
Ayana menganggukan kepalanya, setelah semua yang Sky alami, pemuda masih memikirkan kehormatan mereka semua. Mereka masuk ke dalam mansion meninggalkan Lucia di sana.
Keadaan Nicholas Violet tidak kunjung membaik membuat Harry dan Sky cemas, tetapi diantara seluruh keluarga Violet hanya Star yang jauh merasa cemas dan khawatir.
Star begitu menyayangi kakeknya itu, dia yang kurang kasih sayang dari sang ayah menjadikan Nicholas sebagai panutan.
Sedangkan Sky sendiri masih merasa asing dengan keluarganya, itu karena sikap mereka semua yang memandang rendah pemuda itu, hanya Nicholas yang peduli padanya.
Pada akhirnya Nicholas Violet tidak bisa bertahan, prodigy utama keluarga itu menghembuskan napasnya yang terakhir, Star terlihat begitu terpukul dengan kematian sang kakek yang sangat disayanginya.
Langit berduka serta mendung menyertai kepergian pria tua itu. Hujan turun saat prosesi pemakaman. Sama dengan suasana hati para anggota keluarga terdekat.
Sky melihat sang kakak yang tidak hentinya menangis. Air mata Star menganak sungai tak terbendung. Mungkin benar selama ini kakaknya itu cemburu pada kasih sayang sang kakek pada dirinya.
...
Ayana hanya berusaha menguatkan Sky. Sama seperti Star pemuda itu juga bersedih karena kepergian sang kakek.
Berkat Nicholas dia bisa berada di posisinya saat ini, hidup mapan serta dipertemukan dengan Ayana yang melengkapi hidupnya. Pria itu juga menjadi orang yang paling Sky hormati setelah Julia dan Elena.
Beberapa hari berlalu setelah duka menyelimuti kediaman keluarga Violet. Pengacara pribadi mendiang sang kakek memanggil dan mengumpulkan semua anggota keluarga.
Hari ini adalah pembacaan wasiat dari Nicholas, seluruh anggota keluarga telah hadir termasuk Sky dan Ayana.
Terlihat kecemasan di wajah ibu Star--Rieta, apa yang dipikirkan wanita itu? Sedangkan Star masih terlihat berduka, bagaimana tidak? Baru satu minggu Nicholas meninggalkan dunia, tetapi kenapa surat wasiat segera dibacakan padahal masih suasana berkabung? Apa semua orang sudah tidak sabar untuk mendapat pembagian harta.
Ayana menggandeng tangan Sky sesekali gadis itu mengelusnya, Sky tahu istrinya itu sedang memberi penyemangat dan dukungan untuk dirinya.
"Tenanglah, semua akan baik-baik saja, kakekmu akan membuat keputusan yang terbaik." Sky menganggukan kepala saat mendengar perkataan dari Ayana.
__ADS_1
"Aku beruntung memilikimu sebagai istriku, kau sangat pengertian dan juga dewasa, aku berterima kasih karena Tuhan mempertemukan kita, aku tidak menyesal masuk ke dalam keluarga Violet."
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau tidak ada, sebelum bertemu denganmu aku berpikir mati pun aku tak peduli." Gerakan tangan Sky terhenti, Ayana menghentikan dan menggenggam tangan suaminya itu.
"Hey, jangan bicara tentang kematian, berpikirlah tentang kebahagiaan." Sky memeluk Ayana erat, baginya keberadaan gadis itu lebih berharga dari harta apapun.
Pengacara dari Nicholas sudah tiba, seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga yang cukup luas, sang pengacara memulai membacakan surat wasiat yang di awali kata pembuka darinya.
Hal yang mengejutkan terjadi lima puluh persen harta kekayaan Nicholas diberikan pada Star sepenuhnya, tiga puluh lima persen untuk anggota keluarga lainya dan lima belas persen lagi disumbangkan ke badan amal.
'Aku Nicholas Violet dengan sadar dan tanpa paksaan memberikan setengah dari hartaku untuk cucu kesayanganku Star Violet, tiga puluh lima persen untuk anggota keluarga lainnya dan lima belas persen kusumbangkan untuk badan amal dan panti asuhan.'
'Sedangkan untuk cucuku Sky Violet, aku tidak perlu memberikan apa-apa lagi untuknya, dia sudah memiliki semua, dia jenius dan tidak membutuhkan apapun dariku, dia hanya membutuhkan kasih sayang.'
'Aku tahu Sky memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga dari harta, dia memilki istri yang sangat dia cintai, maka dari itu aku dan Harry melamar Ayana untuknya.'
'Untuk Ayana. Jaga dan cintailah cucuku dengan segenap jiwamu, kau adalah cucu menantu kesayanganku, kalian berdua harus saling menghargai satu sama lain.'
'Hanya itu yang kuharapkan dari kalian semua.'
Setelah wasiat itu selesai dibacakan Ayana dan Sky tersenyum lega, gadis itu mengeratkan genggaman tangannya di tangan besar sang suami.
"Kakek Nicholas aku berjanji akan menjaga cucumu ini dan mencintainya dengan segenap jiwaku," ucap Ayana dengan menatap mesra pada suaminya.
"Terima kasih." Sky mencium kening Ayana, entah bagaimana dia mengungkapkan rasa bahagianya itu.
...
Hari ini pasangan yang sedang berbahagia kembali masuk ke sekolah, mereka bergandengan tangan dan menimbulkan banyak pertanyaan di setiap kepala para siswa lainnya, karena yang mereka tahu Sky adalah kekasih Flora, tapi sekarang mereka melihat keanehan yang membuat penasaran.
__ADS_1
Sky dan Ayana hanya saling menatap dan melempar senyum, sedangkan Flora memberengut. Gadis itu mengerucutkan bibirnya.
"Kalian membuatku dikasihani banyak orang, lihat mereka menatap iba padaku," ucap Flora, "ahh, Ayana kau merebut kekasihku!" Flora berpura-pura sedih.
"Hmm ... maaf temanku, Sayang. Pemuda ini adalah milikku, aku tidak peduli kalau mereka menatap benci padaku." Ayana, Flora, Aino dan Ling tertawa.
"Tenang Flora Sayang. Rocky mu ini hanya milikmu seorang, kalau mau akan kuumumkan di hadapan semuanya kalau aku adalah kekasihmu," sela Rocky yang tiba-tiba datang dan mengecup pipi Flora, pipi gadis merona karena perbuatan kekasihnya dan semua orang semakin meperlihatkan tanda tanya di kepala mereka.
Tanpa disadari raut wajah terluka diperlihatkan seseorang, mata jade-nya berkilat amarah melihat kemesraan Ayana dan Sky.
Jam istirahat mereka berkumpul kembali di kantin, tangan Rocky selalu merangkul pundak Flora, sedangkan Ayana duduk berdampingan bersama Sky.
"Hey. kau kan sudah menikah apa kau dan Sky sudah melakukan ... 'itu'?" tanya Aino. Ayana mengernyit karena tidak mengerti, sedangkan Sky hanya memalingkan wajah, tidak perlu berpikir keras dengan apa yang ditanyakan Aino.
"Melakukan apa?" tanya Ayana polos.
"Kau tidak tahu atau pura-pura itu tidak tahu?" jawab Aino.
"Bercinta," ucap Rocky tanpa beban, Ayana tersedak makananya, gadis itu tiba-tiba salah tingkah, dia melirik ke arah Sky dengan malu-malu.
"I-itu, aku dan S-Sky ...." Ayana sangat gugup.
"Sudah jangan dijawab! Aino kenapa kau bertanya seperti itu? Pertanyaan seperti itu sangat pribadi, apalagi di tempat umum seperti ini." Ling mencoba mengingatkan Aino, si gadis barbie hanya memberengut.
"Baiklah tapi nanti kau beritahu, ya!" tambah Aino, Ayana hanya tertawa miring, bagaimana mereka bisa melakukan itu tidur saja berbeda kamar.
Sungguh pertanyaan Aino benar-benar membuat Ayana merasa malu. Tidak pernah sedikitpun dia memikirkan hal itu. Dia dan Sky masih terlalu muda untuk melakukannya.
Walaupun tidak bisa dipungkiri ada keinginan lebih saat dia berpelukan atau berciuman dengan Sky. Terlebih wajah Sky yang rupawan selalu membuatnya merasa gemas.
__ADS_1
To be continue
See you next chapter ...