
Waktu terus berjalan dan hari hari pun telah bergilir, tak terasa sudah satu bulan semenjak hajun mengirim surel telah berlalu, namun miranda masih belum juga membalas pesan darinya, hingga membuat hajun merasa semakin penasaran dengan kabar miranda saat ini.
"Hahhh ... !!" Desah hajun
"Ck !!" Dongjun berdecak kesal
"Haahhh !!!" Desah hajun lagi
"Bisakah kau berhenti menghela nafas !!" Bentak dongjun
"Apa lagi yang harus aku lakukan sekarang !?"
"Apa !??"
"Haahh .. !!"
"Ck ! Aku kesini bukan karena suka rela mau mendengarkan helaan nafasmu yang terdengar menjengkelkan itu !, aku sibuk tau !!"
"Kau sibuk apa ?!"
"bukan urusanmu !"
"Wah sekarang kau bahkan sudah berani berkata tidak sopan ya dengan atasanmu mu sendiri !"
"Loh ini kan bukan di kantor !"
"Apa ! Tapikan ... Yah terserah kau saja, tapi bukankan ini sudah sore ?! Memangnya pekerjaan apa lagi yang mau kau kerjakan ?!"
"Banyak !! Sampai aku tidak bisa menghitungnya !"
"Apa gajimu di perusahaanku masih kurang ?!!"
"Yahh begitulah !"
"Ck heiss dasar ! Kau ada waktu kan sekarang !"
"Tidak !"
"Aku anggap ada !"
"Apa apaan kau !"
"Ikut aku sekarang !" Ucap hajun sambil menyeret dongjun pergi
"Ah tidak mau !!"
Begitulah hubungan diantara mereka berdua, semakin hari hubungan mereka semakin membaik, meskipun tidak terjalin dengan cukup baik.
***
__ADS_1
Tanpa mendapat persetujuan dulu dari dongjun dengan sedikit paksaan hajun mengajak dongjun pergi begitu saja. Entah tujuan tempat apa yang hendak dia datangi bersama dongjun.
"Sebenarnya kau mau membawaku kemana ?!" Ucap dongjun kesal
"Ke suatu tempat !"
"Suatu tempat ??" Gumamnya sembari berpikir, lalu beberapa saat kemudian tiba tiba dongjun berteriak cukup keras
"Kau .. Tidak mungkin kan mengajakku ke motel ?!"
"Motel ? Cihh untuk apa aku mengajak .. Apa !! kau bilang apa tadi !" Mendadak hajun tersadar dan langsung menatap ke arah dongjun yang sedang memandanginya dengan kedua tangan yang sedang memeluk dirinya sendiri
"Kau sudah tidak waras ya ?!! Untuk apa aku mengajakmu ke sana, aku bahkan masih punya jiwa laki laki yang normal !" Bentak hajun kesal
"Yah aku kira !"
"Dasar sinting !" Ucap hajun ngedumel
Hingga akhirnya sampailah mobil mereka berhenti tepat di dekat tepi pantai.
"Ayo keluar !" Ajak hajun
"Tidak mau, kau nikmati saja pemandangan itu sendiri !"
"serius tidak mau ? Padahal aku sudah beli beberapa potong ayam dan minuman soda !"
"Aku kesana duluan ! Kamu pergi ambil ayamnya !" Ucap dongjun segera bergegas menuju ke pantai
Sembari menikmati indahnya sunset di pantai, mereka berdua berbincang bincang sambil menghabiskan beberapa potong ayam dan minuman soda. Saking asiknya mengobrol mereka sampai bertukar pengalaman dan beberapa kisah kisah unik dalam hidupnya di waktu silam.
Lalu beberapa saat dongjun memperhatikan hajun yang sedang menikmati suasana pantai di sore itu hingga akhirnya diapun berinisiatif membantunya dengan mengambil foto hajun sampai beberapa kali jepretan tanpa sepengetahuan dari hajun.
"Hmm yang mana ya ?" Gumam dongjun sambil memilah beberapa foto yang menurutnya paling bagus
"Yang ini deh !"
"Dongjun sedang apa kau ?!!" Teriak hajun
"Aku sedang sibuk !"
"Jangan mengambil foto orang sembarang, kalau tidak gajimu akan aku potong nanti !" Omel hajun
"Iya iya !!"
Sesampainya di rumah dongjun langsung rebahan dan kembali memeriksa ponselnya
"Dia belum balas pesanku ya ?, cih sombong sekali ya wanita ini sekarang !"
"Hah capek sekali lebih baik aku tidur saja lah !" Gumamnya, dan ketika dongjun sudah mapan hendak tidur seketika ponselnya berbunyi. Ting .. Bunyi notifikasi dari ponsel yang baru saja ia geletakkan di meja samping tempat tidurnya, dengan posisi yang masih sama tangan Dongjun mulai meraba raba letak ponselnya.
__ADS_1
"Hm ? miranda ?!" Kedua matanya kembali terbuka lebar saat melihat emailnya di balas oleh miranda.
"Kabarku baik !" Balas miranda
"Ini saja ?!, aku isengin saja anak ini hehe !" Dongjun kembali membalas pesan itu, namun kali ini dia juga mengirim sebuah foto yang dia dapat dari jepretan di pantai sore tadi
"Aku senang mendengar kabar mu baik baik saja, tapi aku punya sedikit hadiah untukmu .. !" Ujarnya dalam pesan tersebut
"Dia terus memikirkan kamu sampai sampai aku pusing mendengarnya, dan sekarang dia akan menjadi single parent karena mu .. Aku akan kasih ini untukmu, lihatlah posenya ketika kamu melihat wajahnya kamu pasti tahu apa yang sedang ia rasakan, oh iya, aku sendiri yang memotretnya baru saja !" Ujar dongjun lagi, sembari menyisipkan satu foto hajun ketika mereka sedang ada di pantai saat itu. Namun setelah sesaatnya miranda tidak membalas pesan dongjun lagi, miranda kembali menghilang dan sulit sekali untuk kembali dihubungi.
***
Keesokan harinya hajun kembali mengajak dongjun untuk bertemu di suatu tempat, seperti biasa hajun hanya ingin mencurahkan kegelisahan di dalam hatinya pada dongjun, sementara dongjun sendiri sudah merasa jenuh karena cerita yang dia dengar sudah di ulang ulang bahkan sampai dia bosan.Tapi setiap kali dongjun menolak hajun tidak mau peduli dia bahkan sampai rela mendatangi kediaman dongjun, alhasil diapun terpaksa dengan keadaan yang selalu memaksanya.
"aku merindukannya .. Bahkan sampai matipun aku akan tetap merindukannya !" ucap dongjun menirukan hajun
"hah .. Aku sampai bosan dan hafal dengan kalimat itu !" gerutu dongjun
"lebih baik kalian bertemu saja sekarang, dari pada aku harus mendengarkan curhatanmu setiap hari, hidupku saja sudah membosankan kenapa kamu malah semakin membuat, hidupku tidak karuan !"
"bertemu ? Memangnya kamu tahu dimana rumahnya ?!"
"aku tahu .. Tapi aku tidak tahu nama lokasinya, mungkin kalau kita kembali kesana aku akan ingat jalannya !"
"ck terlihat sangat meragukan !"
"hei ! Meskipun ingatanku ini biasa biasa saja tapi aku masih bisa mengingatnya kok, lagi pula aku juga mencatat rute perjalanannya !"
"benarkah ?" seketika wajah hajun langsung terlihat berseri seri
"iya !"
"kalau begitu besok lusa kita agendakan !"
"iya terserah kau saja, tapi .. Selama sepekan ini kamu dilarang mengajakku bertemu ya !"
"loh kenapa ?!"
"kamu tanya kenapa ? Tentu saja aku bosan bertemu denganmu !" celetuk dongjun begitu transparan.
***
Sementara itu miranda terlihat menangis ketika kedua matanya kembali melihat sosok manusia yang paling dia rindukan, sebuah rasa yang tiba tiba muncul, perasaan yang tercampur aduk diantara suka, sedih, dan bahagia, hatinya terus berdegup manis sedangkan kedua matanya menangis namun bibirnya justru ingin tersenyum.
pikirannya mendadak kalang kabut saat melihat sebuah pose di pantai dengan pancaran sunset di sore hari, semakin menambah karisma dan ketampanan hajun kala itu.
massage from dongjun
To miranda
__ADS_1
Maaf mira tulisan di pojok kiri itu adalah editanku, saat foto itu aku ambil hajun tiba tiba mengatakan sesuatu yang kalimat itu aku tuliskan difoto itu, jangan pedulikan editannya katena agak norak kalau dilihat 😃