
sesampainya di rumah sakit aku langsung memeriksakan kondisiku saat ini, aku sempat syok saat mendengar dokter yang tiba tiba memvonis kondisi kesehatanku yang semakin hari semakin memburuk serta mengancam kondisi kesehatan janinku.
"lebih baik anda mendapat perawatan secara langsung di rumah sakit ini untuk beberapa hari kedepan, agar kondisi anda lekas membaik ! ujar dokter itu, untuk beberapa saat aku terdiam sejenak lalu memikirkan biaya rumah sakit yang nampaknya akan sangat mahal, dan sepertinya aku tidak akan bisa membayarnya karena uang bulanan yang mas hajun berikan padaku sangatlah sedikit sedangkan uang tabunganku juga semakin hari telah menipis dikarenakan aku belum mendapatkan pekerjaan lagi setelah aku keluar dari perusahaan mie daehyun.
"apa tidak ada cara lain selain mendapatkan perawatan langsung dok ?"tanyaku agak ragu
"ada, tapi anda harus rajin datang ke rumah sakit ini untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan anda dan calon bayi anda secara rutin !"
"seberapa sering dok ?"
"sekitar tiga kali dalam satu bulan !"
"baiklah saya akan lakukan dengan cara yang ke dua saja !" ucapku mantap
"baik, saya akan atur jadwal mulai hari ini dan setiap anda akan kontrol ke sini !"
"iya dok !"
mungkin biayanya memang tidaklah jauh berbeda mahalnya dengan yang tadi, namun dengan selang waktu satu minggu aku bisa sedikit mengumpulkan uang dan mencari pekerjaan sambilan agar aku bisa menambal biaya kontrol tiap bulan. Sepulang dari rumah sakit aku berhenti di sebuah toko bunga, sudah sangat lama rasanya aku tidak pernah dibelikan buket bunga oleh suamiku semenjak kita menikah, awalnya aku ingin membeli bunga tulip putih karena aku sangat menyukai bunga itu, namun saat aku sedang melihat beberapa bunga di dalam toko tak sengaja aku bertemu dengan mas hajun yang juga sedang memilih rangkaian bunga dengan raut wajah yang nampak berseri seri. Ketika aku melihat senyuman yang tulus itu bukan lagi ia tunjukkan padaku, untuk sesaat hatiku tidak bisa berbohong dan terus menutup nutupi rasa sakit yang mendadak menjarah di hatiku lagi, dengan perasaan hancur aku pun keluar dari toko bunga itu tanpa membawa setangkai bunga apapun di tanganku.
"bunga apa yang ingin kamu beli ?!" tanya dongjun saat melihatku menangis di depan pintu toko, entah bagaimana bisa dia sudah ada dihadapan ku sekarang ini, seketika aku pun langsung mengusap air mata yang masih berlinangan di kedua mataku.
"kamu menangis ?"ucap dongjun langsung panik dan menatap wajahku yang bengkak karena sering menangis sepanjang hari.
"tidak, sepertinya mataku baru saja kemasukan sesuatu !"ucapku sambil menghapus air mataku.
"apa kau baik baik saja ?" ucapnya mengkhawatirkan aku
"iya aku baik baik saja !"ucapku sambil melemparkan senyuman kepadanya, di saat momen yang tidak tepat ini tanpa sadar mas hajun melihat kami berdua di luar toko, dan ternyata momen itu telah menarik perhatian darinya untuk mendekati kami berdua yang masih berdiri tepat di depan toko.
__ADS_1
"jadi ini laki laki yang waktu itu menghabiskan malam bersama kamu ?!" ucap mas hajun secara tiba tiba sambil menatap kami dengan rasa penuh dengan kebencian.
seketika raut wajah dongjun langsung berubah saat mendapat serangan kata dari mas hujan saat itu.
"apa maksud anda !?" saut dongjun agak kesal
"kau ini pura pura bodoh atau memang bodoh !"jawab mas hajun terasa agak menohok, mendadak aku merasakan suasana menjadi terasa sangat menegangkan, perasaan itu seperti ada sebuah perang dingin yang sedang terjadi diantara mereka berdua saat ini,kedua orang ini seolah sedang saling melemparkan tatapan baku hantam dengan tatapannya.
"jaga ucapan anda !" saut dongjun kesal
"stop ! cukup !"dalam sekejap mereka berdua diam dan hanya saling menatap.
"apa apaan kamu mas ? tiba tiba datang dan berkata yang tidak sopan seperti itu !"
"memangnya kenapa ? kamu tersinggung kalau aku bicara seperti itu !" ucapnya dengan tatapan tajamnya, seketika aku menghela nafas panjang dan berusaha untuk meredam emosiku.
"aku tahu anda marah pada saya, tapi tidak seharusnya anda menghakimi orang lain yang tidak ada urusannya sama sekali denganku !"
"aku tahu kalau anda sedang kesal pada saya, tapi orang ini tidak ada kaitannya dengan kejadian waktu itu !"
"berhentilah berbicara dengan lagak sopan santun seperti itu !"
"meskipun aku kesal dengan ucapan anda, tapi aku masih punya rasa peduli karena tidak ingin menyakiti perasaan anda !"
"sok suci kamu mira !, aku sudah tahu semuanya tentang kamu ! karena adalah wanita yang berhati busuk !"
"jaga ucapan anda !"bentak dongjun
"lihatlah ini buktinya ! dia bahkan tidak terima ketika aku menghinamu tepat di depan matanya !"seketika dongjun seperti hendak memukul wajah mas hajun karena terbakar emosi, lalu dengan cepat aku langsung menggenggam tangannya dengan kuat.
__ADS_1
"apa yang kamu tahu dari hubunganku dengan dia ?"ucapku mencoba mengikutinya
"aku tahu !"
"hanya itu ?, dengar baik baik aku dan dongjun hanya sebatas teman karib di kantor dulu, aku tidak pernah tidur dengannya !"
"aku kalau dia memang bukan lelaki itu, karena sudah melihat wajah lelaki itu dalam foto yang aku dapatkan dari min sera waktu itu !"
"lalu apa maumu ?!!"
"hanya saja aku cukup penasaran dengan simpananmu yang satu ini !" dalam sekejap kata kata itu telah menghancurkan hatiku menjadi, serpihan kecil, tega sekali dia mengatakan simpanan di depanku dan juga dongjun.
"cukup mas !" teriakku tak kuat mendengarnya lagi
"aku sudah cukup muak mendengar caci makian kamu sepanjang hari, lebih baik kita tidak usah bertemu dan jangan pernah mencari aku lagi walaupun aku sedang ada didalam rumah sekalipun !"seketika mereka berdua terdiam dan hanya menatapku saat aku pergi meninggalkan tempat itu.
"mira ..! tunggu sebentar !"teriak dongjun seraya mengejarku
"apa lagi ?!"
"kasih aku waktu sebentar saja miranda, aku ingin bicara denganmu !"ucapnya memohon
tatapan itu sedikit membuat hatiku terenyuh, namun saat ini aku sudah sangat malu karena perkataan mas hajun tadi.
"tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dongjun, untuk saat ini aku tidak ingin bicara dengan siapapun dulu !"
"tapi aku ingin bicara mira !, ini sesuatu yang bagiku sangat penting !" teriak dongjun cukup keras, lalu seketika langkah kakiku terhenti dengan sendirinya, seolah kata kata itulah yang membuatku ingin berhenti dan mendengarkannya.
"aku ingin bicara dengan kamu, apa aku salah ?"
__ADS_1
"apa yang mau kamu bicarakan !"
"banyak hal, tapi sebaiknya kita jangan bicarakan di sini, ayo ikut aku sebentar !"seketika tangan itu meraihku dengan erat, mengajakku ke suatu tempat untuk membicarakan perihal yang ingin ia sampaikan padaku.