Love In Silent

Love In Silent
Hold me


__ADS_3

Dongjun terus mengandeng tanganku meski dia hanya diam di sepanjang jalan, hingga sampailah kita di sebuah kafe dekat tepi jalan, disana dia mulai membuka mulutnya dan menatapku tanpa henti.


"apa kau baik baik saja ?!" Ucap dongjun mengkhawatirkan aku


"aku baik, kamu tak perlu mengkhawatirkan aku !"


"bagaimana aku bisa tidak mengkhawatirkan kamu, jika yang aku lihat saat ini .. "


"apa kondisiku terlihat sangat memprihatikan di matamu ?!"


"sudah seberapa banyak hal yang kamu sembunyikan padaku mira, sampai sampai kamu kehilangan begitu banyak berat badanmu dalam waktu yang sangat singkat ini !"


"itu bukan urusan kamu !"


"sekali saja .. apa kamu pernah menganggapku ada, apa kamu pernah mengisi satu peran penting didalam hidupmu mira ?"sejenak aku terdiam dengan kata kata dongjun yang memang benar adanya, selama ini aku tidak pernah menganggapnya begitu penting dalam hidupku, hingga akhirnya tanpa sadar aku telah melukai begitu banyak pada perasaannya karena sikapku yang selama ini tidak aku perhatikan.


"aku tahu kalau perasaanku ini tidak akan mungkin pernah singgah di hati kamu !"


"dongjun .. tolong jangan katakan lebih dari itu !"


"iya mira .. aku telah kalah dengan hatiku, aku sudah terlanjur jatuh hati kepadamu .. meskipun aku tahu kamu tidak pernah menyukaiku selama ini !"


"dongjun .. aku mohon .. hentikan !"


"awalnya aku masih terus mengharapkan sesuatu darimu mira .. tapi, semenjak hari itu .. hari dimana kita bertemu di rumah sakit .. aku telah melepaskan semuanya dan tidak akan mengharapkan kamu lagi !"


"kamu .. apa yang kamu lakukan hari itu ?!"


"aku bertemu dengan waktu itu, tapi saat itu kamu tengah berbicara dengan lelaki yang sedang kamu temui di jalan dan tidak menyadari kalau disana juga ada aku yang sedang memperhatikanmu, karenanya aku jadi penasaran lalu diam diam akupun membuntuti kamu sampai ke rumah sakit !"


"Kamu mendengar semuanya ?"


"Iya, aku mendengar semuanya !"


"i.. itu aku bisa jelaskan, laki laki itu .. "

__ADS_1


"orang itu yang ada di foto itu bukan ?"


"kamu tahu semuanya .. " saat itu juga air mataku langsung mengalir begitu saja


"awalnya aku berpikir kalau kamu tidak mungkin tidur dengan lelaki itu, namun saat aku melihat ekspresi wajah lelaki itu, mungkin dugaanku di awal bisa saja salah !"


"dongjun .. a .. aku " aku tak mampu lagi berkata kata, mendadak dadaku terasa sesak dan mulutku sulit sekali berkata walupun hanya satu kata, saat ini aku hanya bisa menangis sambil memekik suaraku agar tak terdengar oleh orang orang yang ada di sekitarku.


"kamu berhasil miranda .. kamu telah berhasil menutup rapat rapat semua rahasiamu dariku, kamu sangat sukses menyakiti perasaanku saat itu juga !"


"aku bisa jelaskan dongjun !"


"sebelum yang aku tahu kalau cinta itu sesuatu yang sangat menyenangkan dan selalu membuatku berdebar ketika berada di dekatmu, dan berkat kamu aku jadi tahu kalau cinta itu bisa terasa sangat menyakitkan seperti ini ... dengan mudahnya kamu membalikkan rasa cinta ini menjadi sebuah rasa benci yang timbul karena rasa kecewa, entah mengapa rasanya seolah tertusuk berulang kali di tempat yang sama sampai terasa seakan aku bisa saja terbunuh dengan rasa ini ..!" ucap dongjun seraya menangis menatapku yang juga sedang menangis


"Maaf .. !" Hanya itu yang bisa keluar dari bibirku saat ini.


"cukup sampai disini saja yang ingin aku katakan, kalau begitu aku pergi dulu .. dan .. tolong jaga kesehatanmu juga bayimu !" ucap dongjun ketika ia hendak pergi meninggalkanku, seketika aku sangat terkejut saat aku mendengar kalau dongjun juga sudah tahu tentang kehamilanku saat ini. Langsung saja aku berlari mengejar dongjun yang baru saja keluar dari dalam kafe.


"Dongjun jangan pergi dulu !"


"aku mohon !! jangan benci padaku dongjun !" ucapku sambil terisak


"Aku tahu aku salah karena telah menganggap perasaan kamu remeh, tapi sedikitpun aku tidak ingin kamu juga menjauhi aku seperti ini !"


"Kalau kamu tidak ingin aku menjauh .. Lalu kenapa kamu yang mulai lebih dulu menjauhi aku mira !"


"Aku menjauhi kamu,karena aku tidak ingin kamu terluka lebih dalam lagi, sejujurnya aku sudah menikah dongjun, dan anak yang ada di perutku ini adalah anak dari suamiku !"ketika mendengar penjelasan dari miranda dongjun tidak terkejut sama sekali, karena sebenarnya dia sudah tahu lebih dahulu sebelum miranda menjelaskan kalau dia sudah menikah, namun dia juga merasa lega saat mendengar kabar tentang anak itu yang sebenarnya dihasilkan dari pernikahan mereka. namun saat dongjun mulai mendekati miranda yang sedang menangis tersedu sedu di belakangnya, mendadak miranda seketika jatuh pingsan, dan beruntung dongjun langsung menangkap tubuh miranda yang sudah sangat kurus dan terlihat sangat pucat.


"mira ..! miranda ..! bangun mira !" saat itu dongjun sangat panik saat menyentuh tubuh miranda yang terasa begitu dingin.


"suhu tubuhnya turun drastis, aku harus segera membawanya ke rumah sakit sekarang !" ucapnya panik


"taksi !" teriak dongjun berupaya menghentikan sebuah taksi yang hendak melintas melewatinya, beruntung sekali taksi itu langsung berhenti saat itu juga.


"tolong ke rumah sakit sekarang !"ucap dongjun seraya membopong tubuh miranda ke dalam taksi.

__ADS_1


"tolong cepat sedikit pak !"


"baik !"jawab driver taksi tersebut


"aku mohon kamu harus baik baik saja miranda !" ucap dongjun sambil terus menggosok gosok telapak tangan miranda yang sudah sedingin es, begitu taksi itu sampai tepat di depan rumah sakit Dongjun segera turun dari taksi lalu membawa miranda sambil berlari ke dalam.


"bertahanlah sebentar lagi miranda !"


"tolong wanita ini, dia mendadak pingsan tadi, dan kondisinya dia sedang hamil !"ucap dongjun berkata pada salah satu petugas rumah sakit


"baik, bawa pasiennya kemari dan langsung bawa ke ruang pemeriksaan !"ujar petugas sambil memindahkan miranda ke atas brankar dorong atau tandu pasien, saat miranda dibawa masuk ke ruang pemeriksaan, dongjun hanya bisa menatapnya dari kejauhan seraya berharap dia akan baik baik saja begitu juga dengan calon bayinya.


beberapa saat kemudian seorang dokter keluar lalu menemui dongjun yang sedang menunggu dengan wajah cemas di ruang tunggu.


"pasien atas nama miranda !"mendengar suara itu dongjun langsung berdiri lalu menghampiri dokter tersebut dengan wajah yang semakin cemas.


"bagaimana kondisinya saat ini dok ?"


"kondisinya baik baik saja, dia hanya mengalami sedikit stres dan kelelahan !"


"syukurlah !"


"tolong jaga istri anda dengan baik !"


"istri ?"


"bukankah dia istri anda ?!"


"i.. iya dia istri ku yang paling cantik !"ujar dongjun kesemsem


" jaga dia baik baik jangan sampai dia mengalami stres berat lagi !"


"baik dok !" ucapnya sambil tersenyum manis


"bisa bisanya dia mengira kalau aku suaminya ! yah tapi memang yang lebih pantas menjadi suaminya itu aku sih ketimbang lelaki aneh itu !"gumam dongjun

__ADS_1


__ADS_2