang mobil yang menabrak Ayana," ucap Harry. Sky hanya mendengarkan.
"Mobil itu memang sengaja ingin menabrakmu, walaupun yang kena adalah Ayana."
"Menurut keterangan saksi, mobil hitam itu memang menunggumu untuk menyebrang."
"Pihak polisi mengatakan mobil itu adalah mobil sewaan atas nama Mizuki Ran, tapi setelah diselidiki keterangan identitas orang itu juga palsu, jadi kita tidak tahu siapa pelaku sebenarnya."
"Berhati-hatilah, jaga dirimu dan juga Ayana, hm?" Sky mengangguk, namun Harry melihat Sky mengepalkan tanganya, sepertinya pemuda itu sedang menahan kemarahanya.
"Jangan terbawa emosi, kita harus benar-benar menyelidikinya, jangan sampai kita salah sasaran," ucap Harry lagi. Pria itu mengerti tentang rasa marah Sky dan mungkin pemuda itu berprasangka pada seseorang.
"Kakekmu sangat khawatir tapi beliau tidak bisa datang, beliau mendadak terkena serangan jantung." Mata Sky membulat mendengar kakeknya sakit.
"Tenang saja para dokter menanganinya dengan baik, datanglah setelah Ayana sembuh."
...
Harry pun pergi setelah mengatakan hal itu, Sky masih merasakan kemarahannya memuncak tetapi tangan Ayana yang menyentuh pipinya membuat lupa bahwa dia tengah merasakan emosi yang memuncak.
"Ada apa?" Ayana tampak khawatir, Sky hanya menggelengkan kepalanya.
"Kakek terkena serangan jantung." Ayana terkejut membaca gerakan tangan Sky.
"Apa? Kita harus segera ke sana!" ucap Ayana panik.
"Tapi kau belum sembuh!"
"Aku baik-baik saja. Ayo, kau tidak ingin terjadi apapun padanya, 'kan?" Ayana benar bagaimana kalau sesuatu terjadi pada kakeknya sebelum mereka bertemu?
...
Sky dan Ayana segera pergi ke Mansion Violet, di sana sudah ada keluarga besar yang menjenguk Nicholas, tetapi pria tua itu hanya mau menemui Sky dan membuat anggota keluarga lainnya marah besar, Sky merasa tidak habis pikir, apa yang mereka tunggu? Kematian Nicholas?
Uang dan harta membuat semua orang lupa diri, saling menyakiti satu sama lain untuk mendapat keuntungan.
Sky menatap Star penuh amarah saat mereka bertemu pandang. Lucia menggenggam tangan Star, sedangkan Ayana berusaha menggandeng tangan Sky.
'Kau munafik Star. Kau bilang Ayana adalah hidupmu, lalu apa ini? Aku muak dengan sandiwaramu.'
__ADS_1
To be continue
See you next chap