Love In Silent

Love In Silent
Jamu gendong


__ADS_3

Akhirnya sambil menunggu ojek yang aku pesan aku pun mengobrol dengan si ibu pedagang tersebut.


"mesakke temen sampeyan nduk, wes urip nang negorone wong lio terus keadaane susah koyo ngene !"


*kasihan sekali kamu nak, sudah hidup di negara orang di tambah keadaanmu yang susah seperti ini !


"eh .. enggak apa apa bu, justru saya jadi lebih banyak pengalaman hidup berkat nasib saya yang seperti ini !" ucapku menyangkalnya sambil tersenyum


dan tak lama kemudian ojek online yang aku order pun datang juga


"atas nama ibu miranda ?"


"iya saya yang pesan mas !"


"eh .. yusuf !"kata si ibu mendadak menyapa lelaki itu, seketika akupun terkejut dan memandang mereka berdua saling bergantian


"ibu kenal sama mas ini ?"


"he yo genah kenal to nok wong mas yusuf iku tonggoku loh !"ujarnya


*iya saya kenal jelas nak, dia kan tetangga saya !


"oh gitu !" saut aku hanya sekedar cukup tahu


"mari mbak ! ini helmnya tolong dipakai dulu !"ucap si mas mas tadi


"oh iya mas !, mari bu !"


"iya !"


di sepanjang perjalanan sampai ke rumahku, aku hanya diam dan benar benar tidak bicara apapun


"sudah sampai mbak, ini benar rumah mbaknya !"


"eh bukan mas, rumah saya yang sebelahnya lagi !"


"oh gitu, maaf ya mbak !"


"iya enggak apa apa mas, ini mas ongkosnya !"


"iya, terima kasih mbak !"


"iya sama sama !"


keesokan harinya seperti biasa aku melakukan aktifitas rutinku berjualan di pasar, dan ketika aku hendak pulang ojek online mas Yusuf sedang menunggu aku di pintu masuk pasar sambil melihat ke arah ku yang baru saja keluar dan berjalan ke arahnya, awalnya aku pikir dia sedang menunggu pelanggannya, namun ternyata tanpa aku duga sebetulnya dia justru sedang menunggu aku keluar dari dalam pasar.


"mbak !" seketika saja dia langsung memanggilku, begitu aku pura pura tidak mengenalinya


"ya ?"


"mau pulang kan ?"

__ADS_1


"iya !"


"ayo mbak saya antar saja !"


"eh tapi mas saya bisa .. "


"ini mbak pakai helmnya !" ucapnya sambil memberiku sebuah helm penumpang


"mas tapi tadi saya belum pesan ojek !"


"iya saya tahu kok mbak !" ucapnya seraya membawa bakul jamu yang aku bawa dan menaruhnya di sisi bagian depan motor bebeknya.


"ya sudahlah aku naik saja, apa boleh buat dari, pada aku harus pesan ojek yang lain !" gumamku lirih


setelah hari itu, hari hari berikutnya pun sama, dia selalu ada di depan pintu keluar dan standby menunggu ketika aku keluar dari dalam pasar, hingga akhirnya akupun mulai penasaran dengan perilakunya itu dan berusaha menanyakan apa maksud lain dari sikap yang sedang ia tunjukkan kepadaku saat ini.


"mbak !" teriaknya sambil melambaikan kedua tangannya


"aisss.. kenapa dia melambai seperti itu, bikin malu saja, orang lain kan jadi liatin aku semua !"sepertinya wajahku sudah memerah karena menahan malu


"mbak itu suaminya ya ?!" ujar seorang wanita yang ada di sampingku


"ha ?!! apa !, bu ..bukan mbak itu adik saya kok !"


"oh saya kira suaminya !"


"ahahaha bukan !"


"i iya itu saya yang nyuruh mbak !"


"oh gitu toh !"


"iya ahaha !"ucapku sambil senyum masam


"adiknya penurut ya mbak !"


"ya ?.. ah iya adik saya memang sangat penurut dengan kakaknya .. dengan ibunya juga nurut kok !, omong omong tadi mbak bilang sampai memperhatikan saya dan adik saya setiap hari ya ?"


"oh iya !"


"memangnya mbak nggak sibuk, sedang jualan juga kan disini ?, apalagi mbak kan jualan telur puyuh, pastinya sibuk mengupas telur kan kalau ada yang beli !"


"oh sesibuk sibuknya saya masih bisa liat sana sini kok mbak !"


"oh gitu ya !, mbaknya udah punya suami ?"


"sudahlah !"


"suaminya kerja ?"


"iya kerja !"

__ADS_1


"kerja dimana ?"


"kerja di pasar juga, bareng saya !"


"serius mbak ?"


"iya .. nah itu suami saya, dia tukang jaga tempat parkir motor !"


"oh itu .. kalau begitu jangan sering sering lihat sana sini ya mbak, takutnya nanti suami mbak cemburu atau bisa jadi salah paham !" ucapku agak menyindir, seketika raut wajahnya berubah dan dia langsung terdiam begitu aku menyindirnya


"kalau begitu saya pamit pulang dulu ya mbak, semoga dagangannya selalu ramai !" ucapku sembari tersenyum, kemudian aku pun berjalan mendekati si bocah laki laki yang menurut orang bernama yusuf itu dan segera pulang ke rumah di antar olehnya.


sesampainya di rumah aku langsung turun dan membayar ongkosnya.


"ini mas ongkosnnya !"ucapku seraya menyodorkan uang selembaran 20 ribu kepadanya


"enggak usah mbak !" ucapnya sambil menolak uang pemberianku, dan seketika aku pun langsung mengernyitkan kedua alisku karena kesal.


"maksudnya apa ya mas ?"


"saya memang sengaja ingin memberikan mbak tumpangan gratis kok !"


"di dunia ini enggak ada yang gratis mas !"


"ada kok mbak !" seketika dia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dari mulut


"ini gratiskan mbak !"


"hah .. maksud saya bensin motor yang kamu pakai kan pakai uang belinya !"


"iya sih mbak, tapi enggak apa apa kok mbak, kebetulan motor saya irit bensin !"


"terserah kau saja, ini ambil uangnya !" akupun langsung memasukkan uang tersebut ke dalam saku jaketnya secara paksa


"dan lagi .. besok jangan datang dan menunggu aku keluar dari pasar !, karena saya sudah tidak akan jualan jamu lagi sekarang !"


"loh kenapa mbak ?" tanpa ragu dia bertanya kepadaku dengan wajahnya yang tidak merasa bersalah sama sekali, melihat reaksinya yang seperti itu aku hanya melemparkan senyum pakem kepadanya.


"apa gara gara saya !?"


"kalau kamu sudah tahu kenapa masih disini juga !?"


"ya sudah, terima kasih ya mbak ongkosnya, saya mau langsung pamit, assalamualaikum !"


"walaikumsalam !"


***


keesokan harinya aku memutuskan untuk libur jualan jamu dahulu untuk meyakinkan ucapanku waktu kemarin bahwa aku benar benar tidak akan jualan jamu lagi, mungkin aku akan mengambil waktu libur sekitar 3 hari saja ke depan, karena kalau aku libur sampai satu minggu bisa bisa para pelangganku beralih ke penjual yang lain.


tengah hari saat matahari sedang bersinar terik teriknya aku mendengar suara ramai orang berbincang bincang di dekat rumahku, bahkan suara itu terdengar seperti orang yang sedang memanggil manggil aku, lalu ketika aku membuka pintu depan rumahku ternyata hanya ada si ibu pemilik kos yang sedang mengobrol dengan orang lain. awalnya aku belum sadar dia mengobrol dengan siapa namun saat aku perhatikan dengan seksama postur tubuhnya agak mirip dengan si tukang ojek yusuf. dan saat aku sedang mengamatinya seketika pemuda itu menatapku dan langsung tersenyum.

__ADS_1


"mbak miranda !" ucapnya sambil tersenyum, seketika si ibu pemilik kos depan rumahku juga ikut memandangku.


__ADS_2