Love In Silent

Love In Silent
Pojangmacha


__ADS_3

Singkat waktu tak terasa sudah 5 bulan berlalu begitu saja, hingga kini rasanya seolah aku telah terbiasa akan keadaanku yang seperti ini, entah mengapa semenjak kepulanganku hari itu aku tak lagi berharap begitu banyak pada nasibku sendiri, tentang semua perasaan dan segala keluh kesahku hingga stres yang terkadang sering menghinggapi isi kepalaku membuat aku kelelahan sendiri, namun semua itu telah aku lewati tanpa di rasa lagi, kini aku sudah terbiasa untuk menikmati setiap alur cerita hidupku sendiri, kehidupan yang hanya berkutat dalam dunia bisnis seakan bagaikan di dalam labirin yang tiada jalan putusnya.


Hingga suatu hari aku terlalu sering menemukanmu di dalam ingatanku, dirimu selalu muncul hingga membuat hatiku bergejolak ingin bertemu denganmu, namun menahan rindu hingga terasa perih di hati sangatlah menyiksaku, jika aku ingin bertemu denganmu secara nyata tentulah itu tak akan mungkin lagi, maka jika aku tak kuat untuk menahannya lagi, aku akan rehat sejenak dan menata kembali hatiku yang telah dia porak porandakan, aku tahu kalau akulah yang memulainya tapi aku tak pernah berpikir kalau aku akan tersiksa seperti ini jika berjauhan denganmu. meskipun tampaknya sedikit demi sedikit aku sudah merelakan hubunganmu saat ini, tetapi aku tidak pernah bisa mengelak suara hatiku sendiri, melihatmu bahagia menjalin cinta dengan kekasih barumu aku tak pernah rela. Karena menatap kepergian dirimu tak pernah aku harapkan sedikitpun, ya.. Benar apa katamu waktu itu kalau aku adalah orang yang munafik dan pecundang, bahkan untuk mengungkapkan perasaan cemburu yang aku rasakan pun aku rak mampu untuk menyampaikannya padamu, mementingkan ego ketimbang perasaanku sendiri adalah watak burukku dan kini semua hanya tinggal kenangan tentangmu yang menyesakkan dadaku.


Tiada lagi bait terindah terdengar merdu terucap yang terdengar saat engkau merayu menyanjungku dan lalu tenangkan jiwaku yang haus akan cintamu.


***


Pagi itu langit berwarna biru muda, sinar mentari pun terasa hangat menyinari tanpa sedikitpun penghalang, cuaca hari ini sangatlah sempurna untuk dinikmati karena bulan ini korea baru saja memasuki musim semi, musim yang paling di nanti dan di tunggu tunggu kedatangannya, dimana banyak kuncup bunga bermekaran dan dedaunan terlihat menghijau segar, terasa sangat sempurna di lihat oleh mata, nampak orang orang tersenyum berjalan melewati jalanan yang ramai dan tak jauh dari tepi jalan hajun terduduk diam membisu sambil menatap banyak orang berlalu lalang dihadapannya, semua orang terlihat sangat bahagia seolah musim semi telah membawa kebahagiaan kepada setiap orang dan menghipnotis dengan pesona keindahan musim itu, namun semua itu tak pernah berlaku pada hajun sedikitpun, baginya tak ada bedanya musim semi dengan musim musim lainya, untuknya rasa dan suasana setiap musim mungkin sama saja, bahkan dia pun sempat berharap jika musim semi segera berlalu dan berlangsung dengan cepat lalu kemudian berganti dengan musim dingin yang cukup panjang, ya .. Itulah dia yang sekarang, pribadi yang dingin dan tak peduli dengan siapapun lagi, perubahan sikapnya yang sangat drastis membuat orang orang di sekitarnya merasa kewalahan padanya.


Drrtt ... Drrttt .. suara getar ponsel hajun yang tak pernah berhenti berbunyi dari saku celananya.


"pak hajun !" panggil seseorang


"ya ?"ucap hajun sambil sibuk membaca koran


"hari ini anda ada jadwal meeting padat, kapan anda akan sampai ke kantor kalau jam segini anda masih duduk santai disini !" seketika hajun terkejut mendengar suara ini, dan akhirnya diapun mendongakkan kepalanya.


"kau !! Kenapa kau kesini !" ucap hajun kesal


"maaf karena ponsel bapak tidak bisa dihubungi jadi saya terpaksa melacak anda dan menyusul kemari !"


"haah .. Jam berapa meetingnya akan dimulai ?"


"18 menit lagi dari sekarang !"


"ya baiklah !"

__ADS_1


Dan berkat usaha dan kegigihan sekertaris kang dalam membujuk, akhirnya hajun ikut kek kantor sebelum jam rapat dimulai.


Sesampainya di kantor semua jam meeting di atur sedemikian rupa oleh sekertaris kang tak heran kalau dia sampai kelelahan karena jadwal yang super padat. dalam satu hari hajun bisa menghadiri meeting sampai 5 kali bahkan terkadang diapun juga ikut kecapean karena mengolah dan menjalankan bisnisnya sendirian.


***


Ketika jarum jam berhenti tepat di angka 10 malam hari hajun baru bisa menghela nafas lega dan mengendorkan ikatan dasi yang terasa sangat mencekik selama berjam jam, akhirnya telah berakhir sudah segala kesibukan yang sangat melelahkan hari ini, hingga setelahnya hajun memutuskan untuk mengendarai mobilnya sendiri dan berhenti di Pojangmacha atau lebih akrab dikenal dengan sebutan warung tenda, jika di indonesia bisa juga seperti Angkringan, tempat makan yang biasanya jadi tongkrongan anak anak muda di Korea Selatan.


"selamat malam !" sapa si pemilik kedai


"ah ya, saya pesan kkomjangeo 1, mandu 1, dan minuman hangat !" ucap hajun


"soju ?"


"tidak, kopi saja !"


Beberapa saat kemudian pesanan pun sampai dimeja, aroma makanan yang masih sangat hangat terasa menyeruak ke hidung dan membuatnya lapar dalam seketika namun saat hajun hendak menyantap makanannya tiba tiba saja seorang anak kecil berlari lalu menabrak kaca spion mobilnya hingga patah, sontak saja hajun langsung berdiri dan menghampiri anak tersebut yang terjatuh tepat di samping mobilnya.


"adeul-a gwaenchanha ?"ucap hajun sembari membantu anak itu berdiri


*Nak kamu tidak apa apa ?


"gwaenchanha !"


"oh .. eotoge nae dongsaeng-eul tteol-eotteulyeoss-eo ?" ucap bocah itu seketika menangis kencang sambil meraih tas gendongnya


*Oh bagaimana ini aku menjatuhkan adikku

__ADS_1


"dongsaeng ?" ucap hajun mengernyit, dia agak bingung saat melihat si gadis kecil itu memungut tas punggungnya yang terjatuh sambil terisak, tiba tiba kedua matanya langsung terbelalak saat melihat tas punggung yang ternyata berisikan bayi.


"ya !! kkomaya eotteohge ne yeodongsaeng-eul geuleohge seullingbaeg-e neoh-eul su issni !" ucap hajun memarahinya


*Hei bocah bagaimana bisa kau menaruh adikmu yang masih bayi di dalam tas gendong seperti itu !" namun sayangnya bocah itu tak memperdulikan ucapannya dan tetap pergi dengan caranya sendiri.


"ya .. Adeul !!!" teriak hajun memanggil anak tersebut yang tengah kabur


"cih bagaimana bisa bocah itu .. Ah terserahlah dia mau apakan anak itu, Semoga saja dia tidak apa apa .. stt .. Tapi !" ucapnya bimbang


Dan pada akhirnya hajun memutuskan untuk mengejar bocah itu untuk memastikan mereka baik baik saja.


"bibi berapa totalnya ?"


"6000 won !"


"ini uangnya, ambil saja kembaliannya !" ucap hajun tergesa gesa.


"hah pergi kemana bocah tadi !?"


dan tiba tiba saja dari arah belakang ada seseorang berlari hingga tersandung dan tersungkur.


"hei nak !"teriak hajun


"ampun paman, saya minta maaf saya tidak sengaja merusak mobil paman !"


"tenanglah aku tidak bermaksud memarahimu !"

__ADS_1


__ADS_2