Love In Silent

Love In Silent
About You


__ADS_3

(Sebelum membaca ketahui saat adegan Sky berbicara itu pakai bahasa isyarat.)


Selamat Membaca!!!


Ayana menyiapkan makan malam, gadis itu terlihat semangat. Sesekali senandung terdengar walaupun samar, kakinya makin terasa sakit saat dia berjalan, tetapi hal itu tidak dia pedulikan, yang penting makanan yang dia masak cepat selesai.


Jam dinding menunjukkan pukul 18:00, setelah selesai memasak Ayana segera membersihkan diri, mengenakan gaun sederhana, dan sedikit memoles wajah dengan make up, cantik ... satu kata yang cocok untuk gadis itu.


Setelah setengah jam Sky belum juga muncul, dia takut makanannya akan segera dingin, tetapi tiba-tiba bel pintu berbunyi, dengan langkah cepat walaupun sakit Ayana segera membuka pintu, senyumannya mengembang saat melihat sosok tampan di hadapannya.


"Kau sudah pulang, Sky?" tanya Ayana dengan senyuman manis. Sky menatapnya dingin, kemudian masuk begitu saja.


Saat melewati dapur Sky melihat meja makan yang penuh dengan masakan membuat langkahnya terhenti.


Ayana tersenyum sambil menghampiri sang suami. "Aku memasak untukmu, apa kau mau makan sekarang?" tawar Ayana pada suaminya itu.


Sky duduk di kursi dengan meja makan yang penuh dengan hidangan dan Ayana segera mengambilkan makanan untuknya. Sepi, hanya ada suara piring dan sendok yang beradu, Ayana merasa tidak nyaman dengan kesepian karena mereka hanya diam.


"Mm ... bagaimana apa kau suka masakanku?" tanya Ayana yang dijawab anggukan oleh Sky.


"Kalau kau suka, aku akan memasak setiap hari untukmu." Sky menunjukan telapak tangannya, yang artinya 'cukup, tidak perlu' dan itu membuat Ayana mengernyitkan alisnya.


"Kau tidak perlu repot melakukanya," ucap Sky dengan gerak tanganya.


"Kenapa?" tanya Ayana kecewa.


"Ini untuk pertama dan terakhir kalinya aku makan masakanmu," jawab Sky.


"Sky ...." Nada suara Ayana terdengar sedih.


"Pernikahan kita hanya sementara, jadi tidak perlu bersandiwara lagi, tenang saja kau akan tetap mendapat bagianmu."


Ayana terdiam apa yang dikatakan Sky membuatnya tidak percaya bahwa Sky akan berkata seperti itu, demi Tuhan Ayana tidak pernah menginginkan uang ataupun harta pemuda itu.


"Anggap saja itu bayaran karena kau sudah berperan menjadi istri yang baik."


"Aku tahu kau tidak mencintaiku, aku juga demikian. Kau menikah denganku karena uang atau kalau tidak kau menikahiku karena merasa kasihan padaku."


"Asal kau tahu, aku tidak suka dikasihani, terutama oleh dirimu!" ucap Sky panjang lebar. Ayana terdiam ini adalah pertama kalinya mereka berkomunikasi, tetapi Sky memberikan kesan buruk.

__ADS_1


"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak menikahimu karena uang, dan aku tidak merasa kasihan padamu," kata Ayana, dia berusaha tegar dan tidak meneteskan air mata. "Aku berusaha menjadi istri yang baik untukmu, dan itu bukanlah sandiwara," tambahnya.


"Oh, ya? Kalau memang begitu, kenapa kau masih menjalin hubungan dengan pemuda lain saat aku tidak berada di dekatmu," jawab Sky tak mau kalah. "Saat berada di UKS, kau bersama Nara Purrot benar, 'kan?"


"Aku tidak- ...." Ayana mencoba menjawab


"Jawab saja ya atau tidak?" tanya Sky dengan gerak tangannya. Dia frustrasi semuanya terasa begitu sulit saat dia ingin berbicara.


"Ya ...." Ayana menjawab singkat pertanyaan suaminya. Pemuda itu terlihat marah.


"Cobalah kau pikir! Jika kau istri yang baik kau tidak akan mau berdua dengan lelaki yang bukan suamimu, di ruangan yang didalamnya hanya ada kalian berdua," marah Sky, dia bahkan mengusap kasar wajahnya. "Dan tidak ada yang tahu, apa yang kalian perbuat di sana," lanjutnya.


"Sky, aku memang bersamanya, dia hanya melihat keadaanku, tidak terjadi apapun diantara kami, kalau kau mau aku bisa bersumpah untuk itu," jelas Ayana. Dia berusaha menerangkan pada Sky saat dirinya bersama dengan Nara.


"Tidak perlu, kau bebas melakukan apapun yang kau mau." Sky masih terlihat frustrasi. "Lakukan apa yang kau inginkan dan aku juga akan demikian." Sky terus saja berkata dengan tangannya.


"Tadi siang aku menciumu, kau tahu kenapa, aku ingin memastikan sesuatu," ucap Sky, tatapannya terlihat dingin. "Dan ternyata tebakanku benar. Kau mudah sekali dirayu, kau punya kekasih dan dengan mudahnya menerima ciumanku, walaupun aku suamimu seharusnya kau menolak, dan setelah itu kau kembali pada kekasihmu."


"Kau tahu apa artinya?" Sky menghentikan gerakan tangannya.


"Cukup, Sky!! Aku mengerti, jika kau tak ingin bersamaku, katakan saja, tidak perlu mencari kesalahanku," ucap Ayana datar.


"Aku bukan gadis murahan yang bersikap rendah dengan melayani dua lelaki berbeda, itukah tanggapanmu tentangku?"


"Mulai sekarang, aku tidak akan mengganggumu lagi, dan satu lagi lupakan tentang ciumanmu, anggap hal itu tak pernah terjadi!!" Ayana melangkah pergi ke kamarnya. Sky terdiam, namun amarahnya semakin bergolak pada Ayana tanpa berpikir gadis itu juga terluka karena ucapannya.


Sebenarnya tadi siang Sky ingin menemui Ayana di UKS, setelah ciuman yang mereka lakukan, membuatnya yakin bahwa Ayana juga menginginkan dirinya.


Namun, saat akan ke sana tanpa sengaja dia melihat Nara yang berlari menuju ruang yang sama. Langkah Sky terhenti, dia mendengar suara Nara yang khawatir, sesekali terdengar suara Ayana yang tertawa, Sky mengepalkan tangan kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


...


Pagi ini Ayana menghubungi Harry Hanson yang berada di luar negri, dia ingin mengetahui tentang kehidupan Sky. Ayana memutuskan untuk bertanya pada Harry, tetapi pria itu hanya mengatakan sebagian saja, dia tidak merasa puas dengan jawaban Harry, maka dari itu Ayana memutuskan untuk pergi ke tempat di mana Sky pernah tinggal, Panti Asuhan Kota Arasen.


Saat masuk pintu gerbang panti asuhan rasa sejuk langsung menyentuh kulit Ayana, banyak pohon rindang di sana, taman kecil, arena bermain untuk anak-anak, dan ada juga lapangan, tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk anak-anak bermain bola, tempat itu begitu bersih dan nyaman.


Ayana mengetuk pintu yang bertuliskan 'Kepala Yayasan' beberapa kali, kemudian pintu itu terbuka, seorang wanita yang sudah dewasa keluar menyambutnya.


"Permisi, Nyonya! Saya Ayana, saya mempunyai janji dengan kepala yayasan panti asuhan ini, apa beliau ada di tempat?" tanya Ayana pada wanita yang masih cantik itu.

__ADS_1


Wanita itu tertawa ringan. "Aku kepala yayasan di sini, jadi apa anda yang menelpon tadi pagi?" tanya wanita itu.


"Ah, iya benar. Apa anda Nyonya Elena?" tanya Ayana kembali.


Wanita itu mengangguk. "Ya, itu saya. Mari silahkan masuk, Nona!" ajak Elena kemudian mereka duduk di sofa berwarna coklat, seorang gadis seumuran Ayana membawakan dua cangkir teh hangat, gadis berambut merah dan berkaca mata itu melirik Ayana dan tersenyum ramah.


"Jadi ada keperluan apa anda datang kemari, Nona Ayana?" Elena memulai percakapan setelah gadis pembawa teh itu pergi.


"Saya istri dari Sky, dulu dia tinggal di sini," ucap Ayana dengan ragu, dapat dia lihat Elena sedikit terkejut, tetapi tidak lama kemudian wanita itu tersenyum.


"Jadi anda istri Sky? Wah ... cantik sekali, Sky beruntung mendapatkan anda," puji Elena dan membuat pipi Ayana merona.


"Saya ingin bertanya tentang Sky. Apa anda bisa menceritakan kisah hidupnya selama dia tinggal di sini?" tanya Ayana, jujur saja dia sudah tidak sabar mendengar kisah hidup sang suami, itupun kalau Elena bersedia untuk menceritakanya.


"Hm ... saya mengerti, tetapi apa anda bisa dipercaya? Maaf maksud saya, banyak sekali yang tidak suka pada Sky, jadi- ...."


"Tolonglah!! Tuan Harry meminta saya untuk menjaganya. Sebagai istri justru saya tidak tahu apapun tentangnya." Ayana memohon pada Elena supaya wanita itu bersedia untuk menceritakan semuanya.


"Oh ... jadi anda melakukanya karena tugas dari Tuan Harry?"


"Eh?... tidak seperti itu."


"Lalu apa alasanya?" selidik Elena.


"Sa-saya sangat mencintainya, sungguh- ...." Ayana kebingungan dan tidak tahu harus berkata apalagi. Gadis itu menunduk dia merasa putus asa karena ragu bisa meyakinkan Elena.


"Baiklah, Sky sudah saya anggap seperti anak sendiri. Saya dan Nenek Julia juga tahu kalau dia mencintai isterinya, dan saya pikir bisa percaya pada anda," ucap Elena.


'Sky mencintaiku? Seandainya itu benar.'


"Tidak perlu terlalu formal, panggil aku ibu saja!" pinta Elena sambil menyentuh tangan Ayana.


"Terima kasih. Aku sangat menghargainya," ucap Ayana dengan senyuman.


"Nah, begitu. Tidak perlu terlalu kaku," tambah Elena.


Ayana bisa bernapas lega, mungkin setelah ini dia akan mendengar kisah yang panjang dari hidup Sky. Ayana hanya ingin tahu bagaimana Sky hidup selama ini. Sungguh dia sangat peduli pada pemuda itu. Semua karena rasa cinta yang dia miliki untuk sang suami.


To be continue

__ADS_1


See you next chapter ...


__ADS_2