Love In Silent

Love In Silent
Pulang Untuk Pergi


__ADS_3

meski entah apa yang akan terjadi kedepannya aku hanya akan berserah kepadanya, dan mempercayakan segalanya pada tuhan..


"hari ini ia telah memberiku sebuah pelajaran yang tak akan pernah terlupa sedikitpun ! " ucap profesor


"apa itu ? " ucap ku bertanya


"tuhan akan selalu memberiku sesuai dengan niatku, hingga tatkala kudapati kesalahan dalam sesuatu, kutahu ada yang salah pula dalam niatku !" ucapnya sambil tersenyum bahagia kepadaku.


semenjak hari itu aku memahami satu pembelajaran yang telah terjadi, bahwa ada dua kemungkinan kita dipisahkan oleh seseorang yang kita cintai yaitu, yang pertama, akan diganti dengan yang lebih baik.


yang kedua, dia kembali dalam versi yang jauh lebih baik.


sejak hari itu aku lebih jarang bertemu dengannya, namun lebih sering saling memberi kabar satu sama lain, begitu banyak cerita yang terjadi pada hari itu, selain profesor bercerita tentang bagaimana dia bisa masuk islam, dia juga memberi tahu semua tentang dirinya dan latar belakang keluarganya kepadaku, dan rencananya profesor ingin segera melamar ku dalam waktu yang sesegera mungkin.


sembari menunggu kabar baik itu, aku dan dia menjalani kehidupan kami masing masing untuk sementara waktu.


sampai suatu ketika pamanku pulang ke rumah ,dan di kesempatan itu, aku langsung memberi tahukan sesuatu yang sudah sangat lama belum jua sempat tersampaikan dengannya.


"om ! ada satu hal yang ingin aku tanyakan sama om !"


"iya ! tanyakan saja !"


"emm .. kalau semisal saya nikah duluan ketimbang om gimana ?! " tanyaku


"enggak boleh, harus om duluan dong yang nikah !" jawab om tegas


"memangnya om udah ada calonnya ?"


"udah ! "


"bohong !"


"kalo enggak percaya ya sudah !"


"serius om !?"


"iya !!"


"kalau begitu, saya tinggal nunggu kabar baiknya !"


"dasar bocah ! "


"oh iya om, kalau bisa jangan lama lama ! soalnya usia om aji itu sudah tidak muda lagi !! " ucap ku meledek


"iya om tahu ! " ucapnya kesal


***


singkat waktu, 6 bulan kemudian om aji pun menikah, dan ini adalah sebuah kabar baik yang selalu aku nanti nanti kehadirannya.


waktu itu profesor hajun juga datang ke acara pernikahan om aji tak lupa dia juga membawa hadiah pernikahan yang sudah ia siapkan jauh jauh hari.


ketika acara telah selesai keluarga berfoto foto dengan pasangan pengantin, acara berjalan begitu meriah dan untungnya semua berjalan lancar.


setelah acara benar benar telah selesai aku dan profesor duduk berdua di sebuah taman. tidak ada yang berubah sedikitpun dari kami, tapi entah mengapa pembicaraan kali ini terasa sangat canggung sekali bagiku.


"bagaimana kabar kamu mira ?"


"kabar saya baik ! kalau profesor ?"


"saya juga baik, dan sekarang saya makin sibuk !"


"keluarga anda yang di sana .. apa sekarang sudah bisa menerima anda lagi ?" ucap ku bertanya


"alhamdulilah sudah, meskipun awalnya semua orang menolak saya untuk kembali menjadi satu keluarga, tapi seiring berjalannya waktu semua kembali seperti semula !"

__ADS_1


"syukurlah kalau begitu ! "


"kalau perasaan kamu, bagaimana ?" tanya profesor


"perasaan saya yang apa ?"


"tentang perasaan kamu ke saya ? apakah masih sama seperti waktu itu ?"


seketika aku tersipu malu dan menutup wajah ku dengan ujung kerudungku yang panjang


"masih sama kok ! " jawab ku lirih


"kira kira kita mau menyusul mereka kapan ya ?! " ujar profesor sambil melirik ke arah paman


"menyusul apa ?"


"bikin acara pernikahan kaya hari ini ?!"


"nanti saja ..! "


"nanti kapan ?"


"tahun depan !"


"apa itu enggak terlalu lama .. gimana kalau bulan depan ?!"


"kenapa harus buru buru !"


"karena saya sudah kepingin nikah, memangnya kamu enggak pengen ?"


"ya ingin .. tapi apa enggak terlalu cepat waktunya ?"


"menurut ku tidak, kalau pernikahan itu, kita lakukan di korea !"


"tapi kan aku orang indonesia ! mana boleh menikah di sana ! "


"beneran boleh ? "


"iya boleh ! kamu sudah janji sama saya waktu itu, kamu enggak lagi pura pura lupa kan ?"


"soal ?"


"menetap di sana !"


"oh iya saya sampai lupa prof !"


"otomatis kalau kamu mau menetap di sana kamu harus jadi warga negara di sana, kamu udah siap ?"


"insya allah aku sudah siap !"


"oke !"


"prof !"


"hmm !"


"semisal kita udah menikah nanti ! apa keluarga profesor bisa menerima saya di sana ?"


"sebelumnya waktu itu saya sudah bilang kan sama kamu, kalau keluarga saya itu sudah menerima saya menjadi bagian dari keluarganya lagi, jadi otomatis mereka juga pasti akan menerima kamu sebagai anggota keluarga baru kami !" ujar profesor


"tapi apa enggak risih prof, kita kan beda agama sama keluarga profesor ! "


"kamu takut kita akan tinggal serumah dengan keluarga saya ?"


aku pun mengangguk pelan

__ADS_1


"tenang saja saya sudah punya rumah sendiri kok di sana !"


"oh apartment yang waktu itu kan ?!"


"bukan itu lagi ? saya sudah pindah ke yang lebih besar lagi dari yang sebelumnya !"


"memang yang sebelumnya kenapa ?"


"enggak apa apa ! cuma masih terlihat agak sempit kan kalau untuk berdua !"


"masa sih ?"


"intinya saya sudah pindah dan saya sudah beli rumah baru ! udah gitu aja !"


"oh okeh !"


"kayanya kita baru saja ngobrol, tapi waktu saya sudah mau habis saja nih !"


"profesor udah mau pergi ?"


"iya .. maaf ya mira .. saya harus kembali lagi ke korea !"


"padahal baru saja kita ketemu !"


"ya mau bagaimana lagi !"


"pekerjaan saya kan di sana, kalau saya bolak balik ke indonesia buang buang duit dong !"


"loh bukannya profesor masih mengajar di kampus ?"


"itu cuma pekerjaan sampingan kok !"


"pekerjaan sampingan ??"


"sudah ya mira ! saya harus pergi sekarang kalo tidak nanti saya tertinggal pesawat ! " ucapnya


"iya prof, hati hati ! " ucapku yang juga tak ingin menahannya lebih lama lagi di sini


"saya pergi dulu ! kamu jaga diri di sini jangan kemana mana, tunggu kabar baik saja dari saya bulan depan ! " ucapnya sambil mengelus jilbabku


"iya !"


"oh iya titip salam sama om aji ya mira !"


"iya iya ! "


kemudian sambil berjalan profesor menoleh ke belakang dan seketika memberikan simpul hati di jarinya kepadaku, melihat tingkahnya yang lucu aku pun tertawa lalu membalas simpul hati dengan jariku juga.


setelah perpisahan yang cukup lama kemudian waktu hanya mempertemukan kita dalam hitungan jam, dan setelahnya kami harus berpisah kembali untuk waktu yang lama.


"mir ! pacar kamu mana ?" tanya om aji


"baru aja tadi pergi !"


"loh kok pergi !"


"kenapa om ?"


"tadinya mau saya ajak makan bareng keluarga ! kamunya juga sih enggak ngajak dia dari tadi !"


"loh kok saya yang di salahin sih !"


"iya kamu, cepetan masuk sini kita makan bareng bareng !"


"hii pengantin baru galak amat sih !" ucap ku meledek

__ADS_1


dia sudah pergi .. dan aku sendiri lagi..


akhirnya aku merasakan lagi, saling berbalas pesan kemudian disertai senyum senyum sendiri dan setelah itu rindu semakin melambung tinggi.


__ADS_2