
dengan sedikit rasa ragu, aku mulai mengetuk pintu kamar yang biasa kami pakai bersama setiap harinya.
"mas hajun !" panggil aku sembari mengetuk pintu, karena belum terdengar apa apa, aku pun kembali mengetuknya lebih keras lagi
"mas ?"namun tidak ada jawaban sama sekali dari mas hajun, sepertinya dia memang sedang mabuk berat saat ini.
"mas hajun ?" kubuka pintu itu secara perlahan lahan dan setelah itu aku melihat mas hajun sudah tertidur dan terkapar di atas ranjang dengan penampilan yang sudah berantakan.
"astaghfirullah mas .. kenapa kamu mabuk sampai seperti ini ?" ucapku panik sembari membenarkan posisi tidurnya lalu melepaskan jas dan kemejanya serta sepatu yang masih menempel di kakinya, ku pandangi wajahnya yang terlihat memerah karena mabuk, ku lihat ada rasa kesedihan yang mendalam saat aku terus memperhatikan raut wajahnya.
"apa semua ini karena aku mas .. gara gara aku kamu sampai berani mabuk berat seperti ini " gumam ku sambil menangis melihat kondisi mas hajun saat ini.
"mira .. mira ..!" tiba tiba saja mas hajun seperti mengigau dan memanggil namaku dalam tidurnya.
"mira !" ucapnya seketika langsung tersadar dan menatap wajahku dengan linangan air mata, melihatnya seperti itu rasanya hatiku sedang di pukul sangat keras sampai terasa sangat sakit di dada.
"mas hajun ? kamu sudah sadar mas ? tunggu sebentar aku akan ambilkan air putih untuk kamu !"
"tunggu !" seketika tangan mas hajun langsung mencengkram pergelangan tanganku dengan kuat, meskipun itu terasa sedikit sakit namun aku masih bisa untuk menahannya.
"ada apa mas ?"
__ADS_1
"aku mau bicara sama kamu !" ujarnya kepadaku dengan kesadaran yang belum sepenuhnya pulih
"sepertinya kamu masih mabuk mas, sebaiknya kita bicarakan besok pagi saja !"
"aku tidak mabuk mi ... ra !"
"jelas jelas kamu mabuk mas, aku akan ambilkan air hangat dulu !" namun tetap saja genggaman tangannya masih kuat memegangi tanganku.
"kamu tahu .. apa akibat yang telah kamu lakukan padaku mira !" sesaat aku hanya terdiam dan air mataku langsung menetes begitu menatap wajah mas hajun yang juga sedang menangis.
"aku bingung mira ... aku bingung harus bagaimana lagi, aku harus menghadapi ibuku dengan apa, aku sudah tidak bisa membela pernikahan kita lagi mira .. di saat ibuku terus mendesak aku untuk melakukan pernikahan lagi dengan wanita itu !"
"min sera .. dia adalah anak dari persaingan bisnis ayahku, ibuku selalu memaksa ku untuk menceraikan mu dan menikah dengan min sera agar menguntungkan bisnisku !"
"min sera .. apa jangan jangan min sera yang mas hajun maksud itu.. teman eunmyeong waktu itu ?" gumam ku lirih
"sekarang apa yang harus aku lakukan mira ..!!!wanita tua itu pasti semakin mendesak ku saat tahu perbuatan mu di belakangku !"
"rasanya semua pembelaan yang telah aku lakukan untukmu sia sia saja mira .. kalau tahu akhirnya akan seperti ini, aku tidak akan mau menikahi kamu, aku tidak akan mau !" ucap mas hajun sambil terisak, aku yang melihat kondisinya saat ini juga ikut merasakan kepedihan hatinya.
"kenapa ? kenapa kamu tega melakukan hal menjijikan itu kepadaku mira .. kenapa kamu tega tidur dengan laki laki lain di belakangku !" dalam sekejap dadaku terasa sesak dan sangat sakit sampai terasa ke ulu hati ku, kata kata itu telah melukai harga diriku sekaligus perasaanku, dalam sekejap mulutnya seperti malaikat yang bisa membuat hatiku sedikit merasa tenang namun dalam sekejap lagi tiba tiba mulutnya seperti iblis yang memporak porandakan hati dan jiwaku, aku tahu semua ini memang salahku karena akulah yang pertama mengambil keputusan untuk mengikuti alur cerita ini, andaikata malam itu aku tidak datang ke undangan makan malam bersama eunmyeong pasti kejadian naas ini tidak akan menimpaku saat ini, aku pasti sudah bahagia dengan menceritakan kabar kehamilanku dengan mas hajun hari ini, kini yang tersisa sekarang adalah sebuah penyesalan yang mendalam di hatiku, aku sangat menyesal benar benar sangat menyesalinya.
__ADS_1
***
saat mas hajun telah tertidur lelap, tiba tiba saja dering suara ponsel berbunyi cukup keras, aku terus mencari cari dimana ponsel suamiku berada, dan saat aku berhasil menemukannya aku melihat ada sebuah panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal lalu seketika panggilan itu berakhir begitu saja, namun saat aku hendak meninggalkan kamar mas hajun ponselnya kembali berdering dan saat ku lihat ternyata panggilan itu berasal dari nomor yang sama, saat aku angkat yang pertama kali aku dengar adalah suara seorang perempuan.
"apa kau sudah melihatnya sendiri hajun, peristiwa hebat tadi siang, itu adalah kado istimewa dari adik tercinta untukmu dan juga untuk kita sayang !"
"sayang !?!!" batinku
"kau pasti terkejut melihat foto itu bukan ?, oh iya saat ini aku sedang bersama ibu dan juga adikmu di apartemen mereka ! sekarang ini aku sedang menentukan tanggal pernikahan yang tepat untuk kita sayang !"
"aku tahu kalau kau selalu menolak ku karena kau sudah sangat mencintai wanita miskin itu, tapi itu dulu bukan ?!!! lalu bagaimana dengan sekarang hajun ? apa hatimu masih mau menerima wanita itu setelah dia berbagi ranjang dengan laki laki lain dan bermain di belakangmu ?, hahaha bagaimana rasanya di khianati sayang ?"
seketika hatiku remuk saat mendengar kata kata itu, untungnya kali ini aku yang mendengar ucapan wanita iblis itu dan bukan mas hajun yang mendengarnya sendiri, samar samar aku mendengar ada sebuah tawa cekikikan dari suara yang sangat aku kenal. Iya, pemilik suara itu adalah ibu dan juga eunmyeong, kecurigaan ku terhadap mereka semakin jelas terbukti adanya, aku mencurigainya semenjak sebulan setelah pernikahanku dengan mas hajun, ibu terus datang ke rumah kami dan mengobrol secara rahasia dengan mas hajun, awalnya aku tidak terlalu menanggapinya dan berpikiran kalau itu hanyalah sekedar obrolan seorang ibu dan anak, namun kecurigaan itu lama kelamaan muncul di dalam hatiku saat melihat reaksi wajah mas hajun yang terlihat tidak senang dan sangat tertekan. Lama lama mas hajun juga terlihat sangat membenci ibu tirinya, hal itu semakin jelas terlihat sekali dia enggan untuk bertemu dengan ibunya ketika ada pertemuan keluarga.
"kenapa kamu diam saja sayang ? katakanlah sesuatu, karena aku sangat merindukan suara mu itu !"
"dasar wanita gila ! jadi malam itu dia pasti sengaja bersekongkol dengan eunmyeong untuk mencelakai aku dan memfitnah aku seperti sekarang ini !"batinku lagi
"oh jangan jangan kamu masih syok ya ? karena melihat foto itu, kalau kamu masih belum percaya, tenang saja sayangku karena aku masih punya foto yang lainnya yang lebih seru untuk di lihat, dan kamu pasti akan sangat terkejut lalu setelah itu kamu pasti akan memilih aku untuk jadi .. " tut .. seketika aku langsung matikan telfonnya begitu saja.
__ADS_1