Love In Silent

Love In Silent
Blessing


__ADS_3

Mark Woodard tengah merasa gelisah, pria itu pulang dan beristirahat setelah menunggu proses kelahiran cucu-cucunya, dia merasa prihatin pada bayi bungsu Ayana, bayi yang berada di dalam tabung kaca tersebut terlihat kecil dan lemah, tidak berdaya dan tidak berdosa.


'Ayah, aku ingin kau menerima bayiku! Tolong jangan pisahkan aku dengan Sky! Mereka adalah kebahagiaanku.'


Mark ingat selama ini Ayana selalu menuruti semua keinginannya, dan dia tidak pernah meminta dan menuntut apapun pada dirinya.


Mark tidak bisa menyalahkan Ayana karena jatuh cinta pada Sky, lagi pula sejak awal dirinyalah yang memaksa putrinya untuk menikah dengan Sky.


Mark juga tidak bisa menyalahkan Sky, karena ternyata menantunya yang cacat tersebut sangat bertanggung jawab dan begitu mencintai putrinya.


"Apa Ayah sedang memikirkan Ayana?" Nicky muncul dan menyadarkan Mark dari lamunannya, kedua pria tersebut duduk di sofa ruang kelurga.


"Hm, iya Ayah memikirkan adikmu itu," jawab Mark.


"Ayah masih berpikir untuk memisahkan mereka?" tanya Nicky, ayahnya hanya membuang dan menghela napas.


"Aku tidak tahu, Nicky! Aku hanya ingin yang terbaik untuk adikmu."


"Mungkin Ayah tidak menyadari, Ayah sudah memberi yang terbaik untuk Ayana, dia terlihat bahagia dan Sky sangat mencintainya," ucap Nicky dengan tatapan menerawang seperti membayangkan sesuatu.


"Sky adalah yang terbaik untuk Ayana, jika bisa memilih dia juga tidak ingin menjadi orang yang cacat, tidak diakui keluarga, direndahkan bahkan mendapat perlakuan buruk," ucap Nicky, "kehadiran Ayana mengubah hidupnya," lanjutnya dan Mark Woodard menganggukkan kepalanya.


Apa yang diucapkan Nicky memang benar, dulu Mark hanya berpikir tentang keuntungan dari pernikahan Ayana dan Sky, tapi ternyata semua rencananya berubah.


Pada awalnya Mark berpikir Ayana tidak akan pernah menyukai Sky karena pemuda itu cacat, tapi kekurangan Sky dilengkapi oleh putrinya.


Entah takdir atau kebetulan hanya Ayana yang bisa berkomunikasi dengan pemuda itu, Ayana yang mengerti dan memahami Sky.


...


Sky dan Ayana masih berada di rumah sakit, dia sangat bahagia dan merasa gemas pada kedua putranya.


"Oo, kalian lucu sekali!" Ayana bersuara manja pada kedua bayinya.


"Kalian sudah mandi dan minum susu, jadi sekarang waktunya untuk tidur," ucap Ayana kemudian mencium kedua bayinya, Sky hanya tersenyum kemudian melakukan hal yang sama yaitu mencium kedua bayinya.

__ADS_1


"Nanti sore kita bisa pulang, aku tidak betah berada di rumah sakit," ucap Ayana dan Sky hanya menganggukan kepalanya.


Ayana menhampiri kemudian memeluk Sky dengan erat. "Apa ada yang kau pikirkan? Kau tampak murung?" tanya Ayana kemudian dia merasakan gelengan kepala Sky di pundaknya.


"Kau tidak bisa berbohong padaku, ada apa? Katakanlah!" Ayana merangkum wajah Sky, pemuda itu menatapnya begitu dalam.


"Sejujurnya aku merasa takut, saat melihat kau berbicara mereka terlihat menanggapi ucapanmu, lalu bagaimana dengan diriku?" Sky menggerakkan tangan. "Bagaimana caranya aku bisa berkomunikasi dengan mereka? Aku khawatir mereka tidak akan mengenaliku," lanjutnya.


Ayana sangat mengerti jika Sky merasa putus asa. "Mereka baru saja lahir, aku juga tidak tahu mereka mengerti ucapanku, mereka akan mengenalmu, kau hanya perlu menyentuh, menggendong dan memeluk mereka berdua," ucapnya dengan senyum tulus.


Ayana berhasil meyakinkan Sky, apalagi yang dia takutkan? Ayana selalu ada untuk dirinya, bukankah dia beruntung mendapatkan Ayana.


Tok-tok ...


Sky dan Ayana megalihkan perhatian pada suara ketukan pintu, mereka berdua terlihat terkejut karena kedatangan orang tersebut.


"Nara?"


"Ya, aku ingin menemuimu dan melihat bayi kalian berdua." Nara melangkahkan kaki lebih dekat, tangan kanannya membawa sebuket bunga mawar merah yang terlihat indah, Sky bermaksud menghampiri Nara, tapi tangan Ayana menghentikannya.


"Aku akan bicara dengannya, kita harus menyelesaikan masalah ini, hm?" ucap Ayana dan meyakinkan Sky, dengan sangat terpaksa Sky membiarkan Ayana berbicara dengan Nara.


...


"Apa kabarmu, bagaimana perasaanmu sekarang?" Dua pertanyaan dari Nara mengawali pembicaraan mereka.


"Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja, dan perasaanku?" Ayana tersenyum. "Sangat luar biasa. Kau tahu bagaimana rasanya menjadi seorang ibu? Aku bahagia dan tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata." Nara ikut tersenyum.


"Jadi benar tidak ada kesempatan untukku?" tanya Nara dengan tatapan sendunya.


Ayana tersenyum lebih tulus. "Hey, masih banyak gadis cantik di luar sana, kau tidak perlu khawatir, jumlah mereka lebih banyak dari para lelaki, kau tidak akan kehabisan, percayalah!" Mereka berdua tertawa bersama, seperti dulu Ayana dan Nara memang sangat dekat.


Ayana tetap menganggap Nara seperti sahabatnya, sedangkan Nara sendiri harus menerima kenyataan bahwa mantan kekasihnya itu tidak pernah mencintainya walau mereka pernah menjalin sebuah hubungan.


Pada awalnya Nara memang berniat memisahkan Ayana dan Sky, bahkan sampai mendatangi Mark untuk melamar anak pria itu, tetapi ternyata Nara tidak tega melakukan hal yang buruk pada Ayana, dia terlalu menyayangi wanita muda tersebut, dan pada akhirnya Nara memilih untuk membiarkan Ayana tetap bahagia bersama orang-orang yang dicintainya.

__ADS_1


....


Pasangan suami istri yang baru saja mendapat karunia bayi kembar sudah kembali dari rumah sakit, kali ini Mark dan Nicky juga ikut menjemput, tidak hanya itu Mark juga menggendong salah satu bayi mereka.


Mark Woodard mengalah dan mencoba menerima apa yang dipilih putrinya, ternyata senyum Ayana lebih berharga dari keegoisannya, kebahagiaan putrinya lebih penting dari apapun.


"Ayah sudah memperkerjakan dua orang pengasuh untuk membantumu merawat si kecil," ucap Mark sambil mengusap kepala putrinya, Ayana berbaring di tempat tidur karena belum pulih dari luka setelah operasi.


"Terima kasih, Ayah!"


"Tidak perlu berterima kasih, kau akan membutuhkan mereka."


"Bukan itu, tapi terima kasih untuk semuanya, Ayah sudah melakukan banyak hal untukku."


"Sudahlah, lagi pula kau putriku tentu saja aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu," ucap Mark sambil mengusap pipi Ayana, "apa kau sudah mempersiapkan nama untuk mereka?" Markbberdiri dan menghampiri ranjang bayi di mana ada dua bayi yang sedang terlelap.


"Sky sudah memberi nama pada mereka, si sulung diberi nama Sora, dan yang terakhir malaikat kecilku, si bungsu diberi nama Sona," ucap Ayana dengan tersenyum cukup lebar.


"Sky tidak ingin membedakan mereka, jadi dia menyiapkan nama itu sejak lama."


Tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaan Ayana dan Sky saat ini, hidup mereka terasa begitu lengkap, setiap hari mereka disibukkan dengan mengasuh kedua bayinya.


Pasangan itu juga tidak melanjutkan pendidikan untuk sementara, terutama untuk Sky, otaknya yang sangat pintar membuatnya tidak perlu bepikir keras.


Setiap hari Ayan sibuk mengurus kedua bayinya, walaupun lelah tapi menyenangkan baginya, sesekali ada para sahabat yang berkunjung dan menemaninya bermain bersama si kecil.


Flora sudah bertunangan dengan Rocky, hubungan Ayaa dan ayahnya juga semakin membaik, Mark seringkali mengunjunginya dan membawakan banyak mainan untuk cucunya.


Sedangkan keluarga Violet juga sudah berubah, Star dan Thomas juga sering mengunjungi Sky saat mereka libur kerja.


Ibu Star--Rieta juga sering bertemu dengan Ayana, seperti yang diwasiatkan Nicholas keluarga Violet harus bersatu, karena keegoisan, keserakahan dan kebencian membuat mereka salam paham dan pernah menyakiti Sky.


Semua semakin membaik seperti kesabaran yang berbuah manis pada ujungnya.


TBC

__ADS_1


Next chap end ya ...


See you and I Love you 💕💕💕


__ADS_2