
beberapa jam kemudian miranda kembali tersadar lalu seketika dia terperanjat dari tempat tidur dan berlari keluar kamar.
"dongjun !"
"mira ? bagaimana bisa kamu langsung kamu .. "
"aku minta tolong sama kamu !"
"minta tolong apa ?"
"ikut denganku !"
"tunggu kita akan kemana ?"
"ke rumahku sekarang !"namun seketika Dongjun langsung menstop langkahnya
"kenapa ?"
"mau apa kamu mengajakku ke rumah suamimu ?!"
"bantu aku sekali ini saja dongjun, aku, sudah tidak kuat dan sangat, muak tinggal di rumah itu !"
"kamu menginginkan apa dariku miranda ?!"
"aku hanya ingin kamu mengantarku kesana dan setelah itu temani aku mencari rumah untuk aku tinggali sementara waktu ?!"
"kamu ingin kabur !?"
"bukan kabur, tapi lebih tepatnya aku akan pergi untuk selamnya !?" sesaat dongjun menghela nafas panjang sambil menatap wajah miranda dengan wajah serius.
"baiklah .. untuk kali ini saja !"
"benarkah ?!!"
"iyaaa !"
"terima kasih dongjun !" ucap miranda spontan langsung memeluk dongjun saat itu, walau hanya sesaat pelukan itu mampu membuatnya bergetar dan berdebar.
"baiklah ayo sekarang kita ke rumah kamu, eh maksudnya ke rumah suami kamu !"ucap dongjun salah tingkah. sesampainya di rumah hajun miranda langsung masuk dengan tanpa ragu, entah bagaimana dan dari mana dia mendapatkan keberaniannya itu lagi.
"kamu baru pulang !?" tanya hajun yang saat itu tengah duduk bersantai di depan televisi
"ya !" saut miranda begitu cuek, lalu sesaat kemudian sesudah miranda masuk dongjun juga ikut masuk mengikuti miranda sampai ke dalam kamarnya, dengan raut wajah polos tanpa ada rasa bersalah sedikitpun dia menyelonong masuk begitu saja.
"eh, kamu mau apa ikut ikutan masuk !" cegah hajun
"saya ?"
"iya kamu ! mau apa kamu ?"
"kebetulan hati ini saya sedang ada urusan dengan nyonya miranda, jadi anda sebagai suaminya tapi seperti bukan suaminya lagi, tolong ya jangan ganggu urusan kami berdua, permisi !"ucap dongjun sambil menutup pintu kamar miranda di hadapan hajun.
"sial ! berani sekali dia, siapa sebenarnya orang itu !" gumam hajun sangat kesal.
sementara itu kondisi di dalam kamar dongjun merubah ekspresi wajahnya dalam sekejap setelah ia menutup pintu dengan lantang di depan bosnya sendiri.
"mira !" panggil dongjun sedikit ketakutan
"apa !?"
"kira kira suamimu tahu apa tidak ya !"
"tahu apa !"
__ADS_1
"kalau aku ini masih bekerja di .. "
"mie Daehyun !"saut miranda
" ssstttt ... jangan keras keras, kecilkan suaramu !" bisik dongjun dengan wajah panik, seketika miranda tertawa karena melihat wajah dongjun yang sedikit agak konyol.
"ssttt ... jangan ketawa !!!" ucapnya sambil menutup mulut ?miranda dengan tangannya.
"kamu takut ketahuan ya !" ledek miranda
"ya iyalah ! pokoknya kalau aku sampai di pecat dari perusahaan itu, kamu harus tanggung jawab ya !" bukannya tutut prihatin dengan kondisi dongjun yang sedikit terancam di pecat karenanya, Miranda justru terkekeh melihat reaksi dongjun.
"mir .. itu surat apa ?!"
"ini ?"
"iya !"
"ini dokumen pengajuan perceraian !"
"perceraian !!"teriak dongjun
"ssttttt ...!!!"
"perceraian !?" ulang dongjun dengan nada berbisik
"iya !!" bisik miranda
"kamu benar benar sudah merencanakan itu mira ?!"
"iya, aku sudah membuat dokumen ini sejak dua minggu yang lalu !"
"aku tahu, mungkin ini yang memang terbaik untuk kamu !"
"sepertinya kurang cocok di telingaku !"
"maksudnya ?"
"terdengar kurang enak ditelinga, bagaimana kalau dengan sebutan teman yang paling kamu sayangi !"
"ih norak !"
"sekali kali lah bikin aku seneng mir !"
"iya deh, kamu itu temen yang paling aku sayangi !"ucap miranda sambil tersenyum, lalu seketika dongjun mengecup pipi miranda secara tiba tiba.
"terima kasih !" ucapnya sambil tersenyum manis, seketika wajah miranda memerah dan dia langsung memegang sebelah pipi yang baru saja di kecup oleh dongjun !"
"apa yang baru saja kamu lakukan !"
"mengecup pipi kamu !"
"apa begini caramu berteman denganku !!" ucap miranda malu
"iya itu hanya sebagai hadiah untukmu dari teman tersayang mu ini !"
"ah .. bisa bisanya kamu mengambil sebelah pipiku !"
"kamu tidak terima, kalau begitu aku kan ambil yang satunya lagi !" saat itu juga dongjun kembali mengecup pipi miranda yang sebelahnya lagi.
"dongjun !!!" teriak miranda kesal
sementara itu di luar kamar, terlihat hajun beberapa kali mengernyitkan kedua alisnya sambil mengigit kuku di jari telunjuknya, wajahnya saat ini benar benar terlihat gelisah karena obrolan mereka terdengar agak jelas dari luar kamar.
__ADS_1
"sedang apa mereka, kenapa miranda sampai tertawa begitu !" ucap hajun mulai cemas
"sayang kamu ngapain disini !" panggil min sera
"aku sedang menonton tv !" ucap hajun tidak sadar
"menonton tv ?" saut min sera keheranan
"iya !"
"kamu punya hobi baru ya ?!"
"hobi baru ?"ucap hajun sambil menatap tajam ke arah pintu kamar miranda
"iya, hobi baru yang aneh !"
"maksudnya ?"
"sejak kapan kamu mulai memiliki hobi menonton tv yang mati !" seketika hajun menatap ke arah tv, dan benar saja tvnya masih belum menyala.
"oh iya .. itu aku, ternyata lupa belum menyalakannya !"ucap hajun sedikit gelagapan
"dasar, ada ada saja kamu ini !"
sesaat kemudian miranda kembali keluar dari dalam kamar bersama dengan dongjun, pemandangan itu sedikit membuat min sera terperangah dan juga sangat senang melihatnya, namun berbeda dengan hajun yang terlihat gugup saat melihat Miranda keluar sambil membawa tas koper besar miliknya.
"ini .. silahkan kamu setujui dan bubuhkan tanda tangan kamu di atasnya !" ucap miranda seraya menyerahkan dokumen perceraiannya dengan hajun
"apa ini ?!"
"surat perceraian !"jawab Miranda dengan tegas, seketika hajun dan sera terbelalak melihat tindakan miranda yang tak terduga
"aku tidak akan membubuhkan tanda tanganku di dalam surat ini !"
"oh begitu !, baik tidak apa ! lakukan semau kamu, silahkan !" saat itu hajun terlihat bingung dengan perubahan sikap miranda
"tapi .."
"tapi apa !!" bentak min sera
"diam kamu wanita ****** !" bentak miranda jauh lebih keras
"lebih baik kamu diam, karena ini adalah urusanku dengan suamiku, jadi .. sebagai wanita simpanan kamu harus diam !"
"apa yang kamu mau sebagai imbalannya ?"
"aku ingin meminta janjimu dulu dengan kakek sebelum beliau meninggal !"
"apa !!! tidak bisa !"
"kenapa ? kamu takut miskin ? iya ?!"
"tutup mulut mu miranda !"
"aku hanya memberi sedikit tawaran padamu, tapi ternyata reaksimu itu jauh diluar dugaan ya ?!"
"aku bisa mengabulkan permintaanmu yang lain asalkan jangan yang itu, aku akan berikan setengah dari kekayaan ku asalkan kamu jangan menagih janji kakekku lagi !"
janji adalah sebuah janji yang tidak bisa diingkari dengan mudah, namun dengan entengnya hajun mengingkari janji yang pernah dia buat sendiri di depan kakeknya dulu, meski miranda terlihat menginginkan janji itu, namun sebetulnya semua ini adalah sebuah trik yang sedang ia mainkan untuk mendapatkan tujuan akhirnya.
"tidak akan !" ucap miranda dengan tegas
"miranda !!" teriak hajun mulai kesal dan ingin mendaratkan tangannya ke pipi miranda.
__ADS_1