Love In Silent

Love In Silent
Membuka Mata


__ADS_3

setelah terjadinya rencana penjebakan min sera pekan lalu, kini dongjun masih menanti nanti waktu yang telah dijanjikan oleh hajun untuk mereka bisa bertemu kembali, sejujurnya alasan dongjun masih terus berusaha untuk menunjukkan siapa min sera sebenarnya pada hajun adalah semata mata hanya karena dia merasa kasihan dengan hajun, awalnya dongjun memang acuh dan bahkan sangat membenci pada hajun, dongjun bertaruh melakukan ini semua hanya karena dia ingin mengembalikan nama baik miranda, namun seiring berjalannya waktu sedikit demi sedikit dongjun mulai merasa kalau hajun masih menaruh rasa cintanya pada miranda, ketika hajun mulai merasa gelisah dan merindukan miranda wanita itu selalu mengacaukannya, karena dongjun sering memperhatikan hajun dia jadi tahu sisi lain yang tidak pernah hajun perlihatkan pada siapapun, karena jauh di lubuk hatinya nama miranda masih terukir jelas dan sulit untuk terhapuskan, meski usahanya yang tak cuma sekali dan bahkan sampai berkali kali untuk meyakinkan hajun terus saja gagal, namun sedikitpun tak pernah dongjun merasa letih dan menyerah dia masih kekeh untuk berusaha meyakinkan hajun agar bisa kembali percaya pada miranda dan tersadar serta membuka mata kalau min sera bukanlah wanita baik baik.


***


hari hari terus berlalu tanpa di sadari dongjun sempat tertipu oleh bujuk manis hajun yang terus menunda nunda waktu pertemuan mereka, hari ini tepat di jam kerja tengah berlangsung dirinya nekat masuk keruangan hajun tanpa berpikir panjang lagi, mungkin jika dia harus mempertaruhkan pekerjaan yang selama ini dia sukai maka dia akan rela meski harus melepasnya.


"selamat siang pak !" ucap dongjun ketika masuk ke dalam ruangan hajun


"siang !" seketika hajun langsung merespon dengan pandangan bingung seraya menjentikkan sebelah alisnya.


"ada apa ?" tanya hajun


langsung saja dongjun meletakkan sebuah surat dan sebuah flashdisk di meja hajun.


"kamu ingin mengundurkan diri ?!" tanya hajun


"iya pak, sepertinya saya tidak pantas jika harus bekerja perusahaan bapak setelah apa yang sudah saya lakukan dengan anda !" ujar dongjun agak ambigu, sejenak hajun berfikir apa maksud tujuan serta kata kata dari dongjun, sedangkan dirinya saja tidak pernah menerima laporan kinerjanya yang buruk di kantor, semua pekerjaan yang dia buat selalu mendapat apresiasi di kantor bahkan bisa di bilang kalau dongjun adalah satu satunya pegawai kantor yang masih muda dengan segudang prestasi, lantas mengapa dongjun mendadak ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya.

__ADS_1


"kamu tidak seharusnya memberikan surat pengunduran diri ini dimeja saya !"ujar hajun


"tolong terima saja pak !"


"apa alasannya ? mengapa kau ingin sekali keluar dari perusahaanku sedangkan kau punya banyak prestasi dan pencapaian yang sudah kau dapatkan sendiri dengan susah payah !"


"alasan saya keluar ada di data yang terdapat di dalam flashdisk itu pak !"seketika dongjun kembali mengernyitkan kedua alisnya sambil menatap dongjun yang terlihat mantap sekali dengan keputusannya yang ingin mengundurkan diri.


"kalau begitu saya permisi pak !" ucap dongjun seraya membungkuk


"oh ya .. jangan lupa anda harus melihat apa saja yang ada di dalam flashdisk itu pak ! permisi !" begitu Dongjun keluar dari ruangannya hajun sangat penasaran hingga diapun langsung menghubungkan flashdisk tersebut ke laptopnya, namun belum sempat dia membukanya sekertaris kang tiba tiba masuk dan memberitahukan kalau hajun harus segera menghadiri rapat di jam itu juga. alhasil flashdisk yang di berikan oleh dongjun ia masukkan ke dalam kantung bajunya, mungkin hajun akan membukanya kembali setelah semua pekerjaannya hari ini telah selesai.


"jadi .. lelaki itu itu ternyata adalah pegawai kantor ku sendiri !, bukankah dia laki laki yang pernah mengantar miranda pulang ke rumah waktu itu ? pantas saja wajahnya sedikit tidak asing lagi, baguslah kalau dia sadar diri dan keluar dari perusahaanku !" gumam hajun lirih.


awalnya hajun terkejut saat melihat beberapa foto yang mengacu pada min sera, namun saat hajun melihat sebuah data tes DNA yang ter antum di di dalamnya, tes DNA tersebut adalah milik bayi yang sedang di kandung oleh miranda dan dongjun sengaja menyematkannya agar bisa membuat hajun merasa terguncang saat melihatnya kalau sebenarnya dialah ayah kandung dari anak yang sedang ada di perut miranda.


meski hajun tidak mau percaya pada dongjun namun dari lubuk hatinya yang terdalam dia masih sedikit memiliki rasa cinta pada miranda selain itu hajun juga mulai merasa curiga terhadap kekasihnya min sera, perasaan itu tiba tiba saja muncul semenjak dia gagal melaksanakan acara pernikahannya beberapa waktu yang lalu karena isu kedekatan min sera dengan lelaki lain, dan karena kegagalan itu pula dongjun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyadarkan hajun kembali agar dia tidak akan menyesal di kemudian hari setelah dia menikah dengan min sera.

__ADS_1


ketika ruang rapat masih dalam keadaan serius seriusnya seketika hajun mendadak menggebrak meja lalu pergi meninggalkan ruang rapat tanpa sepatah kata pun dan spontan semua orang terheran heran dan hanya bisa saling menatap satu sama lain.


"sial .. dimana dia sekarang !" gerutu hajun seraya berlari mencari dongjun


"pak ! pak hajun !"seketika sekertaris kang juga ikut keluar dari ruang rapat dan mengejar hajun


"pak !! rapatnya kan belum selesai, kenapa anda tiba tiba keluar begitu saja !!" teriak sekertaris kang sambil berlari


"batalkan saja rapatnya, dan jadwalkan lagi besok !"teriak hajun


"haisss .. bagaimana ini !"keluhnya


hajun terus berjalan dan mengitari seisi kantor namun dia belum jiga menemukan dongjun sedikitpun, mungkin bisa jadi dongjun sudah pergi setelah jam makan siang usai tadi, kini hajun hanya bisa menghubungi nomer telfon dongjun yang hanya tersambung namun tidak mendapat jawaban, alih alih mencarinya di kantor hajun akhirnya mencari alamat tinggal Dongjun seraya berharap dia mau menemuinya kali ini.


"ayolah dongjun angkat teleponnya !!" dan lagi lagi panggilan tersebut tidak mendapat jawaban.


entah kemana perginya dongjun kali ini, mengapa dia bagaikan hilang ditelan bumi bahkan hajun sudah mencarinya kemana mana hingga semua tempat yang pernah dongjun datangi pun sudah hajun jelajahi satu persatu, bertanya dengan semua orang juga sudah dia lakukan. Tepat di jam 10 malam hajun sudah mulai lelah mencari keberadaan dongjun dan dia berakhir di alamat tempat tinggal dongjun sambil berharap dia bisa bertemu dengan dongjun saat dia pulang nanti.

__ADS_1


lalu tiba tiba seorang kakek datang mendekati hajun yang sedang berdiri di samping mobil sembari melihat ke arah rumah dongjun.


"kau siapa ? kenapa malam malam begini ada di depan rumahku ?"ucapnya pada hajun


__ADS_2