
Alur waktu dalam kehidupan itu pasti akan senantiasa selalu berubah ubah, tidak akan pernah konsisten dan tenang, kehidupan itu terkadang terasa teduh dan terkadang juga akan terasa panas dan membakar siapa saja yang melewatinya. Sejenak miranda memikirkan kata kata yang di dengarnya dari yusuf, ia tahu bener bahwa semua yang disebutkan yusuf itu sangat tepat dan juga sudah ia temukan dalam diri yusuf, namun ketika hatinya ditanya maka tidak ada jawaban apapun yang akan terucapkan, perasaan yang miranda ekspresikan pada yusuf belum jelas dan tak jelas apa maksudnya, bahkan jika itu cinta, apakah itu pantas di sebut cinta ? atau hanya sekedar rasa kasihan yang sebenarnya ia rasakan, semua itu hanya bisa dirasa semu.
"orang seperti apa yang kamu maksud itu mira ?"
"mungkin .. seseorang yang menginginkan kita dengan segenap hati ?"
"seseorang yang kamu maksud itu sudah kamu dapatkan mira !"
"ya ?!!"
"teng !! Aku bercanda kok !!" ujar yusuf sembari tersenyum manis pada miranda
"seseorang itu akan sulit untuk di jumpai, jika ada seseorang yang seperti itu di suatu tempat maka kau harus genggam tangannya, karena kekasih yang seperti dia mungkin tak akan ada lagi esok hari jika dia terlalu sering tersakiti !"
Entah mengapa untaian kalimat indah itu terus terngiang ngiag di kepala miranda, meskipun lelaki itu ada, pastilah yang jelas terasa tulus adalah lelaki yang sudah ada di hadapannya saat ini, namun bukannya memihak pada instingnya, entah mengapa hatinya justru masih saja berbelok dan lebih memilih lelaki yang pernah mengisi cintanya sampai penuh, ya .. Siapa lagi kalau bukan hajun lee, lelaki tampan, cerdas dan sekaligus cinta pertamanya yang selalu menjadi pujaan hati miranda sejak dulu hingga sekarang.
"apa ada sesuatu yang masih mengganjal di hati kamu miranda ?"
"ya ?!, oh tidak !"
"terus kenapa ? Kok kamu cuma diam saja ?"
"aku .. hanya sedang hmm .. memikirkan persiapan pernikahan kita !" ucap miranda mencoba menutup nutupi perasaannya dari yusuf, namun sepertinya yusuf sudah tahu betul apa yang sebenarnya sedang miranda pikirkan saat ini.
"oh gitu .. "
"emang, kalau boleh tahu .. kamu itu ingin pernikahan kita diselenggarakan seperti apa ?"
__ADS_1
"em .. itu .. sudahlah tidak usah dipikirkan !"
"loh kenapa ?"
"tak apa, lakukan saja yang sesederhana mungkin karena aku tidak mau terlihat begitu mencolok !"
"ya baiklah kalau itu mau kamu, yang terpenting aku akan segera menjadi suamimu nanti !" ujar yusuf, dan untuk sesaat yusuf segera bangkit dari tempat duduknya lalu bersimpuh di hadapan miranda sambil berkata ..
"aku janji .. Aku tidak akan pernah mengkhianati kata kata ku mira !" dan setelah mengatakannya dengan bersungguh sungguh iapun lantas mengelus kerudung miranda sambil menatap dengan tatapan mata yang tampak begitu dalam hingga terasa mudahnya merasuk ke dalam hati miranda, nampaknya yusuf tengah membuktikan secara langsung setelah dia menasihati miranda beberapa menit yang lalu.
meski saat ini yusuf sudah tahu dan paham betul dengan apa yang sedang ia pertahankan adalah tindakan yang agak egois dan terlalu memaksakan perasaan orang lain untuk ia miliki seutuhnya, namun Yusuf masih gigih dengan pendiriannya sendiri, ia ingin miranda mau untuk belajar mencintainya dan bertahap untuk terbiasa memanggil namanya dengan tulus.
Tatkala semua usaha yang ia bangun dengan kesungguhan hatinya telah ia dapatkan dan hampir sempurna tiba tiba saja hajun muncul dan menjadi batu sandungan bagi yusuf, namun yusuf tak ingin menunjukkan amarahnya di depan miranda, ia akan membiarkan kondisi dan situasi yang akan bekerja untuk kelanjutan cerita cintanya dari tuhan.
Entah mengapa hatinya terasa berat saat melihat raut wajah miranda yang kembali bimbang seperti saat pertama ia mengenal wanita cantik itu dulu, mulutnya diam dan tak mau mengatakan sepatah katapun semua itu ia perhatikan semenjak miranda mendapatkan pesan email dari seseorang di masa lalunya, entah itu hanya dugaan awalnya saja kecurigaannya semakin bertambah semenjak hajun berkunjung ke rumah miranda beberapa bulan yang lalu. Jika yusuf mau dan ingin mengalah, mungkin dia akan mengatakan yang sejujurnya pada miranda bahwa dia ingin wanitanya bahagia walaupun harus merelakan dia bersama lelaki lain, namun ketika ia tersadar akan perjuangannya demi meraih hati wanita itu sampai ia rela bersusah payah, maka semua perjuangannya akan sangat sia sia jika dia melepaskan wanita yang di cintai dengan semudah itu hanya karena memikirkan perasaan sepihak tanpa memperdulikan hatinya sendiri, jadi tega atau tak tega dia harus menggenggam erat apa yang telah dia gapai dengan susah payah selama ini.
Tak terasa 5 hari menjelang hari pernikahan pun telah tiba, semua orang sedang sibuk mempersiapkan berbagai macam printilan printilan dari rangkaian persiapan untuk acara resepsi dan akad nikah, meski di sana miranda tak memiliki sanak saudara dan teman akrab, namun para tetangga terdekatnya sudah seperti keluarga bagi miranda, mereka sangat antusias dalam membantu persiapan pernikahan miranda, bahkan sebagian besar mereka melakukannya dengan suka rela dan tanpa paksaan atau perintah siapapun. Seolah olah mereka melakukanya seperti mengekspresikan kebahagiaan atas pernikahan itu.
sementara itu, di waktu sore terlihat yusuf dan sanak saudara beserta keluarga besarnya sedang menata undangan pernikahan yang akan dia bagikan ke warga, sedangkan miranda sendiri tak terlalu neko neko, dia lebih memilih untuk tidak menyebar undangan kepada siapapun bahkan kepada orang orang terdekatnya, ketika melihat yusuf tengah sibuk mendadak miranda ragu untuk mendekatinya, ia pun sedikit berhati hati mulai mendekati yusuf yang tengah sibuk.
"mas !"panggil miranda lirih, sontak saja yusuf langsung menoleh begitu miranda memanggilnya, lantas ia pun kemudian bangkit dan menghampiri miranda yang sudah berpakaian rapih sambil membawa satu tas ransel berukuran sedang.
"iya kenapa ?" saut yusuf sembari mendekat
"hari ini aku akan ke pergi ke jogja !"
"sepagi ini ?!"
__ADS_1
"iya mas !?"
"apa sebaiknya kamu tidak usah kesana saja mir ? Kamu kan udah enggak boleh pergi kemana mana, sekarang ini waktunya sudah dekat dengan pernikahan kita, saya takut kamu kenapa kenapa di jalan nanti !"
"enggak apa apa mas, lagian saya cuma sebentar kok nanti malam saya juga pasti sudah pulang ke rumah !"
"anu .. Mir .. Apa enggak kepagian, lebih baik nunggu agak siangan saja ya, sekarang masih pagi banget loh !"
"enggak bisa mas kalau di tunda nanti justru saya bisa terlambat pulangnya!"
"oh gitu ya .. Em .. Gimana kalau aku temani kamu kesana aja ?"
"enggak usah mas, aku cuma mau tilik kubur Simbah sebentar kok ! Lagipula juga udah lama banget aku enggak tilik makamnya simbah !"
"hmm .. beneran kamu mau sendiri !? Atau kamu mau di temani sama mbak ku saja !"
"beneran enggak usah mas, nanti jadinya malah ngerepotin mbak kamu mas !"
"eh enggak kok !!"
"aku titip arka ya mas sehari ini !"
"hmm .. Ya sudah kalau itu yang kamu mau, aku pasti akan jagain arka supaya enggak nyariin kamu dan enggak rewel !"
"iya mas sebisa kamu saja !" ucap miranda sembari tertawa kecil
"hati hati ya sayang !" ujar Yusuf sambil membelai lembut pipi kiri miranda
__ADS_1