Love In Silent

Love In Silent
Rindu tak terobati


__ADS_3

Dua hari satu malam tak terasa begitu cepat berlalu, hari ini adalah hari terakhir dan sebelum waktu dzuhur miranda sudah harus segera berkemas meninggalkan hotel. beruntung miranda sudah menemukan rumah hunian yang cocok di hatinya.


"alhamdulilah udah siap, oke sekarang tinggal check out dari hotel terus bisa langsung pulang deh ke rumah !"ucap miranda bersemangat,


diwaktu yang bersamaan jack juga keluar dari kamar setelah beberapa saat yang lalu miranda baru saja keluar dari dalam kamarnya, jack masih harus mengikuti miranda sampai miranda benar benar sampai di rumah yang ia maksud. begitu miranda menghentikan taksi dan ketika dia hendak masuk ke dalam taksi, seketika jack langsung menyerobot masuk lebih dulu. saat itu miranda tidak bisa mengenali jack, karena dia menutupi full wajahnya dengan menggunakan masker, kacamata hitam serta topi.


"hei apa apaan ini ?!!" ucap miranda kesal


"permisi !!! hei mas ! hello !!!"


"what !"


"oh .. bule, pantesan dia nggak mudeng kalau aku bilang apa !"


"sorry can you come out? because I was the first to stop this taxi !"


*maaf bisakah anda keluar ? karena saya yang pertama kali menghentikan taksi ini


"I also want to take this taxi !"


*aku juga ingin naik taksi yang ini !" ucap jack cuek cuek saja


"argh .. bule ngeselin !!, pak ! pak supir !!"


"iya kenapa mbak ?"


"anda bisa tolong bantu saya ?"


"boleh !"


"tolong usir bule yang merebut tempat duduk saya ini pak !"


"aduh kalau itu saya enggak bisa mbak !"


"ayolah pak, nanti saya dobel deh ongkosnya !"


"enggak bisa mbak maaf ya !, bagaimana kalau saya hantarkan kalian berdua sekaligus mbak ?"


"ya udah deh pak, tolong suruh dia pindah ke depan dulu pak !"


"iya mbak !, Excuse me sir, would you mind moving to sit next to me?"ucap pak supir pada jack


*permisi, maukah anda pindah duduk di sebelah saya ?


"why should I move to the front ?, even though I'm already comfortable sitting here !" ujar jack protes


*kenapa saya harus pindah ke depan ?, padahal saya sudah nyaman duduk di sini !"


"because the back seat is for this woman !"


*karena tempat duduk belakang itu untuk wanita ini !

__ADS_1


"haahh ... okay !"


begitu jack keluar dari dalam mobil dan berpindah tempat duduk disamping supir, miranda langsung duduk dengan nyaman di kursi belakang.


"Where are you going ?"tanya pak supir pada jack


*anda mau kemana ?


"me ?"


"yes !"


"Just ask that woman !"bisik jack di telinga pak supir


*tanyakan pada wanita itu saja !"


"mbak tujuan anda mau kemana ?"


"laki laki itu dulu saja pak !" ucap miranda sibuk memandangi ponselnya


"anu .. mbak sepertinya, saya harus mengantarkan anda lebih dahulu !"


"ah baiklah, tolong hantarkan saya ke alamat ini ya pak !"ucap miranda sambil menunjukkan sebuah alamat di layar ponsel


"oh siap mbak !"


ketika masih dalam perjalanan mendadak ponsel miranda tiba tiba berdering, ada nomer tak dikenal menghubunginya.


"walaikumsalam, ini saya pak amsir !"


"oh pak amsir, ada apa ya pak ?!"


"begini mbak, saya mau membatalkan penjualan rumah saya yang kemarin !"


"loh kok bisa pak ?"


"anu mbak sepertinya saya berubah pikiran !"


"oh yasudah kalau begitu !"


"saya minta maaf ya mbak !"


"iya enggak apa apa kok pak !" dan seketika itu pak, amsir langsung menutup telfonnya.


"bisa bisanya dia membatalkan secara tiba tiba seperti ini, untung saja aku belum membayar uang mukanya !" gerutunya


"pak supir !"


"iya mbak ?"


"tolong hantarkan saya ke perumnas pondok indah ya pak, saya tidak jadi ke alamat yang sebelumnya !"

__ADS_1


"baik mbak !"


sesampainya di perumnas pondok indah, terlihat bangunan masih ada yang belum jadi dan ada pula yang sudah dihuni, sepertinya perumahan ini masih baru dan masih dalam proses pembangunan.


"tempat ini lumayan cocok !" gumam miranda


tempat itu masih sangat asri karena di kelilingi oleh sawah yang luas membentang dan sebagiannya lagi adalah kebun pohon mahoni. akhirnya miranda menjatuhkan pilihannya pada satu rumah yang terdapat di tepi sawah dan masih bisa menjangkau pemandangan kebun mahoni di bagian belakang rumahnya.


Begitu transaksi telah selesai miranda langsung melihat lihat seisi rumah yang berukuran lumayan kecil tersebut.


sementara itu jack masih terus memantau miranda dari kejauhan di dalam mobil taksi yang sama seperti saat tadi, meski sebenarnya pak supir penasaran bukan main pada jack, tapi sepertinya dia tak berani untuk bertanya pada jack secara terang terangan, yang hanya dia lakukan saat ini adalah sama sama mengamati apa yang sedang jack lakukan dengan miranda, saat ini rasanya sudah cukup penyelidikannya, kali ini jack sudah yakin kalau miranda benar benar sudah,sampai ke rumahnya dengan selamat.


Akhirnya jack meminta supir taksi tersebut untuk segera mengantarkannya ke bandara secepat mungkin.


Saat di perjalanan menuju bandara jack menyempatkan waktunya untuk menghubungi dongjun yang sedang ada di korea.


"halo !"


"ah hyeongnim, akhirnya kamu mengangkat teleponku juga ya sekarang !"ujar jack dalam bahasa korea


"mau apa lagi ?!"


"aku sudah menyelesaikan tugasku hari ini, dan sekarang aku sudah boleh pulang kan hyeong ?!"


"buktinya !"


"bukti ?"


"ya !"


"ah tenang saja aku akan kirimkan lewat pesan sekarang juga !"


"oke !"


begitu telfon di tutup beberapa pesan dari jack mulai berdatangan masuk ke ponsel dongjun, saat melihat beberapa foto yang dikirimkan oleh jack, dongjun langsung terdiam dan terpaku oleh wajah miranda yang terlihat semakin cantik dengan senyum yang belum pernah dongjun lihat sebelumnya, senyuman itu terlihat begitu tulus dan sangat alami, seketika dongjun merasa rindu dengan miranda, dalam hitungan detik saja miranda mampu membuat hatinya terpanah dan tak berdaya dengan perasaannya sendiri, satu persatu video dan foto ia lihat sambil tersenyum lega, lagi lagi hatinya tergores luka akan cinta yang tak terbalas dan tersiksa oleh rasa rindu yang tak mungkin bisa terobati.


"Akankah kita bisa bertemu lagi mira ?" gumam dongjun seraya menitikkan air matanya


tak terasa kita menghadapi takdir yang telah berlalu tanpa sebuah kesan di hati, rasanya seolah olah hanya aku yang terus menerus bermimpi tentang hidup bahagia bersama dengannya


dia menjauh hingga sekalipun belum sempat aku menyatakan cintanya lagi kepadanya.


"hah .. bagaimana ini ? bagaimana aku bisa sangat mencintaimu sampai seperti ini mira, kenapa kamu tidak pernah sekalipun melarangku untuk tidak menangisi kepergianmu !"


Kau bagai mimpi yang sirna ketika terbangun dan kau bagai salju yang mencair bila kusentuh, sedang aku bagaikan air tenang yang akan mudah terguncang bila kau sentuh walau hanya dengan satu jari manismu, aku ingin sekali mendatangimu lalu mendekap tubuhmu dengan erat dan tak ingin melepaskannya walau sekejap.


profil


name : jack Milton


age : 25

__ADS_1



__ADS_2