Love In Silent

Love In Silent
Pitutur Nenek


__ADS_3

sungguh air mataku tiada terbendung lagi, di kala mulut ini tak lagi mampu untuk mengungkapkan semua kebusukan yang telah om surya lakukan terhadap kami, serta segala unek unek yang telah lama bersembunyi di dalam hatiku.


" nenek tahu sekarang.. ! kenapa kamu sampai harus menjual harta satu satunya milik ayah kamu nak !, mungkin nenek tidak tahu apa saja yang ada di dalam hati kamu, tapi nenek bisa merasakan dari setiap air mata yang jatuh dari mata cucu kesayangan nenek !! "ucap nenek seraya memeluk tubuhku


aku sungguh tidak bisa menahannya lagi, segala emosiku yang telah tertahan selama bertahun tahun tercurahkan semuanya malam itu di pangkuan nenek.

__ADS_1


hati ku sakit dan sesak membayangkan betapa sulitnya kehidupan ku selama ini, di usia yang masih sangat muda, mental ku di paksa oleh keadaan untuk menghadapi segala cobaan serta permasalahan yamg seharusnya di alami oleh orang dewasa. di tambah tekanan dan teror serta segala bentuk percobaan kriminal juga pernah aku alami baru baru ini.


andai kata aku nekat memberitahu semua hal itu kepada nenek, takutnya kondisi kesehatan nenek akan menurun, mungkin alangkah lebih baiknya aku simpan dan aku pendam semua rasa pedih ini di dalam lubuk hati ku saja. agar hanya aku yang merasakan semua rasa pedih, kecewa, marah, dan benci yang tak pernah aku lampiaskan kepada siapapun.


"apapun cobaan yang akan kamu hadapi kedepannya, pesan nenek selalu ingat ada orang yang akan mau mendengarkan keluh kesah mu nak !, jangan terlalu memendam semuanya sendirian !"ucap nenek berpesan kepadaku

__ADS_1


entah mengapa kata kata nenek yang masuk di telingaku bak melodi yang membuat ku tenang seketika, semua perjuangan ku selama ini adalah bukti nyata bahwa tak akan ada kepribadian yang dewasa tanpa melalui tempaan hidup dan proses yang panjang, karena pribadi yang dewasa bukan di ukur dari usia, melainkan dari waktu, itu lah yang di maksud nenek sebagai pesan terindah untukku.


tak seperti hari hari sebelumnya, ketika aku bangun dari tidurku pagi ini, seketika tubuhku terasa lebih bugar dan lebih enakan dari hari biasanya. mungkin setelah perbincangan ku dengan nenek yang terasa dari hati ke hati cukup menguras air mata, perasaan ku kini jadi lebih plong dan aku merasa seolah olah beban di hati ku berkurang cukup banyak setelah aku menumpahkannya semalam.


pagi ini juna dan jenni mulai masuk di sekolah barunya, karena kemarin aku sempat menghubungi pihak sekolah agar kedua adikku bisa segera masuk sekolah, jadi adikku bisa langsung berangkat ke sekolah hari ini, sementara itu keadaan ku yang harus mengulang gelar S2, terpaksa akan ku lanjutkan di fakultas jogja, meski harus mengulang, setidaknya aku bisa menggapai mimpiku meski harus ku ulang beberapa tahun lagi, bagi ku tak ada salahnya dan tidak masalah kalau harus mengulang di kampung, toh di kampung hidupku terasa jauh lebih nyaman dan aku bisa lebih fokus dalam belajar ketimbang saat di kota dulu.

__ADS_1


sembari mengisi kekosongan hari hari ku, aku mengisi kegiatan ku dengan membantu pekerjaan rumah, tak lupa aku juga ikut nimbrung membantu bisnis rumahan milik nenek, yaitu menjual jambu kemasan dan botolan yang sudah cukup tenar di kalangan kami, meski bisnis rumahan nenek hanya berjualan jamu, namun jamu yang nenek buat bukan sembarang jamu seperti di pasaran pada umumnya, karena memiliki berbagai varian dengan manfaat yang berbeda beda pula, bisa di bilang bisnis jamu yang nenek kelola itu sudah sangat terkenal dan tentunya nenek sudah menekuni bisnis jualan jamu ini dari orang tua nenek yang sebelumnya, atau bisa di bilang ini adalah bisnis turun temurun dari eyang buyut kami.


__ADS_2