Love In Silent

Love In Silent
mengakhiri


__ADS_3

Suasana kembali membaik ketika hajun sudah bisa menenangkan dirinya dan mulai mendengarkan sebuahh kisah yang dongjun ceritakan saat itu.


"Apa kamu masih ingat dengan satu malam saat kamu tengah melakukan perjalanan bisnis ?!"


"Aku ingat, tapi saat masih dengan merianda aku sering melakukan bisnis ke luar negeri !"


"Coba kau ingat lagi !"


"Ada satu waktu dan aku masih sedikit ingat .. Sebelum aku melakukan Perjalanan bisnis yang memakan waktu hingga berminggu minggu lamanya ada sebuah kejadian yang terasa cukup mencurigakan aku rasa !"


"Apa itu ?"


"Satu hari sebelum aku pergi ibuku terus menelfonku dan bertanya berapa lama aku akan pergi !"


"Benar sekali .. Karena itu sudah mereka rencanakan sebelumnya dan malam itu menjadi penyebab sebuah kehancuran rumah tanggamu hajun !"


"Apa maksudmu ?"


"malam itu tanpa sepengetahuan mu miranda pergi diajak makan malam bersama adik ipar berserta min sera dan tak lupa ibumu yang juga turut hadir di perjamuan malam itu di sebuah hotel !"


"Mereka makan bersama ?"


"Tidak, miranda hanya makan bersama adikmu dan juga min sera !"


"Lalu dimana ibuku saat itu ?"


"Ibumu bersembunyi dan mengawasi semuanya dari belakang sembari memastikan bahwa rencana yang sedang mereka buat akan berjalan dengan lancar !"


"Lalu apa yang terjadi ?"


"Malam itu miranda di jebak yang di dalam minumannya terdapat sebuah obat tidur, padahal saat itu miranda tengah hamil muda dan cukup beresiko sekali untuk mengalami permasalahan dengan kehamilannya !"


"Apa katamu ?!! Saat itu miranda sudah hamil ?" Ucap hajun sangat syok mendengarnya


"Iya, dan yang lebih kejamnya lagi ibu dan adik iparmu sudah tahu kalau saat itu miranda tengah hamil muda !"

__ADS_1


"Sial !! Kenapa aku begitu bodoh saat itu !!"


"ketika miranda mulai merasa mengantuk ibumu langsung memanggil M. R untuk siap menghadang miranda yang saat itu sedang berjalan keluar dari restoran, tak lupa diapun juga sudah memesankan satu kamar khusus untuk miranda dengan lelaki itu !"


"Lalu ?!"


"Saat lelaki itu datang dan mulai menghampiri miranda dia sudah punya niat buruk pada miranda, namun saat ibumu mengatakan kalau miranda sedang hamil, tiba tiba saja dia berubah pikiran dan engan untuk melakukannya sesuai dengan rencana ibumu !"


"Setelah itu apa yang terjadi ?"


"Lelaki itu memanipulatif pekerjaannya, dia hanya mencopot bajunya sendiri dan menutup tubuh miranda dengan selimut sampai yang terlihat hanya wajahnya dan kemudian dia tidur di samping miranda sambil berpose sedang tidur dengan miranda !" Jelas dongjun, dan saat mendengar itu hajun terlihat menarik nafas lega


"Kau tahu .. Hanya karena foto itu miranda difitnah telah tidur dengan laki laki asing di sebuah hotel. Namun sebenarnya lelaki itu tidak benar benar tidur dengan miranda !"


"Bagaimana kau bisa tahu semua kejadian itu secara detail !?" Tanya hajun terheran heran


"Aku mendapatkan semua informasi ini dari lelaki itu !"


"Lelaki yang kau sebut M. R itu ?"


"Apa !!" Sontak hajun langsung terkejut


Sepulangnya dari tempat itu hajun langsung menghubungi sekertaris kang untuk segera mencarikan seorang pengacara guna mengurus perceraiannya


"Halo !"


"Ya halo !"


"Dengan tuan hajun lee ?"


"Ya !"


"Saya sudah mengurus surat perceraian anda dan sekarang anda hanya perlu membubuhkan tanda tangan anda dan istri anda !"


"Baik suruh sekertaris kang untuk datang ke kantor anda dan mengambilnya !"

__ADS_1


"Baik !"


Tidak butuh lama bagi hajun untuk mengatur segala urusannya, di hari itu juga hajun segera pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya dan langsung mendatangi min sera yang saat itu tengah duduk bersantai di depan televisi.


"Kamu sudah pulang sayang !" Ucap min sera sambil berjalan mendekati hajun, tapi sayangnya hajun sengaja mengacuhkan dan tak menghiraukannya min sera sedikitpun, dia tetap berjalan ke kamarnya meskipun dia tahu kalau sera masih membuntuti di belakangnya.


"Sayang " Panggil sera dengan lembut berusaha merayunya, namun hajun tidak menyahutinya seolah dia tak mendengar apapun


"Sayang !!" Panggilnya lagi dengan nada yang sedikit agak keras, tapi reaksi hajun masih tetap sama


"Sayang kamu kenapa sih ?!!"


"Lepas " Seketika tangan sera langsung di tepis oleh hajun, sontak saja perlakuan itu membuatnya panik dan bingung


"Kamu kenapa sayang ? Kamu marah sama aku ?" Lagi lagi hajun diam dan enggan untuk menjawabnya


"Kamu pasti capek ya seharian ini kerja makanya kamu jadi sensitif sama aku ?!" lalu dengan percaya dirinya sera langsung melingkarkan tangannya di pinggang hajun yang saat itu sudah bertelanjang dada dan saat itu juga hajun langsung mendorong min sera agar menjauh dari dirinya, hajun sudah mulai jijik dengan perilaku min sera yang terlihat sok manis dihadapannya, padahal ada kebusukan di dalam dirinya yang itu membuat hajun merasa semakin benci dengannya. Malam itu hajun langsung menggugat cerai min sera, dia langsung menelfon pengacaranya berserta sekertaris kang untuk segera menindak lanjuti surat pengajuan perceraiannya, sementara itu min sera mulai terlihat panik dengan kondisi yang tiba tiba seperti itu, dia mulai melimpahkan kesalahannya pada ibu mertua serta adik iparnya.


"hajun ! Hajun ! Semua ini bukan salahku i..ini semua salah ibumu juga adikmu !"


"aku sudah tahu semuanya sera, untuk apa kamu melimpahkan kesalahanmu pada orang lain !"


"tidak ! Aku mohon hajun jangan ceraikan aku hajun ! Aku masih sangat mencintai kamu !" ucapnya seraya bersimpuh pada hajun


"sekertaris kang !"


"iya pak !"


"paksa wanita ini untuk segera menandatangani surat perceraiannya !"


"baik pak !"


"tidak ! tidak ! Hajun aku mohon, jangan lakukan ini padaku hajun !" ucapnya sambil meronta ronta ketika dua orang bodyguard menyeret tubuh min sera dan memaksanya untuk menandatangani surat tersebut.


setelah itu hajun menyeret min sera datang ke rumah mendiang ayahnya, di sana hajun menuntut kesalahan yang dilakukan oleh min sera kepada ibu tirinya serta adik tirinya yang dulu terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangganya dengan miranda, di depan pengacara dan sekertaris kang saat itu juga detik itu juga hajun mencabut hak waris untuk mereka bertiga, detik itu min sera resmi bercerai dengan hajun, dan dia akan kembali mendatangi gedung kejaksaan untuk bercerai dengan min sera secara resmi di pengadilan, setelah hajun pergi daei rumah itu mereka bertiga saling bertengkar dan saling menyalahkan satu sama lain, suara tangis mereka terdengar meraung raung malam itu, tanpa ada hajun mereka bukanlah siapa siapa, dia hanyalah seorang ibu sambung yang dipersunting oleh ayah hajun, anak yang dia bawa juga bukan dari hasil pernikahan bersama ayahnya, beruntung saat ayah menikah dengan wanita itu dia tidak menghasilkan keturunan, jadi hajun tidak perlu pusing untuk mencabut hak waris yang sekarang sudah sepenuhnya ada dalam kendalinya.

__ADS_1


__ADS_2