Love In Silent

Love In Silent
Rapat yang Meresahkan


__ADS_3

meskipun sempat merasa kesal, aku tetap berusaha untuk memakluminya, karena dia adalah lelaki bujang yang hidup sendirian di rumahnya dan tanpa orang tua, mungkin dia pulang karena ada kepentingan yang mendesak lalu akhirnya dia pun sampai lupa dengan kewajiban tugas di kantornya.


"enggak apa apa kok !" ucapku sambil tersenyum


"oh iya, tadi dokumen yang di komputer sudah kamu hapus kan ?"


"iya udah kok ! ada lagi ?"


"sepertinya hanya itu !"


"ya udah kalau begitu aku akan pulang sekarang !"


"pulang ?!!"


"iya pulang, memangnya kenapa ?, sudah tidak ada yang harus aku kerjakan lagi bukan ?!"


"iya, memang sudah tidak ada !"


"ya sudah kalau begitu !"


"tunggu miranda !" seketika dongjun memegang tanganku dengan erat


dongjun menggenggam tanganku begitu erat sampai sampai aku bisa merasakan tangannya sedikit bergetar, meski aku sempat sangat terkejut namun akhirnya aku bisa melepaskannya dengan sedikit hati hati,


"kenapa ?"


"bagaimana kalau kita pulang bersama saja !"


"maaf ?"


"aku hanya ingin mengantar kamu pulang dengan mobilku !"


"maaf tapi sepertinya aku lebih nyaman kalau aku pulang naik bus saja !"


"sudah malam mira, aku takut ada apa apa di jalan, lebih baik kamu pulang bersamaku saja !"


"maaf dongjun tapi aku lebih nyaman kalau aku pulang sendiri, lagian tujuan kita kan berbeda arah !"


"tapi .. aku tidak keberatan kalau .."


"aku permisi pulang dulu, karena ini sudah larut malam aku takut sampai ketinggalan bus yang terakhir !"


semoga saja dongjun tidak marah dengan aku, karena aku menolak ajakannya untuk pulang bersama, dan semoga dia mau mengerti kalau aku merasa tidak nyaman ketika hanya berduaan dengannya saja, aku tidak mungkin menjelaskan kepadanya kalau aku sudah bersuami, sedangkan mas hajun sendiri menginginkan status pernikahan kami tidak di ketahui banyak orang, dan ingin selalu ia rahasiakan sampai waktu yang belum di tentukan.


***


malam itu aku pulang sendirian lagi, seperti biasa aku akan berhenti di halte dekat dengan rumah kami, lalu mas hajun akan datang untuk menjemput ku di halte.


sebelum tiba di halte tujuanku, aku sudah menelfon mas hajun terlebih dahulu untuk segera menjemput aku di sana, dan begitu aku turun dari halte mas hajun telah sampai dan tengah menunggu kedatangan ku.

__ADS_1


"mas !"


"akhirnya kamu sampai juga !"


"kamu nunggu aku lama ya ?"


"yah lumayan ! ya udah yuk pulang !"ucap mas hajun sambil mengandeng tanganku


terkadang aku merasa senang dan juga bingung dengan hubungan ini, aku senang karena aku sekarang sudah resmi menjadi istri sah dari seorang lelaki yang paling aku cintai, namun disisi lain aku juga bingung dengan ketidak seimbangan hubungan ini, ada sebuah tanda tanya besar yang selalu terlintas di benakku, pertanyaan yang selalu terbesit dalam benakku, mengapa dia memilih untuk menyembunyikan pernikahan kami, padahal di negara ini tidak ada sebuah larangan untuk warganya yang ingin menikah, dan semua orang bebas mengekspresikannya.


raut wajahnya yang terkadang tersenyum padaku dan terkadang mengernyitkan pandangannya padaku, aku ingin tahu semua yang ada di balik pandangan itu, aku ingin tahu semua isi hatinya termasuk rasa cintanya padaku, aku ingin mengetahui semuanya tentang dia.


***


seperti hari kemarin di awal jam masuk kantor aku kembali menemui ketua cha dan menyerahkan dokumen yang hendak menjadi bahan rapat pagi ini. sebelum mengetuk pintu aku sempat menarik nafas panjang dan mencoba untuk menenangkan diri, meski hari ini adalah kesempatan terakhir bagiku, aku tidak boleh pesimis dan beranggapan kalau di kesempatan kali ini aku tidak bisa menarik perhatiannya dengan dokumen yang aku buat.


ku ketuk pintu itu dan tak lama kemudian terdengar suara ketua cha yang mempersilahkan aku untuk masuk, tak perlu menunggu lagi aku pun langsung saja masuk dan segera meletakkan berkas dokumen yang aku bawa di atas mejanya.


"aku kira kamu akan menyerah begitu saja dan melepas jabatan kamu sekarang !" ujar ketua cha sambil memandangku dengan tatapan yang sinis.


"maaf pak tapi aku tidak berniat untuk menyerah begitu saja dengan mudah !"


"baguslah kalau begitu, apa ini dokumen yang kamu buat ?"


"iya, silahkan anda lihat dulu pak !"


selembar demi selembar, halaman demi halaman ketus cha memeriksa isi dokumen yang aku buat semalam.


"ha ? iya ?"


"bagus sekali, aku puas dengan ide ide baru yang kamu tuangkan ke dalam dokumen ini !"


"benarkah pak !"


"iya, dan dokumen kamu akan aku ajukan ke meeting pagi ini pada pimpinan kita pak hajun !"


"ya ? dengan siapa pak ?!" ucap ku terkejut


"kamu tidak tahu ? pak hajun adalah ceo di perusahaan kita ini, dia yang memegang wewenang perusahaan ini, dan baru saja aku mendapat kabar kalau rapat pagi ini akan di pimpin sendiri oleh beliau !"


"apa ?"


"kenapa ? apa ada yang salah ?"


"ah tidak pak ! tidak ada yang salah kok !"


"terus kenapa kamu kaget begitu ?"


"saya hanya sedikit terkejut pak !, anu pak bagaimana kalau yang ikut meeting pagi ini ketua tim kami saja !"

__ADS_1


"maksud kamu dongjun ?"


"iya pak !"


"loh tidak bisa dong, kan dokumen ini kamu yang buat, jadi harus kamu yang mempresentasikannya !"


"tidak kok pak, semalam dia juga membantu saya membuatnya di kantor !"


"oh begitu, tak masalah asalkan dongjun mampu menguasai semua isi dokumen ini !" ujarnya


"baik pak, nanti saya akan konfirmasikan lagi !"


"iya !"


"pak ada satu lagi yang mau saya sampaikan !"


"apa lagi ?!!"


"saya mau izin pulang hari ini pak !"


"izin pulang ? memangnya kamu kenapa ?"


"saya demam pak pagi ini, dan rasanya kalau saya paksakan untuk bekerja hari ini, saya tidak kuat !"


"ya sudah pulang saja sana !"


"terima kasih pak, kalau begitu saya permisi !"


"iya !"


begitu keluar dari dalam ruangan aku langsung berlari ke meja kerja dongjun dan membicarakan hal ini dengannya.


"apa ! aku yang harus maju di meeting ?"ucapnya syok


"iya, aku minta maaf dongjun, tiba tiba aku merasa kurang sehat pagi ini, mungkin karena kemarin malam aku terlalu bekerja dengan keras !"


"tapi mir, kan dokumen itu kamu yang buat seharusnya kan kamu yang ikut meeting kali ini !"


"iya aku tahu, tapi sepertinya hari ini aku tidak bisa dongjun !"


"haah .. kamu ini ada ada saja mir, kalau begitu kapan meeting itu akan di mulai !"


"satu jam lagi !"


"satu jam lagi !!!" teriak dongjun terkejut


"ssttt jangan keras keras !!"


"bagaimana aku bisa menguasai semua isi dokumen itu mira !" bisik dongjun sedikit geram padaku

__ADS_1


"tenang saja aku punya salinan dokumen itu dan ini adalah inti ide ide di dalam dokumen itu !" ucap ku sambil menyodorkan beberapa lembar kertas pada dongjun yang saat ini tengah menatapku dengan bingung.


__ADS_2